January 23, 2022
Kreasi

“Lampah Solah” Film Pendek Karya Sanggar Pancer Langit Peringati Hari Tari Sedunia

Film pendek yang berjudul Lampah Solah ide gagasan dari Sanggar Pancer Langit tayang perdana di Ruang Audiovisual, Dharma Negara Alaya, Rabu (12/5). Film yang juga dipersembahkan dalam memperingati Hari Tari Sedunia ini, menceritakan tentang proses perjalanan seseorang menjadi seorang penari. “Film ini kami persembahkan kepada para penari dalam memperingati Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 April,” ujar Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn, M.Sn, pendiri Yayasan Pancer Langit sekaligus penanggung jawab film didampingi sutradara film Anak Agung Mas Sudarningsih.

Lampah Solah

Film ini mengangkat proses mendidik atau mengajar seorang penari dalam menerima latihan hingga menjadi penari yang baik. Peran Yu Mas yang menggambarkan perjalanan seorang penari kecil yang dihadang banyak kesulitan yang menimpanya. Pesan yang disampaikan dalam film ini, menjadi seorang penari bukan hanya sekedar melentikan atau menggetarkan jari jemari, namun penari membutuhkan proses panjang untuk menghidupkan maupun membawakan sebuah tarian yang akan ditarikan.

Perempuan yang juga memerankan tokoh Ibu ini menambahkan dalam film ini menceritakan Yu Mas (diperankan Ni Putu Arditha Cahya Maharani) ingin meneruskan mimpi ibunya jadi penari hebat. Ada rasa sakit, sedih, masalah yang ia hadapi untuk mencapai tujuan. Ia berlatih menari di bawah bimbingan Guru yang diperankan Ida Ayu Suarningsih, sedih karena ia gagal saat seleksi. Namun, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk tampil. Dalam perjalanan menuju lokasi pentas, ia terjatuh dan bermimpi bertemu ibunya yang memberikan dorongan semangat untuk menjadi penari.

Wakil Walikota (Wawali) Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang menyaksikan langsung bersama para pemeran dan sutradara film yang mengangkat lika liku sosok seorang penari Bali itu mengatakan, film ini sangat menarik, mampu menginspirasi dan mengedukasi serta spirit dalam setiap kita melakoni sesuatu harus dengan keseriusan dan ketekunan. “Titik keberhasilan tidak terlepas dari proses yang sangat panjang. Begitu pula diceritakan dalam film ini, peran seorang anak yakni Yu Mas yang ingin menjadi seorang penari seperti Ibu nya, sehingga capaian menjadi seorang penari Yu Mas menjalani sebuah proses latihan yang panjang dan melelahkan yang akhirnya mampu menjadi sosok penari hebat,” paparnya.

Lampah Solah

Film ini mampu menginspirasi kita bersama dalam setiap capaain yang dilalui baik itu bekerja, berkarya maupun dalam bidang lainnya yang selalu pada tahapan proses. Dengan keberadaan Dharma Negara Alaya (DNA) kreatif Hub sebagai ruang kreatif di Kota Denpasar pada khususnya dan Bali pada umumnya, mampu mengakomodir karya-karya insan kreatif anak muda Bali dan Denpasar.

Sebut saja garapan Film “Lampah Solah” yang dipersembahkan Pancer Langit ini sebagai sebuah kreativitas yang memfilmkan bagaimana sosok penari hebat itu tercipta. Ruang kreatifitas yang ada di Dharma Negara Alaya dapat dimanfaatkan bersama dalam meningkatkan kreativitas bersama. “Pada bulan ini sudah beberapa film yang tayang di ruang audiovisual DNA Denpasar, hal ini menjadi sebuah kebanggaan bagi insan penggiat karya film yang ada,” ujarnya. [B/*]

Related Posts