Eco Tourism Bali Dorong Industri Pariwisata Bali Ramah Lingkungan

 Eco Tourism Bali Dorong Industri Pariwisata Bali Ramah Lingkungan

Eco Tourism Bali dorong industri pariwisata Bali ramah lingkungan/Foto: ist.

Soal mewujudkan Bali yang ramah lingkungan, jangan hanya berteori deh. Lihat yang dilakukan Eco Tourism Bali. Sebagai salah satu stakeholder dalam industri pariwisata, Eco Tourism Bali mengajak industry pariwisata untuk bersama-sama mewujudkan Bali ramah lingkungan.

Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang secara kontinyu menggunakan produk turunan sawit dalam operasionalnya, sehingga sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan bertanggungjawab.

Karena itu, Eco Tourism Bali merasa perlu melakukan kerjasama dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Penandatanganan kerjasama itu dilakukan oleh Pendiri Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana dan Mahatma Windrawan, Deputy Director Market Transformation RSPO Indonesia.

Penandatanganan ketjasama itu berangsung di Desa Potato Head, Kuta, Bali, pada Rabu, 13 Juni 2024. Acara tersebut diisi pula dengan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) membahas tentang pengadaan produk minyak sawit berkelanjutan untuk industri pariwisata.

Baca Juga:  Tour Eropa, Man Kenyung dan Dubes RI Brussel Menari Bersama Rayakan Kemerdekaan RI Ke-74

Diskusi ini melibatkan sebanyak dua puluh perwakilan industri pariwisata sebagai peserta diskusi yang meliputi hotel, kafe, restoran, dan spa. Acara diskudi ini berlangsung hangat, dengan melontaskan ide masing-masing.

Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Nyoman Candrawati SH., M.Par. mewakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali memberikan sambutan lalu membuka diskusi tersebut.

“Saya percaya, bahwa kita dapat menjadi bagian dari solusi. Mulai dari peningkatan transparansi rantai pasok hingga memperluas penggunaan bahan pengganti yang ramah lingkungan. Banyak langkah yang dapat kita ambil untuk mengurangi dampak negatif dari produksi kelapa sawit,” katanya.

Menurutnya, penting bagi semua kalangan untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam mencari solusi-solusi yang dapat membawa perubahan yang positif. ”Ini penting dilakukan sevara bersama-sama,” ucapnya.

Baca Juga:  12 Ogoh-ogoh Terbaik Beraksi di Kawasan Patung Catur Muka Kota Denpasar

Suzy Hutomo menekankan tanggung jawab untuk membawa perubahan dan perbaikan bagi lingkungan Bali terletak pada kita semua. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran kolektif sebagai fondasi utama untuk mencapai keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, tanpa kesadaran ini, upaya apa pun untuk menjaga dan melestarikan lingkungan tidak akan maksimal. “Kita semua mestinya sadar menjaga lingkungan kita sendiri, sehingga bermanfaar bagi kehidupan,” ucapnya.

Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana yang akrab dipanggil Gua Agung menggarisbawahi, bahwa sawit adalah komoditas yang sulit dihindari. Terutama karena manfaatnya yang signifikan bagi industri pariwisata.

Gus Agung menekankan pentingnya penggunaan produk sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa industri pariwisata dapat terus berkembang tanpa merusak lingkungan.

Baca Juga:  Fakultas Pendidikan UNHI Denpasar Pusatkan Pengabdian Masyarakat di Jatim

Semua itu bisa dilakukan dengan komitmen terhadap keberlanjutan. “Dengan cara seperti iyu, kita dapat menikmati manfaat dari minyak sawit sambil tetap menjaga keseimbangan alam,” tambah pria ini serius.

Mahatma Windrawan menyatakan, industri pariwisata dan industri sawit merupakan kekuatan besar bagi perekonomian di Indonesia yang memiliki irisan kuat satu sama lainnya. Contohnya adalah penggunaan produk minyak goreng, perawatan tubuh, dan kecantikan.

Semua itu, sering didapat di hotel, kafe, restoran, maupun spa. “Bali dapat menjadi trendsetter bagi industri pariwisata domestik dan internasional untuk mengedepankan penggunaan produk-produk turunan sawit yang dihasilkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan pada kegiatan bisnisnya,” jelasnya.

Dengan kesamaan visi dan misi tersebut, sebuah komitmen bersama untuk pengadaan yang berkelanjutan di industri pariwisata ditandatangani oleh Eco Tourism Bali, Roundtable on Sustainable Palm Oil, dan Bali Tourism Board.

Baca Juga:  Wanita di Banjar Lebah Berlatih Membuat “Banten Otonan Tumpeng Pitu”

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang disesuaikan dengan Indeks Keberlanjutan yang telah disusun oleh Eco Tourism Bali, seperti kesadaran akan keanekaragaman hayati, perlindungan habitat alami, dukungan untuk konservasi keanekaragaman hayati, serta dukungan dan layanan untuk komunitas lokal.

Selain itu, diskusi juga bertujuan untuk membangun kesadaran mengenai pengadaan bertanggung jawab serta memberikan informasi bagaimana sawit dapat dikembangkan tanpa harus berdampak negatif baik kepada lingkungan maupun sosial. [B/*/darma]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post