Di Ajang PKB XLIII, Sanggar Atmanastuti Tampil Menawan

 Di Ajang PKB XLIII, Sanggar Atmanastuti Tampil Menawan

Kreatif dan sungguh menawan. Itulah penampilan Komunitas Seni Saptana Jagaraga, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati tampil pada Wimbakara (Lomba) Taman Penasar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII di Gedung Citta Kelangen Lantai II ISI Denpasar, Minggu 13 Juni 2021. Sebagai duta Kabupaten Gianyar, komunitas ini mampu membius penonton dengan sajian seni yang sangat apik. Seluruh sajian ditata dengan cermat, mulai dari tata busana, posisi peserta, iringan hingga ekspresi setiap pemain. Boleh dibilang, penampilan komunitas ini sebagai cara untuk mempertahankan predikat Gianyar sebagai daerah seni.

Saptana Jagaraga

Walau bukan sebagai seni pertunjukan seperti tari dan karawitan, namun unsur vocal dan iringan gamelan ditata dengan sempurna. Pendukungnya juga didominasi anak-anak muda, sehingga kolaborasi Pembina Utama, I Wayan Darya dan I Wayan Kariana sebagai Ketua Komonitas Sapta Jagaraga sukses menggabungkan seniman lintas generasi dari seluruh banjar se-Singapadu. Walau dalam penyajiannya mengutamakan vocal, namun penampilan Taman Penasar ini tetap menata kostum, rias wajah dan pola lantai sehingga mirip seprti seni pertunjukan tari.

Kariana mengatakan, komunitas seni ini dibentuk 11 November 2011 saat mengikuti lomba Bleganjur Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Seiring penampilan yang kian apik, komunitas ini mulai dikenal masyarakat luas. Tahun 2015 kami mulai menginjakkan kaki di panggung PKB dan berhasil memecah rekor penonton terbanyak. “Kami berkomitmen menjaga tradisi Singapadu sebagai gudang seniman dengan cara mengaktifkan kegiatan dalam bidang seni pertunjukan,” katanya bangga.

Saptana Jagaraga

Berbicara Singapadu memang tak bisa lepas dari gudang seni. Kesenian seolah tumbuh subur sejak dulu hingga menjadi sejarah bagi Singapadu. Desa Singapadu tak hanya berprestasi dalam seni pertunjukan, tetapi juga pada seni rupa yang tumbuh subur. Kemunculan komunitas-komunitas seni menjadi tulang punggung merawat tradisi seni di Singapadu. “Agar julukan desa seni tak hilang, maka kesinambungan interaksi seni antar generasi mesti terjaga,” sebutnya.

Baca Juga:  Rejang Giri Putri Pentas Perdana pada Upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana

Lomba Taman Penasar memang menjadi agenda rutin setiap hajatan ini digelar. Lomba ini mampu serta memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi muda untuk mengolah secara kreatif materi-materi atau ide-ide otentik dalam seni sastra dan karawitan. Hal itu, sekaligus untuk memperkaya khasanah Seni Taman Penasar dalam publikasi PKB XLIII Tahun 2021 ke publik nasional bahkan internasional. PKB XLIII Tahun 2021 tetap digelar di tengah pandemi Covid-19, sebagai konsistensi pemberlakuan Perda nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020. [B/*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *