November 30, 2021
Ulasan

I Kadek Dedy Sumantra Yasa Resurrection – Kebangkitan

Tahun ini, perupa multi talenta bernama I Kadek Dedy Sumantra Yasa memiliki kesempatan untuk mencocokan realitas diantara Alam Surealisme, Imaji, Imajinasi, dalam teori Psikoanalisa kekinian. Teori “Penomenology” sangat membantunya di dalam study kasus dan kajian mengenai adanya “Fakta & Fiksi” massa pandemi dan kebangkitan manusiawi 2019-2021.

Baginya, wabah pandemi Covid-19 ini adalah pelajaran buat kita bersama. Sebelumnya memang tidak ada yang mengetahui. “Tentunya alhasil pesan-pesan kehidupan tersebut lebih pada bagaimana seharusnya kita memandang kehidupan dunia ini sehari-hari dengan lebih bijaksana dan nyata,” terang asal Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan ini.

Tuhan dan spiritualitas masa kontemporer yang lebih memiliki suatu dasaran nilai filosofy dalam adanya suatu konsep kearifan budaya lokal, yang bersifat traditional, modern dan kekinian yang masih memiliki nilai religius terhadap lingkungan hidup hayati. “Konsep hubungan antara manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alammnya bisa lebih terjaga,” imbuhnya.

Issue lingkungan hidup yang normal dapat dipresentasikan melalui aksi nyata pada obyek kehidupan sehari hari, diantaranya, adanya sifat “toleransi”, dan untuk lebih dapat menggali filosofy dari adanya konsep kearifan budaya lokal pun international secara pemahaman filsafat pada Abad ke – 6 SM di Yunani munculnya aliran Filsafat. “Spiritualitas filsafat kontemporer zaman kontemporer (Abad 20-dan seterusnya), dan yang di maksud dengan zaman kontemporer adalah era tahun-tahun terakhir yang kita jalani hingga saat sekarang ini,” jelas pencipta lagu ini.

Dedy Sumantra Yasa mengatakan, Revolusi Industri terjadi antara priode tahun 1760-1850, dengan terjadinya perubahan besar-besaran diantara pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, serta teknologi juga dampak mendalam terhadap sosial budaya dan dunia.

Revolusi Industri terjadi pada abad-18, ketika masyarakat pertanian lebih maju dan urban, kereta api lintas Benjamin, mesin uap, listrik dan penemuan-penemuan lain mengubah masyarakat secara permanen. “Maka dari Revolusi Industri yakin perubahan besar cara manusia merubah barang dan jasa yang lebih berguna di dalam kehidupan sehari hari,” ujar pria yang suka akustikan ini.

Berdasarkan perihal di atas sekitar abad 18 memang telah terjadi sebuah pergulatan yang panjang sampai sekarang, mengenai munculnya basis ilmu dan prilaku masyarakat umumnya memahami bersinerginya hubungan antara ilmu dan kehidupan dunia sehari-hari sebagai identitas munculnya masyarakat modern abad tersebut.

Jika dikaji dalam prilaku masyarakat global yang mengusung ide mengenai kebudayaan tentu sampai sekarang masih dapat disaksikan adanya nilai sifat dasar manusia dan kehidupannya. Perihal traditional konsep kemanusiaan yang memiliki perasa yang unik mengenai pesan kehidupan.

I Kadek Dedy Sumantra Yasa

Tentu ada sebuah filosofy kehidupan yang lebih berfokus pada konsep “Humanity” kemanusiaan yang manusiawi, makna kata ini merujuk pada peristiwa sejarah manusia. Contoh kasus adalah sejarah perang dunia 1dan 2 dekonstruksi besar besaran mengenai manusia unggul di dunia ini seakan memisahkan artian dari makna arti kata “Isme” yaitu pada basik ilmu yang hanya fokus pada satu makna arti tunggal. “Berdasarkan perihal tersebut saya memiliki tema “Resurrection- Kebangkitan” yang merujuk pada makna proses perbaikan diksi kata atau “Isme” yang lebih cair dalam pemahaman abad kontemporer, abad 20 & 21 ini. Yaitu manusia yang selalu berusaha dengan cara-cara kehidupan sehari hari,” bebernya.

Sejarah manusia mengisahkan banyak peristiwa penting dalam kehidupan dunia. Manusia yang seakan selalu menyesuaikan akarnya pada suatu disiplin dan toleransi berkepanjangan mengenai adanya suatu konsep “Manusiawi”. Adanya virus corona pada tahun 2019-2021 sangat dirasakan oleh masyarakat global. Dunia yang lebih memilih disiplin dan esensinya pada suatu sifat hidup yang lebih sehat, secara alami berarti segala “Isme”, yang berkempanjangan pada akhirnya merujuk pada esensi “Isme Humanity”. “Secara realistic, pada pandangan umum teori Human, Manusia yang manusiawi adalah suatu kesimpulan yang lebih cair Dan….. [B/*]

Related Posts