Para Housekeepers Bali “Melukat” di Pura Campuhan Windhu Segara Padang Galak

 Para Housekeepers Bali “Melukat” di Pura Campuhan Windhu Segara Padang Galak

Anggota IHKA BPD Bali “Melukat” di Pura Campuhan Windhu Segara Padang Galak/Foto: ist.

Pagi itu, para pekerja pariwisata di Bali, khususnya yang berprofesi sebagai seorang housekeeper tampak bersemangat, penuih dengan wajah sumringah. Mereka mengenakan busana adat Bali, seperti memakai kain, berbusana putih lengkap dengan saput dan udeng putih untuk para pria.

Saat itu, mereka bukannya membawa sapu, sikat, container, linen, alat pelindung ataupun alat pendukung, seperti kesehariannya. Melainkan, membawa sesajen (sarana upacara). Langkahnya, seirama dengan suara ombak serta hembusan angin pantai yang bersahabat. Sangat kompak.

Mereka berjalan menuju tempat suci sebagai bukti dan rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi, Tuhan Maha Esa dengan didasari hati yang tulus ikhlas. Mereka, melakukan upacara, membersihan jiwa dan raga sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan.

Itulah upacara “melukat” yang dilakukan oleh para anggota Indonesian Housekeepers Association (IHKA) BPD Bali di Pura Campuhan Windhu Segara Padang Galak, Desa Kesiman, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Minggu 21 Januari 2024. Pastinya, kegiatan ini bukan kali pertama.

Ritual melukat memang menjadi perhatian publik lantaran banyak dilakukan oleh masyarakat, belakangan ini. Melukat adalah sebuah ritual pembersihan diri yang biasanya dilakukan di pancoran, pertemuan dua sumber mata air (campuhan), maupun pantai.

Para Housekeepers Bali “Melukat” di Pura Campuhan Windhu Segara Padang Galak/Foto: ist.

“IHKA BPD Bali selalu aktif dalam agenda-agenda rutinnya. Mengawali tahun 2024 ini, IHKA Bali melaksanakan kegiatan sembahyang bersama team member, pengurus dan segenap jajaran exscom dengan menggelar Tirta Yatra,” kata Humas Koordinator IHKA Bali, Nyoman Roma Pujawan.

Di Pura Segara Windhu Campuhan Padang Galak para housekeeper ini hadir dengan niat dan keikhlasan yang sama untuk berdoa, memohon keselamatan kelancaran Bali pada umumnya, dan member serta anggota IHKA BPD Bali. Kearipan lokal Bali mesti dijaga bersama-sama.

Baca Juga:  Anak-anak Desa Adat Tanjung Bungkak Membuat Canang Sari dan Klakat Sudamala

Dalam bidang pariwisata Bali, kearifan lokal Bali yang unik menjadi daya tarik utama wisarawan disamping keindahan alamnya. Persembahyangan bersama ini sebagai salah satu event awal dari team Tri Hita Karana devisi Prahyangan, yang akan dilanjutkan dengan kegiatan lain nantinya.

Puluhan member ikut bergabung dalam kegiatan wisata spiritual ini, mulai dari jajaran manager sampai team staff hingga para vendor-vendor yang selalu ada dalam setiap kegiatan IHKA Bali. “Semoga doa kami direstui Hyang Maha Kuasa, dan selalu berimbas baik dalam dunia pariwisata Bali,” imbuhnya.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk memupuk rasa kebersamaan dan meningkatkan kualitas kerja. Kami memohon agar seluruh kegiatan IHKA di tahun 2024 ini selalu lancar, serta bermanfaat bagi anggota dan masyarakat,” kata Ketua Devisi Parhyangan, Ida Bagus Suamba.

IHKA BPD Bali “melukat” di Pura Campuhan Windhu Segara/Foto: ist.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk memupuk rasa kebersamaan dan meningkatkan kualitas kerja. Kegiatan spiritual ini dilaksanakan di Pura Campuhan Padang Galak, karena merupakan pertemuan semua unsur yang menyatu menjadi sebuah kekuatan.

“Hal itu sesuai pula dengan IHKA Bali yang hadir dari semua unsur, seperti dari anggota housekeeper yang ada di Bali, vendor, sekolah pariwisata dan masyarakat. Semua unsur ikut melukat, melakukan pembersihan diri dan mohon restu agar kegiatan dan agenda IHKA Bali di tahun 2024 ini bisa dimudahkan,” harapnya.

Para peserta sangat kompak mengikuti acara spiritual ini. “Di samping untuk memohon restu kepada Tuhan agar IHKA Bali tetap berjaya dan bermaanfaat untuk masyarakat Bali, Indonesia bahkan dunia,” ujar Wakil Ketua IHKA BPD Bali, I Komang Semadi dengan wajah bangga.

Menurunya, kegiatan “melukat” ini sangat penting di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai seorang housekeeper. Kegiatan spiritual ini, agar manusia memahami arti hidupnya sekaligus memperoleh ketenangan lahir serta batin.

Baca Juga:  Prasi dengan Daun Lontar Sangat Otentik Mesti Dipertahankan. Teknik, Pewarnaan dan Visualnya Perlu Dikembangkan

Sementara Wakil Tim Parhyangan, Nengah Ardita mengaku senang melihat para anggota IHKA Bali yang penuh semangat menjalankan agenda yang telah dijadwakan. Kegiatan ini implementasi dari Tri Hita Karana yang memang menjadi acuan dalam setiap kegiatan.

Selain melakukan persembahyangan untuk menguatkan diri dalam kebersamaan, juga menyerahkan alat-alat kebersihan kepada petugas di pura tersebut. “Kami menyerahkan alat-alat kebersihan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitarnya,” sebutnya.

Semoga ini berguna bagi masyarakat, dan IHKA Bali tetap eksis dalam setiap kegiatannya. IHKA itu tetap ada di masyarakat, walaupun kelompoknya ada di hotel. Selain, menjalankan tugasnya, IHKA Bali juga kembali ke masyarakat untuk mendorong tumbuhnya housekeeper- housekeeper muda. [B/nata]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post