Menu Baru Syrco Basè Ciptakan Perluasan Cerita yang Terus Berkembang

 Menu Baru Syrco Basè Ciptakan Perluasan Cerita yang Terus Berkembang

Chef Syrco Bakker luncurkan menu barunya/Foto: ist

Ketika jaman terus berkembang, kreativitas mesti terus bertambah. Apalagi di dalam dunia pariwisata, maka inovasi menjadi solusi untuk mendapatkan posisi. Lihatlah, Syrco BASÈ, pelopor culinary hub yang dikepalai oleh Chef Syrco Bakker yang pernah meraih 2 bintang Michelin, kembali meluncurkan menu barunya.

Setelah debut yang mengesankan di dunia kuliner Indonesia pada awal tahun, Syrco BASÈ menawatkan menu baru dengan menyesuaikan dengan perubahan musim sembari mempertajam fokus ke artisan Bali dan tradisi makanan arsipelago yang beragam. Menu terbaru itu sebagai bukti komitmennya terhadap prinsip ketransparanan, alami, dan ketertelusuran.

Syrco BASÈ Ku secara eksklusif menampung 14 tamu dan dipandu oleh Chef Syrco melalui perjalanan epicurean selama tiga jam untuk memberikan pengalaman gastronomi yang transendental. Ini dibuka pada malam hari, dan dua kali seminggu, ruang intim dengan pemandangan ke taman berisikan tumbuhan yang dapat dikonsumsi.

Di situ juga ada ‘taman bermain’ yang impresif bagi chef berkelas dunia untuk dapat mempertunjukan filosofi dan keahlian kulinernya. Menariknya, Ku merupakan ruang untuk chef dapat terkoneksi dengan para tamu sembari merangkai setiap momentum kuliner dengan cermat, serta membagi cerita mengenai orang-orang dan tempat di balik setiap sajian.

Baca Juga:  Swarga Suites Bali Berawa Luncurkan Armada Transportasi Ramah Lingkungan

Untuk menu baru di Ku, team Syrco BASÈ telah memanifestasikan cerita dan pilar intinya yang menarik melalui keahlian gastronomi. Pada pengalaman makan malamnya, pengunjung akan disajikan 18 momen kuliner yang dibagi dalam 6 bagian, dimulai dengan ‘Traditions’ dan ‘Bali Heroes’, diakhiri dengan ‘The Future’ dan ‘Indulgence’.

Para tamu akan berkesempatan mendapatkan pengalaman menakjubkan melalui sajian seperti Grouper (aloe vera, sambal ijo, tanaman segar yang baru dipetik ‘garden blooms’). Ini dapat membangkitkan pengalaman menyenangkan serupa memandang lukisan Water Lilies dari Monet, dan Tuna (tomat, jahe, kacang kenari) memberikan kesan taman Zen Jepang.

Chef Syrco Bakker luncurkan menu barunya/Foto: ist

Chef Syrco menjelaskan, konsep awal dari Ku merupakan bagian dari ide untuk menyanjung para artisan Bali, produk, serta kebudayaannya. “Menu baru ini akan menjadi perluasan untuk cerita kami yang akan terus berkembang,” kata Chef Syrco yang mengomentari menu dengan 18 sajiannya itu.

Mulai dari rasa hormat terhadap tradisi lokal, kebudayaan, dan agama serta kolaborasi harmonis, ke riset dan percobaan yang terus dilakukan serta proses pengembangan dan keinginan kami untuk terus memberikan kejutan dan kenikmatan. “Menu baru ini mempertunjukkan bagaimana kami hidup berdasarkan nilai dan kepercayaan yang dipegang teguh dan menyajikan ke piring,” paparnya.

Baca Juga:  Citadines Berawa Beach Edukasi Pengelolaan Sampah di Hari Pendidikan Lingkungan Hidup Sedunia

Dinding yang cantik berwarna terakota dan susunan panel kayu yang elegan di restoran dua lantai, Syrco BASÈ yang modern dan hangat berkapasitas 50 pengunjung. Tiga menu baru menyajikan yang terbaik dari Bali di atas meja, dilengkapi dengan ragam warisan tradisi kuliner Indonesia yang kaya.

Sementara untuk pasangan minuman yang secara professional diformulasi untuk Ku dan Restoran, pilihan minuman beralkohol dan 0% disajikan untuk merepresentasikan sajian minuman terbaik Nusantara. Sementara fine wine pairing disajikan merupakan hasil seleksi dari sommelier Noa Tanghe, sebelumnya menjadi anggota tim Chef Syrco saat di Pure C, Belanda.

Sementara Konsep Bali Heroes terdiri dari delapan momen yang menghormati tradisi Pulau Bali yang masih dijaga, seperti penggunaan marigold yang biasanya ditemukan pada sesembahan harian bagi para dewa, hingga keong yang dipanen di sawah lokal terdekat, merupakan sumber protein yang berharga bagi komunitas agraris Bali sejak berabad-abad yang lalu.

“Produk lokal terbaik dari Bali dipersiapkan dengan penuh penghormatan sehingga dapat tampil bersinar dan menekankan komitmen serta keahlian dari para produser dan spesialis yang sangat kami hargai,” ujar Chef Syrco.

Pada menu Plant BASÈ, kekayaan dan keragaman dari tanah Bali dibungkus dalam sembilan momen makan nabati (plant-based). Pada saat pembuatan konsep yang baru, tim Syrco BASÈ cermat meriset dan mencoba untuk terkoneksi dengan sejarah panjang dari area sekitar mengenai obat-obatan natural, yang dikenal oleh masyarakat tua Bali sebagai ‘ubad’ asal-usul nama Ubud.

Baca Juga:  FuramaXclusive Ubud Tawarkan Pengalaman Wisata Sehat di Tengah Keindahan Alam Ubud

Tamu dapat menantikan momen seperti PAPAYA, yang mengombinasikan buah-buahan lokal dengan kelapa muda, daun kari, yogurt kelapa, dan tempe. “Dengan konsep yang baru, kami ingin menonjolkan aspek kesehatan yang dihasilkan dari berbagai herba, buah, tanaman, bunga, serta sayuran yang dihasilkan dari tanah kaya negeri ini, termasuk yang tumbuh dalam taman kami,” tambahnya.

Sedangkan, Konsep Heritage merupakan konsep dengan nuansa selebrasi berbintang Michelin yang menggabungkan tradisi Bali dan Indonesia yang dikenal dan dicintai, terinspirasi dari kekayaan rasa dan tekstur yang tidak terhingga serta telah dipersiapkan dan diturunkan dari generasi ke generasi oleh para pemasak rumahan dari seluruh pelosok negeri.

Bintang dari menu baru ini adalah benang merah yang menyatukan 1.300 kelompok etnis di Indonesia, komponen paling penting dalam hampir setiap sajian Indonesia: sambal. Penyajian sambal yang disatukan dalam masakan atau pun sebagai pendamping, sehingga para tamu yang menyukai rasa pedas dapat menambahkan sensasi pedas sesuai rasa yang mereka inginkan.

Syrco BASÈ kemudian mengundang para tamu untuk mendalami salah satu komponen makanan paling penting di Indonesia. “Dari notes jeruk nipis sambal Andaliman, ke rasa umami yang kaya milik sambal Sulawesi Selatan yang mengandung ebi, dan rasa rustic bawang goreng dan bawang putih dari alam Bali, kami mengundang para tamu untuk berbagi rasa cinta terhadap sambal dan bahan-bahan pelengkapnya serta metode dan tradisi masyarakat Indonesia yang tidak bisa hidup tanpa sambal,” pungka Chef Syrco. [B/*]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post