October 27, 2020
Pernik

Pameran Seni Rupa di Teba Kangin Pemanis
Menikmati Seni Sambil Mengenal Alat-alat Pertanian Tempo Dulu

Menyaksikan karya seni rupa anak-anak ini, seakan mengingatkan kita pada jaman dulu. Alat-alat pertanian yang biasa dipakai oleh para petani dalam melakukan pekerjaannya di sawah, diangkat ke dalam sebuah karya seni lukis yang artistik dan sarat makna. Apalagi, karya seni itu disajikan di areal pekarangan rumah yang luas dan alami, sungguh menjadi sajian seni rupa yang eksotik. Suara alam, kicauan burung, gesekan kayu yang saling tindih, suara ayam yang saling bersautan serta gemericik air telabah, seakan menjadi iringan sajian seni itu. Memang alami.



Itulah suasana pameran seni rupa yang digelar Sanggar Seni Bakti Wiyasa di Lajur Teba Kangin, Desa Pemanis, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. Karya seni rupa yang dipamerkan ini merupakan karya anak-anak desa setempat yang kental dengan jiwa seni. Pameran tetap ada di ruangan dan pameran sementara ada diluar ruangan, tepatnya di halaman sanggar. Posisi sanggar adalah di teba atau halaman belakang rumah. Pameran di luar ruangan digelar dengan pejanjian karya pada papan sketsel mengelilingi lumbung (tempat padi jaman dulu).


Pameran ini dimulai saat ada kunjungan dari mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Bali, Agung Diputra pada 1 Juli 2020, dan berlanjut hingga sekarang. Karya seni yang dipamerkan, merupakan karya goresan berupa benda-benda pertanian, seperti ketam atau anggapan (alat perata tangkai padi Bali di masa lampau disebut pengetapan padi), sok penegteg untuk ngaliggihan Dewa berwujud sajen Betara Sri dari media buah padi dan daunnya yang diwujudkan purasa dan predana, ada okokan sampi untuk penanda sapi yang berupa leontin kalung berbentuk lonceng kayu pada leher sapi, dan lainnya.

Sebagian lagi, ada lukisan dengan mengangkat pemandangan alam, bunga, binatang lucu serta mengenal kupu-kupu lewat lukisan. Melihat karya mereka yang sangat beragam, tampak anak-anak itu sangat senang. “Mereka memang senang. Apalagi di desa kami ada ruang belajar seni rupa di Kalangan Kreatif Teba Kangin Pemanis Art Space, sehingga anak-anak khususnya yang memiliki hobi melukis menjadi sangat tertarik. Tiap-tiap lima orang anak telah punya kelompok belajar mengambar dan melukis,” kata Made Bakti Wiyasa pendiri Kalangan Kreatif Teba Kangin Pemanis Art Space itu.



Setiap kelompok anak-anak diajari cara mengenal art material, seperti pensil warna, pensil, arang, cat air serta karakter kertas gambar dan kertas cat air. Selanjutnya, belajar tehnik melukis, juga belajar merapikan atau clean up alat-alat melukis. “Bahkan sampai membukus kembali dan manaruh di lumbung kami . Mereka belajar berpakaian adat, dan dalam protokol kesehatan. Semua kegiatan dan operasional adalah mandiri, dan para siswa kami berikan pendidikan gratis,” ungkapnya seraya mengatakan, beberapa waktu lalu Ibu Camat Penebel dan Kadis Kebudayaan Tabanan didampingi Kepala Desa Biaung sempat mengunjungi tempat belajar seni ini. [B/*]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *