The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya
The Sanur lepas tukik dengan prosesi budaya/Foto: bud
INI yang menarik dilakukan oleh The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection Sunrice saat memperingati World Turtle Day tahun 2026. Kegiatan melepas tukik (anak penyu) diawali dengan mebanten (menghaturkan sesajen) bermakna cinta kasih kepada semua makhluk.
Ritual ini tampak sederhana, tetapi memiliki makna mendalam, yakni untuk menyelaraskan hubungan manusia dengan alam (segara kerthi) untuk memohon keselamatan, memuliakan kehidupan, serta melestarikan populasi penyu yang terancam punah.
Itulah suasana pelepasan tukik di Pantai Sanur, tepatnya di depan resor tersebut, Sabtu 23 Mei 2026. Acara ini tak hanya diikuti oleh staff dan karyawan hotel, tetapi juga wisatawan, kelompok nelayan, prejuru Desa Adat Sanur serta masyarakat umum.
“World Turtle Day merupakan pengingat bahwa aksi kecil dapat memberikan dampak besar. Kami bangga dapat mendukung upaya konservasi penyu di Bali melalui pengalaman yang menggabungkan edukasi, keterlibatan komunitas, dan pariwisata berkelanjutan,” kata Vice President of Operations & Customer Relations The Sanur, Caitie Younghwa Lee.
Seluruh peserta tampak senang, mereka dating sejak pagi, jauh sebelum munculnya sunrise di ufuk timur. Pagi itu, orang-orang yang hadir menggunakan busana bernuansa putih, sehingga menjadi perhatian pengunjung pantai berpasir putih itu.
Saat menunggu pelepasan tukik, seluruh peserta disuguhi minuman dan kue selamat datang dengan suasana yang akrab penuh kebersamaan. Kegiatan pelepasan tukik untuk kedua kalinya, bekerja sama dengan Turtle Conservation and Education.
Ketika Caitie Younghwa Lee memberi isyarat, para peserta kemudian mengambil tukik-tukik yang disiapkan terlebih dahulu. Tukik-tukik itu disiapkan di dalam mangkuk dari batok kelapa yang antik.
Setelah semua memegang tukik, pemangku itu kemudian memimpin kegiatan menuju tepi pantai. pemangku menghaturkan sesajen, peserta yang melepas tukik itu telah berbaris rapi, dan setelah diberi aba-aba mereka melepas tukik secara bersamaan.
Tukik yang dilepaskan merupakan tukik lekang (Olive Ridley turtle), salah satu spesies penyu yang umum ditemukan di perairan Indonesia dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Inisiatif tahunan ini menjadi wujud nyata kepedulian kami terhadap kelestarian keanekaragaman laut serta upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan spesies yang terancam punah, termasuk penyu,” paparnya.
Perlindungan penyu sendiri telah menjadi isu global yang dibahas oleh negara-negara yang tergabung dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang mendorong adanya kesepakatan internasional untuk melindungi habitat flora dan fauna yang terancam punah.
Sejalan dengan hal tersebut, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mengatur perdagangan internasional spesies agar tidak mengancam kelangsungan hidupnya.
Dalam klasifikasinya, CITES membagi spesies ke dalam beberapa kategori, mulai dari yang sangat terancam punah dan membutuhkan perlindungan ketat, hingga spesies yang perlu diawasi agar tidak masuk ke dalam kategori terancam.
Penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keberadaannya membantu menjaga kesehatan terumbu karang dan padang lamun, mendukung keseimbangan vegetasi pesisir, serta mengontrol populasi ubur-ubur.
Oleh karena itu, pelestarian penyu menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan kehidupan di bumi. “Kami percaya bahwa wellness juga berarti menjaga lingkungan yang menopang kehidupan kita,” ujar Caitie Younghwa Lee.
Hal senada juga dikatakan General Manager The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Ed Brea, menambahkan, dirinya merasa bangga dapat melanjutkan inisiatif bermakna ini untuk kedua kalinya.
“Melalui kegiatan pelepasan tukik lekang, kami berharap dapat menginspirasi para tamu dan masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian laut. Sebagai destinasi tepi pantai, menjaga kehidupan laut bukan hanya tanggung jawab kami,” sebutnya.
Kegiatan ini juga bagian dari warisan yang dilestarikan untuk generasi mendatang, Melalui peringatan World Turtle Day ini, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection kembali menegaskan komitmennya menjaga lingkungan.
Sebagai pelaku industri hospitality yang tidak hanya menghadirkan pengalaman berkelas, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan didukung oleh kolaborasi bersama “The Sanur”, Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan, Turtle Conservation and Education Center, Tanamera Coffee, dan Alster Lake Clinic, kegiatan pelepasan tukik ini menjadi wujud nyata kolaborasi yang hadir dengan satu tujuan bersama, yaitu menjaga dan melindungi ekosistem laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Kehadiran Alster Lake Clinic dalam kolaborasi ini turut memperkuat pesan bahwa kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan saling berkaitan erat, sehingga pelestarian alam menjadi bagian penting dari kesejahteraan secara menyeluruh.
“Inisiatif ini diharapkan dapat terus menginspirasi kesadaran bahwa setiap langkah kecil memiliki dampak besar bagi masa depan bumi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Bali untuk generasi yang akan dating,” pungkasnya. [B]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali