Adi Siput Perankan Tokoh Peceh Ajus Dalam Lawak Bondres

 Adi Siput Perankan Tokoh Peceh Ajus Dalam Lawak Bondres

Di dunia pentas, pria ini biasa dipanggil Adi Siput. Ia biasa memerankan tokoh kocak dengan rias dan tata busana yang kreatif dan unik. Kalau diajak ngobrol bicaranya lucu, ceplas-ceplos, namun penuh makna. Maklum, sebagai figur dalam setiap seni tontonan, ia tak hanya membuat orang terhibur, tetapi juga menyelipkan tuntunan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Karenanya, sebagai orang panggung ia selalu menyiapkan diri sebelum pentas, baik itu bahan gonjakan atau ajaran-ajaran di masyarakat yang dikemas dalam bentuk lawakan, namun tidak mengurangi makna.

Seniman kelahiran Manukaya, 14 September 1988 ini memiliki grup sendiri kalau pentas. Namanya, Mince Kribo Peceh (MKP), grup seni lawak bondres. Ia berperan sebagai Peceh Ajus singkatan dari Peceh PeMuda Cerdas Humoris. Sementara Ajus kepanjangan dari Agak Jarang mandUs. Nama tokoh itu biasa muncul dalam dunia Lawak Bondres Bali yang telah berdiri sejak 2008. Grup ini ada, berawal dari menjuarai beberapa Lomba Lawak di Bali. MKP biasa pentas dalam hajatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sekaa Teruna Teruni (STT), pertemuan dan acara penting lainnya.

Peceh Ajus merupakan karakter yang biasa sebagai tokoh penengah dari problem atau penyambung antara pemain satu dengan lainnya. Ide lawakannya, kebanyakan dari fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sekarang. Terkadang pula mendapat influence dari lawakan-lawakan senior di dunia lawak nasional, seperti Warkop, Srimulat dan lainnya. Sementara tata rias tidak bisa dipisahkan dengan dunia bondres Bali. “Karakter yang saya dapatkan hampir 8 kali perubahan dari tahun 2007 hingga tahan 2013 yang akhirnya menemukan bentuk yang sreg dan pas seperti sekarang ini,” paparnya.



Rias wajah disesuaikan dengan karakter, yakni memperbesar menambahkan bentuk wajah dari bentuk aslinya dengan bantuan make up yg di inginkan. Sementara kostum, memakai balutan ndek dan beberapa ornamen batik. Alasan memakai endek, sebagai upaya bentuk promosi produk lokal, sehingga tetap dibawa ketika tampil. “Saya juga menjelaskan alasan memakai endek biar tidak enduk, dan memakai batik biar tidak batuk-batuk . Di sisi lain tetap sebagai ajang promosi produk budaya lokal,” sebut pria kalem asal Banjar Manik Tawang, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar ini.

Adi Siput memang tak pernah kehabisan bahan, jika pentas. Ia meng-update bahan gonjakan setiap 3 bulan sekali. Karena itu, ia rajin membaca buku dan situasi, serta rajin menonton juga menulis. Pekerjaan yang paling berat baginya, adalah membuat orang tertawa yang memang tidak mudah. “Saya percaya ketika taksu itu datang, tanpa memerlukan energy banyak, bisa membuat orang tertawa dengan mudah. Pernah ada pengalaman menghibur orang di kalangan yang ada arena sabung ayam. Sangat sulit membuat pennton tertawa. Itu konon sebagai pantangan sekaa kesenian pentas,” kenangnya.

Saat itu, pria yang sekarang menjadi wirausaha pakain tari dan jasa Pertunjukan Seni ini merasa beban sekali. Padahal, berbagai cara dilakukan untuk memancing penonton tertawa, namun penonton tidak merespon. Ia hanya berpikir positif, karena mungkin jarak penonton jauh, sehingga apa yang disampaikan tidak ditangkap penonton dengan bagus. ”Saya kemudian menarik kesimpulan, bahwa panggung seperti itu memang agak susah untuk melakukan pertunjukan. Saya kembali menari di arena sabung ayam, maka saya menesuaikan dengan kondisi hasilnya bisa membuat orang tertawa juga. Namun kembali lagi pada keyakinan pribadi, ketika Hyang Taksu atau inner spirit dan inerpower itu datang semua bisa terjadi,” ujarnya.

Juga suka tari kontemporer

Walau biasa tampil dalam kesenian bondres, pria bernama lengkap I Ketut Gede Bagus Adi Saputra sesungguhnya lebih suka tampil dalam seni seni kontemporer. Maklum, ia merasa senang berada pada jalur penciptaan tari, karena mengedepankan kebebasan berekspresi. Ia, bahkan lebih sering menari dan mencipta tari kontemporer yang ide-idenya lahir dari fenomena jaman sekarang. Walau demikian, saya juga tetap menari tari tradisi karena warisa leluhur itu tidak boleh dilupakan. “Saya tetap menekuni tari tradisi untuk memperkokoh dasar-dasar tari modern itu. Berkesenian itu adalah olah rasa, sehingga kita pintar merasa, bukan merasa pintar,” bebernya.



Dalam seni kontemporer, pria tamatan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tahun 2010 ini merasa lebih bebas berekspresi, khususnya dalam bergerak. Selain itu, penggiat tari kontemprer yang masih minim, sehinga menjadi alasanya untuk mengisi ruang seni tersebut.
Ia memulai menekuni jenis tari kontemporer sejak tahun 2006 silam ketika dipercaya sebagai crew dan asisten seniman kontempeorer I Nyoman Sura Alm. “Saya juga mengagumi karya-karya seni I Ketut Rina. Jujur, Bli Rina yang banyak menginspirasi, sehingga bertekad untuk bisa berekplorasai dan membuat pertunjukan kontemporer,” ceritanya.

Keinginan itu tidak langsung terwujud, ia kemudian aktif mendukung kegiatan-kegiatan seni yang bernuansa kontemporer, seperti dalam acara Penggak Men Mersi Kupas-kipas Seni, GEOKS dgn WARAS Warung Apresisi Seni yang kini menjadi Rumah Apresiai dan Olah Seni. Ia selalu memanfaatkan berbagai kegiatan seni tersebut untuk mengasah diri, karena sangat untuk menjadi seorang kontemporer harus melalui proses yang panjang. “Saya juga mencoba berkarya sendiri dengan melibatkan penari-penari baru. Saya mementaskan garapan baru di Solo, Surabaya bahkan Jakarta,” ungkapnya.

Mulai saat itu, kebebasan berkarya menjadi pilihannya, sehingga sering didapuk menjadi koreografer. Bebas yang dimaksud, bukan berarti sebebas-bebasnya, melainkan ada koridor seperti logika, etika dan estetika yang tetap menjadi pertimbangan dasar dalam berkarya. Kuncinya, harus berani dan mau mengekploitasi diri dan membuka diri dalam menemukan bentuk gerak, identitas gerak dan materi-materi lainnya. “Ibaratanya membuat sebuah bangunan, dimana bahan bakunya sudah ada di dalam tubuh sendiri, sehingga tinggal merangkainya menjadi bentuk bangunan,” ucapnya.

Tari kontemporers yang sudah digarapnya ada sekitar 31 karya. Salah satunya berjudul Recycle yang idenya dari menyaksikan sampah di Kota Denpasar. Garapan ini berdurasi 12 nenit dan didukung oleh 80 orang penari merupakan mahasiswa jurusan ekonomi Udud Denpasar. Sementara garapannya yang lain, yaitu Jatuhkan, Tanda Tanya 1, Sutri sebuah komtemporer komedi yang lahir dari melihat fenomena suami, Sang Anggut, Bhuana Kerta, Jangkep, Tenda Tanya, life is fun dan lainnya. Dalam setahun, ia biasa menggarap sebuah tari, bahkan lebih. Idenya bisa dari fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Ada juga berdasar dari permintaan orang.

Dengan modal tari itu, suami Ni Ketut Karini sudah ini pernah pentas di Solo, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara pentas diluar negeri, ia sudah tampil di Malaysia, Thailand, Singapura dan India. Saat itu pentas menarikan tari Bali juga tari kontemporer. Sekarang ini, ia hanya sebagai koreografer dan sebagai wiraswasta sebagai pembuat kostum tari, Penyedia layanan Event juga usaha bidang Pariwisata [B/*]

Related post

25 Comments

  • Right now it seems like BlogEngine is the preferred blogging platform out there right now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?

  • Greate pieces. Keep writing such kind of info on your blog. Im really impressed by it.

  • Hi there, You’ve performed an incredible job. I’ll definitely digg it and for my part recommend to my friends. I’m confident they will be benefited from this site.

  • Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  • Hello there, You have performed an incredible job. I will certainly digg it and in my view suggest to my friends. I am sure they will be benefited from this site.

  • Hello there, You’ve done a fantastic job. I will definitely digg it and personally recommend to my friends. I am sure they will be benefited from this website.

  • May I simply say what a comfort to find somebody that actually knows what they are discussing online. You actually know how to bring an issue to light and make it important. More and more people ought to read this and understand this side of your story. It’s surprising you are not more popular since you definitely have the gift.

  • Right now it appears like WordPress is the best blogging platform out there right now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?

  • Aw, this was a really good post. Taking a few minutes and actual effort to make a superb article… but what can I say… I procrastinate a lot and don’t seem to get nearly anything done.

  • May I just say what a comfort to discover somebody that genuinely understands what they’re discussing on the web. You definitely understand how to bring an issue to light and make it important. More people have to read this and understand this side of your story. It’s surprising you aren’t more popular given that you surely have the gift.

  • Right now it seems like Movable Type is the top blogging platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?

  • Currently it appears like Drupal is the preferred blogging platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  • Can I simply say what a comfort to find somebody that really knows what they are talking about on the web. You actually understand how to bring an issue to light and make it important. A lot more people have to check this out and understand this side of your story. I can’t believe you aren’t more popular given that you most certainly possess the gift.

  • At this time it looks like Drupal is the top blogging platform out there right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  • A reference for readers interested in the language of cryptocurrency news and the questions behind major industry stories.

  • Build research habits that question urgent messages, verify claimed identities and keep sensitive wallet information private.

  • Build research habits that question urgent messages, verify claimed identities and keep sensitive wallet information private.

  • Headlines are only a starting point. Cryptocurrency research benefits from reading the underlying announcement or technical explanation.

  • A reference for reading about cryptocurrency applications while paying attention to their dependencies and limitations.

  • Build research habits that question urgent messages, verify claimed identities and keep sensitive wallet information private.

  • A reference collection organized around cryptocurrency education rather than price predictions or promises about financial outcomes.

  • Understanding a wallet means looking beyond its appearance to the way it handles keys, transactions and account recovery.

  • Digital asset research benefits from separating technical possibilities from claims about convenience, popularity or commercial success.

  • Follow digital asset discussions with a habit of checking sources and distinguishing confirmed information from speculation.

  • An independent reference collection about digital assets, with an emphasis on precise language and understandable explanations.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *