1.100 Penari Menari Tari Sekar Jempiring Peringati Hari Tari Sedunia di Kota Denpasar

 1.100 Penari Menari Tari Sekar Jempiring Peringati Hari Tari Sedunia di Kota Denpasar

Tari Sekar Jempiring peringati Hari Tari Sedunia di Kota Denpasar/Foto: ist

Tari Sekar Jempiring sebagai tari penyambutan maskot Kota Denpasar tetap esksis hingga saat ini. Pada peringatan Hari Tari Sedunia, Sabtu 27 April 2024, tari ini ditarikan secara masal dengan jumlah penari 1.100 penari. Sederhana, namun penuh ekspresif.

Kawasan Pelataran Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar yang pusat peringatan tari tersebut, menjadi lautan penari. Mereka bergerak secara kompak penuh kebersamaan. Meski tanpa komposisis yang rapi, namun sajian seni ini sungguh menggugah para pengunjung.

Ribuan penari lokal, nasional dan internasional itu tumpah ruah berpartisipasi dalam peringatan yang dikemas dengan kegiatan bertajuk Naluriku Menari (NAME). Sementara, penonton tampak senang, berdiri berjejer seakan menjadi pembatas kalangan pentas para penari nan cantik itu.

Setelah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga didampingi Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memasangkan bunga kepada penari sebagai tanda pembukaan, peserta lalu menari.

Baca Juga:  SDN 17 Kesiman Peringati Hari Buku Sedunia dengan Buku Kreatif Anak Berdaya

Anak-anak siswa setingkat SMP, SMA, bahkan mahasiswa dan masyarakat bergerak dengan enerjik, terkadang pelan bagai bunga jempiring yang lembut. Saat itu, tak tampak penari professional ataupun pemula. Semuanya menari penuh semangat sesuai pakem tari yang ada.

Bunga jempiring atau yang biasa dikenal dengan bunga kaca piring dipilih menjadi maskot Kota Denpasar sejak tanggal 27 Februari 2002. Semenjak itu, tari yang dibawakan oleh penari wanita dijadikan tari penyambutan para tamu, termasuk menjadi bahan ajar di sangar tari.

Tari Sekar Jempiring yang digunakan dalam penyambutan tamu di setiap acara resmi Pemerintah Kota Denpasar, tercipta dari gagasan Bintang Puspayoga. Gagasan itu diterjemahkan oleh Ida Wayan Arya Satyani sebagai penata tari dan I Ketut Suandita sebagai penata tabuh.

Kegiatan yang pada tahun ini memasuki pelaksanaan ketiga, turut dihadiri Wakil Walikota, Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda, IB. Alit Wiradana, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, OPD terkait, para maestro dan penggiat seni di Kota Denpasar.

Baca Juga:  “Gamelan Digital” Lestarikan Seni Dengan Teknologi Solusi Kreativitas Dimasa Pandemi

Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Dharmawati Puspayoga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Naluriku Menari (NAME). Selain menjadi momentum pelestarian seni tari, ini menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat, terutama anak-anak dalam mengenal dan melestarikan seni.

“Kami sangat apresiasi antusias anak-anak dalam menarikan tarian Sekar Jempiring, ini merupakan bukti bahwa kesenian harus terus tumbuh berdampingan dengan kemajuan teknologi di era sekarang ini,” ujar Menteri Bintang Puspayoga.

Tari Sekar Jempiring peringati Hari Tari Sedunia di Kota Denpasar/Foto: ist

Walikota Jaya Negara menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus mendukung penuh terhadap penyelenggaran Naluriku Menari ini. Pelaksanaan NAME ini merupakan implementasi nyata dari Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

Maju yang selaras dengan sepirit Vasudhaiva Khutumbakam dengan semangat gotong royong bersama bersinergi untuk kemajuan Denpasar. “Ini kita gotong royong, ada penari lokal, nasional bahkan internasional yang terlibat,” ucapnya.

Baca Juga:  Menjaga Seni dan Harmonisasi dengan Alam

Konsep kota kreatif pada Kota Denpasar sebagai kota yang hidup. Hal ini memberikan kesadaran yang dinamis terhadap sumber daya alam untuk menggugah inovasi, sumber daya manusia untuk menggugah dinamika kultur dan sumber daya spiritual untuk menggugah kreasi.

“Acara ini menjadi salah satu agenda membangkitkan perekonomian dan kunjungan pariwisata serta memberikan ruang kreatifitas kepada para seniman. Naluriku Menari ini juga menjadi pemacu generasi muda untuk tetap produktif berkesenian,” sebutnya.

Naluriku Menari merupakan sebuah kegiatan yang ditujukan kepada pelaku seni tari dari berbagai genre. “Fokusnya menitikberatkan pada ruang kreatifitas dan eksplorasi dengan memberikan kesempatan tampil sebagai pengisi acara,” Kordinator Komunitas Seni Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha.

Kali ini dengan tema ‘Melodi Eterna Dalam Alur Waktu’ mengandung makna warisan budaya yang abadi dan tetap relevan seiring berjalannya waktu, sehingga mampu membangkitkan naluri dalam berkesenian untuk tetap dapat memberikan pesan dan rasa, melahirkan sesuatu yang baru dan memiliki makna atau pesan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada maestro tari serta pengisi acara. Kegiatan juga dirangkai dengan lomba-lomba tari dan penyerahan piala bergilir kepada pemenang lomba. [B/*/puspa]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post