Audisi Bondres Bahas Harkat Arak Bali di Panggung. Hari Pertama, 13 Sekaa Tampil Lucu

 Audisi Bondres Bahas Harkat Arak Bali di Panggung. Hari Pertama, 13 Sekaa Tampil Lucu

Meski telah diinformasikan lebih awal, penonton hanya diperbolehkan tepuk tangan pada awal dan akhir penampilan, namun kenyataannya berbeda. Masyarakat yang terdiri dari pelaku atau penggiat seni itu tak kuasa menahan tawa, sehingga sorak dan tepuk tangan pun terjadi di tengah-tengah pertunjukan. Tentu saja, itu karena para pemain bondres begitu lihai dalam menggarap banyolan yang sehat dan penuh nasehat. tampil lucu dan kocak. Tak hanya lucu pada rias dan penataan busana, tetapi juga kocak dalam gerak, tembang serta gaya bahasa yang khas. Apalagi didukung dengan iringan gamelan yang inovatif, penampilan kesenian ini sungguh memikat.

Itulah Audisi Bondres se-Bali yang digelar Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center Provinsi Bali, Senin 23 Januari 2023. Masing-masing sekaa tampil dengan gaya dan banyolannya yang khas. Satu sekaa yang terdiri dari tiga pemain itu, begitu lihai dalam mengkemas gonjakan, sehingga tak hanya lucu tetapi pesan itu sampai kepada penonton. Tema yang diangkat yaitu “Harkat Arak Bali” yang menyisipkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang arak Bali, yakni eksistensi arak sebagai warisan budaya adi luhung dan pembuatan serta cara minum arak Bali yang baik dan benar.

Tema itu disampaikan secara kreatif, melalui cerita, gerak, tembang ataupun dialog yang sangat kental dengan olah kreatif seninya. Sebanyak 13 sekaa bondres yang tampil pada hari pertama sungguh memikat, hingga penonton yang hadir saat itu tak kuasa menahan air mata saking lucunya. Dewan juri, yang terdiri dari tiga profesor masing-masing Prof. Dr. I Made Bandem, Prof.Dr. I Wayan Dibia dan Prof. Dr. I Wayan Rai S. sesekali juga ikut tertawa menyaksikan pemain bondres yang lihai dalam mengolah banyolan.

Baca Juga:  “Help!” Teater Tanah Air di FSBJ IV Pupuk Gotong-royong, Cinta Tanah Air, dan Menolak Perang dengan Menari

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S Skar,M Hum dalam sambutannya mengatakan, awal tahun 2023 ini Disbud atas arahan Gubernur Bali melakukan agenda pertama audisi pergelaran se-Bali akan memilih 10 bondres terbaik yang diajak mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat. “Bondres, awalnya tidak berdiri sendiri, lalu masuk menjadi bagian dari seni pertunjukan karena pergelarannya kocak, dan akhirnya menjadi kesenian berdiri sendiri. Bondres ini bentuk seni inovasi yang luar biasa. Datangnya juga dari kesenian yang luar baisa, seperti topeng dan arja,” katanya.

Melihat perkembangan yang luar biasa itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berharap perkembangan bondres agar berjalan sesuai rel. Sering kali, banyolannya cendrung kurang relepan dengan tata titi bahasa Bali. “Dalam audisi ini bukan menang dan kalah, tetapi mencari pewimba, mencari contoh. Ini kegiatan perdana dari Gubernur Bali awal tahun 2023. Ini salah satu wujud dari visi dan misi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Pola Pembangunan Semesta Berencana. Kita menguatkan dan memajukan kebudayaan, hari bondres kedepan seni-seni yang lainnya,” ungkap Mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Prof. Wayan Dibia mengatakan, ini sesuatu yang unik dan baru, tetapi banyak peminatnya, sehingga audisi bondres ini terkesan agak istimewa. Ajang ini dapat merangsang tumbuhnya kesenian bondres baru. Audisi yang digelar Disbud Bali ini sekaligus untuk memetakan keberadaan bondres dan jenisnya. “Kenyataan di lapangan ada 4 jenis bondres, yaitu ada bondres dengan memakai topeng penuh topeng, kekhasan drama gong, bondres calonarang dan ada jenis bondres dengan pola peprembonan (ada Desak Rai dan Liku),” paparnya.

Audisi Bondres

Audisi bondres se-Bali sebanyak 13 sekaa tampil di hari pertama.

Bondres ini perkembangan baru dari kesenian Bali, tetapi ini perlu menjadi perhatian. Terutama dalam ngebanyol atau lucu itu bukan hal yang berbau jaruh (porno), ngacuh (ngawur) dan buduh (gila). “Saya ingin mengingatkan bondres memiliki pesan yang disampaikan dengan rambu-rambu. Kontek jaruh, itu harus dihindari, sehingga bondres benar-benar memberi hiburan sekaligus mendidik jadi pesannya harus jelas,” kata Prof. Dibia.

Baca Juga:  Bulan Bahasa Bali ke-5 Digelar 1-28 Pebruari. Pasti Lebih Menarik, Kontennya Lebih Inovatif 

Sementara salah satu penari bondres Pabuan Grup, Ayu Centil mengaku sangat senang mengikuti audisi bondres ini. Ajang ini memberikan kesempatan bagi dirinya juga penari bondres lainnya untuk berekspresi, menampilkan kepiawaiannya menari. “Kali ini, saya mengambil cerita keseharian di masyarakat. Dulu arak belum ditata dan dilindungi, sehingga masyarakat susah menjualnya. Sekarang, dengan dikelola minuman asli Bali maka orang terang-terangan bisa menjual, melalui pergub, tetap ada aturan, misalnya membatasi pembeli sesuai umur tidak boleh sembarangan minum sehingga kami merasa lega,” ungkapnya.

Untuk penampilan kali ini, lanjut pemilik nama asli Ayu Ratih Surya Windari ini, Pabuan Grup memang tampil sedikit santai, dan tidak menampilkan sajian seni yang terlalu serius. Walau demikian, tema dan pesan digarap secara apik, sehingga tetap menjadi sajian yang menarik, juga mengedukasi. “Kami memang kemas tak terlalu serius, karena kita seniman muda masih belajar. Kami mempersembahkan bondres dengan santai, sehingga tidak membosankan. Karena itu, dalam adegan tertentu ada menampilkan lagu-lagu bernuansa Jawa, untuk mengingatkan bahwa kita Indonesia,” imbuhnya.

Walau demikian, dirinya mengaku mempersiapkan dengan matang, karena tidak ingin tampil asal-asalan. Apalagi, pasangan menari seperti Dedi Cedok dan Pondak Papua itu baru, artinya bukan satu grup, sehingga latihan itu menjadi satu hal yang sangat penting. “Kami melakukan latihan hingga tiga hari, selanjutnya mencari sendiri-sendiri. Hanya saja lebih banyak minta masukan dari penonton. Kebetulan, masing-masing dari kami memiliki pengalaman. Nah, adanya audisi ini, maka grup ini terbentuk. Tapi sebelumnya pernah meari bertiga, sehingga tidak kaku kalau ketemu di panggung karena sudah berteman dari dulu.

Dalam audisi hari pertama ini, hanya tampil 13 sekaa bondres dari 26 sekaa yang lolos mendaftar. Mereka itu adalah Megel Comedy (Sanggar Semara Girang), Kejengit Bondres, Nongcret Dewata, Comedy Kepo, Kleteg Bondres, Sanggar Seni Githa Ulangun, Sadu Mujur, BeTEL, Pabuan Grup, Ketawa Kenceng, Kaki Cs (Sanggar Dananjaya), Bondres Barong Langon dan Medangga Bondres. [B/*]