HBI Gelar ‘Bartender Speed and Accuracy Challenge’ 2024. Cara Menunjukan Kompetensi Bartender Indonesia

 HBI Gelar ‘Bartender Speed and Accuracy Challenge’ 2024. Cara Menunjukan Kompetensi Bartender Indonesia

Dari kanan: Gede Adi Jaya, Dani, Jack (pegang mic) dan pengurus Sky Garden/Foto: doc.balihbalihan

Wah, para bartender ini memang handal. Mereka memiliki kemampuan dalam mengolah minuman dengan sangat cepat dan tepat. Tak hanya itu. Gaya dan ekpresinya, juga menarik serta memikat. Gaya dan geraknya, seirama dengan alunan musik hingga ke jiwa yang memikat.

Itulah kemeriahan ajang “Bartender Speed and Accuracy Challenge” yang berlangsung Sky Garden, Legian, Kuta, Senin 13 Mei 2024. Ajang kontes minuman ini digelar Himpunan Bartender Indonesia (HBI) berkolaborasi dengan Bar Times dan Sky Garden.

Sabanyak 32 bartender yang berasal dari Bali dan berbagai daerah di Indonesia ini menunjukan kompetensi mereka dalam kemampuan membuat product dengan waktu yang terbatas, dan dengan tingkat akurasi yang nyaris sempurna. Mereka tampak piawai dalam meracik minuman.

Model kompetisi terbaru ini memang menjadi sebuah tantangan bagi mereka yang berprofesi sebagai bartender. Dalam waktu sesingkat-singkatnya, mereka mampu mengolah minuman yang enak dan sesuai dengan kreteria yang ditentukan, sehingga menarik untuk disaksikan.

Baca Juga:  Pawai Budaya 'Samudra Cipta Peradaban' Sambut Delegasi World Water Forum di The Nusa Dua

“Bartender speed and accuracy challenge 2024 ini merupakan even perdana pada pengurusan baru HBI. Sebanyak 32 peserta ini ditunut kecepatan dan ketepatan dalam membuat minuman,” kata Ketua Panitia, Jack saat ketemu awak media, sebelum ajang bergengsi ini dimulai.

Kompetisi bertajuk “Break The Limit” ini masing-masing bartender dituntut menunjukan kompetensi mereka dalam kemampuan membuat product minuman dengan waktu yang terbatas dan dengan tingkat akurasi yang nyaris sempurna.

Menariknya, dua orang barternder saling berhadapan. Salah satu yang tercepat dan menghasilkan minuman terbaik akan tampil sebagai pemenang. Saat itu pula ada peserta yang langsung gugur. Lalu, para pemenang kemudian saling bertemu untuk menjadi pemenang kembali.

Saat tampil kedua, mereka membuat jenis minuman berbeda sesuai dengan ketentuan panitia, sebelum lomba dimulai. Hal ini juga menjadi tantangan para peserta, karena mereka langsung mengolah, tanpa proses mencoba sebelumnya.

Baca Juga:  Grand Istana Rama Hotel Aplikasikan Produk Budaya dengan Lomba Gebug Bantal

Demikian seterusnya hingga muncul satu pemenang tercepat. “Walau ini tingkat nasional, namun pesertanya lebih banyak dari Bali. Peserta luar daerah hanya diikuti oleh satu peserta dari Medan. Bali memang menjadi barometer untuk dunia bartender,” lanjut Jack menjelaskan.

Kalau untuk urusan bartender, Bali menjadi model dan tolak ukur, sehingga itu mungkin menjadi pertimbangan peserta luar tidak terlibat dalam ajang ini. Selain itu, Bali juga menjadi sentra penjualan koktail terbesar di Indonesia, sehingga melahirkan bartender-bertender yang kreatif.

“Padahal Jakarta, Bandung dan Surabaya memiliki dunia malam, namun belum ada mengirim para bartendernya. Sebelum ajang ini dimulai, teman-teman di luar daerah ada yang bertanya terkait kompetisi ini, karena model kompetisi ini memang baru,” jelas Jack.

Wakil Ketua HBI, Gede Adi Jaya menerangkan, kompetisi ini memang baru dan beda dari kompetisi sebelumnya. Jenisnya speed dan akurasi. Jadi, para bartender membuat minuman secepat-cepatnya. “Seorang bartender itu tak hanya mengandalkan speed, tetapi menyajikan yang enak,” imbuhnya.

Baca Juga:  UHA Gelar “Big Clean Up Day” Wujudkan Lingkungan Ubud Bersih dan Berkelanjutan

“Ini penting dilatih, karena ketika tamu ramai, maka bartender harus bisa membuat minuman secepat-cepatnya. Selanjutnya, menyajikan minuman itu dengan waktu yang minim pula. Ini cara untuk membangkitkan kunjungan wisatawan untuk datang ke Kuta,” lanjutnya.

Kecepatan para bartender ini betul-betul diuji dalam ajang ini. Dalam waktu berapa menit, para peserta sudah mampu menyelesaikan olahannya. “Secara umum, dalam waktu 2 menit bartender itu sudah bisa mengolah 5 jenis minuman,” ucap Adi Jaya seraya mengatakan jumlah anggota HBI saat ini 150 member, dan ada charpter di Temika, Irian Jaya.

Sementara Management Sky Garden, Dani mengaku senang sebagai tempat penyelenggaraan event yang disukai kaum millennial ini. Bahkan, profesi ini disukai kaum perempuan. Kompetisi ini pun melibatkan para bartender perempuan.

“Bartender Speed and Accuracy Challenge ini tak hanay mencari yang terbaik, tetapi juga sebagai ajang untuk memberitahukan kepada semua orang kalau Sky Garden sudah buka kembali meramaikan dunia malam di daerah Legian, kawasan wisata Kuta,” ucap Dani.

Sejak buka Januari 2023 lalu, Sky Garden memiliki wajah baru dan pemilik baru. Namanya tetap sama, karena sudah dikenal banyak palanggan. “Kami mengundang semua orang untuk menikmati hiburan musik sambil minuman di Sky Garden,” ajak Dani. [B/darma]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post