July 30, 2021
Home Rangki Archive by category Ulasan

Ulasan

Ulasan
Jika ingin menjadi seorang penari dramatari arja, maka pelajarilah pupuh atau tembang macepat terlebih dahulu. Tembang dengan berbagai jenis ini mutlak harus dikuasai, sehingga tidak menghilangkan kekhasan atau karakter dari pertunjukan seni itu sendiri. Tembang Macepat atau Pupuh menjadi salah satu komponen penting dalam dramatari arja. Pupuh sebagai media ungkap alur Continue Reading
Ulasan
Bungbang merupakan jenis gamelan baru yang diciptakan oleh Alm. I Nyoman Rembang pada 1985. Bumbang yang lahir di Banjar Tengah, Desa Sesetan, Denpasar Selatan itu tak hanya sebagai barungan gamelan unik, tetapi juga memiliki spirit bagi warga desa setempat. Selain sebagai media untuk memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan, jenis gamelan ini juga mampu menginspirasi Continue Reading
Ulasan
Nama I Wayan Gede Arsana sudah tidak asing lagi di kalangan seniman tradisional Bali. Pria kelahiran Denpasar, 12 Oktober 1974 ini merupakan seniman karawitan yang suka berkolaborasi dengan pemusik luar daerah atau luar negeri. Karya seninya juga tak bisa dihitung dengan jari. Maklum, sejak menjadi siswa SMKI (kini SMKN 3 Sukawati), ia sudah mulai berkarya. […]Continue Reading
Ulasan
Jika ada waktu, tontonlah Sesolahan Seni Sastra (pegelaran) “Campuhaning Rasa” dari Sanggar Seni Tedung Agung Ubud di Chanel YouTube Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Sesolahan serangkaian Bulan Bahasa Bali 2021 sudah mulai ditayangkan sejak Jumat, 26 Pebruari 2021 pukul 16.00 Wita – 18.00 Wita. Ada dua karya seni yang disajikan yaitu Tabuh Pelegongan Klasik “Anglep Continue Reading
Ulasan
“Kaki kaki, i dadong kija, bin selai lemeng lakar Galungan, apang mebuah nged… nged…” Pernah mendengar barisan kata-kata itu? Itulah yang diingatkan kembali kepada masyarakat melalui garapan seni berbentuk Drama Teater ini. Garapan seni bertajuk “Kaki Kaki I Dadong Kija” itu disajikan oleh Sanggar Kelanguan serangkaian Bulan Bahasa Bali 2021 melalui chanel YouTube Dinas Continue Reading
Ulasan
Perdebatan tentang jalan menuju Hyang Maha Ada tidak pernah selesai sepanjang jaman. Bukan karena perdebatannya tidak mendapatkan titik temu, tetapi lebih pada perdebatan itu sendiri telah dikendalikan para pemegang kekuasaan. Jalan menuju Tuhan begitu banyak, sesuai dengan kecendrungan dan cara meniti hidup dari para panembah itu. Ada melalui pengetahuan yang membebaskan, Continue Reading
error: Content is protected !!