Mengolah Wabah Corona jadi Tembang Bali Pelipur Sepi

 Mengolah Wabah Corona jadi Tembang Bali Pelipur Sepi

Salah satu pencegahan yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah social distancing atau psyhical distancing yang keduanya mengharuskan setiap orang saling menjaga jarak. Segala aktivitas yang melibatkan orang banyak dihindari atau tidak dibolehkan. Kita di Indonesia dianjurkan berdiam di rumah. Di tengah ketercenungan pengisolasian diri ini, selain kita kembali tertegun mendengar kicauan burung liar, desah semilir angin menerpa dedauanan, dan ringkik jangrik di sela semak, beruntung kita masih dapat mendengar lantunan tembang.

Beragam jenis pupuh dapat kita simak keindahannya. Ada kumandang pupuh durma yang bernuasa menegangkan. Merintih tembang pilu dari pupuh semarandana. Mengalun pula elusan lembut watak kasih sayang pupuh ginanti. Seperti dikomando, kumandang beragam temang sekar alit itu semuanya bertutur tentang wabah penyakit pandemi corona. Selain itu, pun tidak hanya dengan olah vokal tradisional tembang saja, tema Covid-19 juga diekspresikan dengan ungkapan seni modern seperti lagu pop, dangdut, lawak, dan ada pula dalam pangejawantahan seni animasi.

Untuk menyimak semua itu, kita tinggal buka situs web berbagi video You Tube di telepon pintar atau di media internet digital laptop, tablet, dan PC (Personal Computer). Dalam situs web yang memungkinkan penggunanya mengunggah, menonton, dan berbagi video itu, belakangan, kalau kita berselancar mencari topik Covid-19 yang sedang menguncang dunia ini, akan banyak dipergoki kreativitas seni unggahan semeton Bali. Kelengkapan aplikasi video yang ditanamkan pada HP pintar yang intim berada dalam genggaman masyarakat pada umumnya ini, memberikan peluang mudah dan gampang memediasosialkan segala sesuatu dan segala tetek bengek, dari yang fakta hingga hoak.

Akan tetapi, sejauh ini, bunga rampai ekspresi seni, khususnya seni olah vokal tembang yang diunggah di You Tube tersebut, tampaknya merupakan bentuk kepedulian, simpati dan empati atas keperihatinan yang sedang dihadapi masyarakat Bali. Simaklah video berdurasi enam menit yang berjudul “Merana Karena Corona”. Karya seni yang diunggah tanggal 10 April ini dibawakan oleh sepasang muda-muda lewat pupuh durma dalam sajian pesatian berpasangan. “Gumi gering antuk merana corona”, lantun si perempuan dengan bait pembukanya. Ditimpali elaborasi kontektual oleh si pria dalam bahasa Indonesia, “Dunia sedang berduka, dicengkeram wabah penyakit virus corona yang mematikan. Masyarakat Jawa menyebut malapetaka ini pageblug, sedangkan di Bali dikenal dengan istilah grubug. Sejarah mencatat, kehidupan manusia di bumi, sejak lampau telah berkali-kali diluluhlantakkan oleh teror penyakit mengerikan.”

Sementara itu pengunggah video sepasang ibu dan bapak yang berasal dari Jembrana tampil dengan gaya rumahan, santai sembari majejahitan sarana bebantenan. “Gering agung manibenin, akeh panjak sane pejah”, buka dua bait lantunan si ibu menggunakan pupuh semarandana yang berwatak nelangsa. Si bapak memberikan pemaparan dalam bahasa Bali yang pada intinya sangat merasa takut dengan prahara yang sedang mewabah dan bersedih atas begitu banyaknya manusia menemui ajal dalam waktu singkat. Pupuh semarandana cilinaya yang memiliki cengkok nestapa khas Bali Barat ini, bila videonya diikuti sampai usai, sungguh menyentuh relung kalbu, mengiris kepedihan sanubari.

Empati dan kegundahan hati atas wabah corona ini juga diungkapkan dalam video seorang dara belia Desa Mundeh Kangin, Tabanan, melalui tembang pupuh pucung. “Keneh inguh ngenehang gumine ratu,” tutur sang dara mengawali lantunannya dengan liukan nyanyian yang sederhana dan polos. Menembang secara tunggal menggunakan kebaya kuning, disampaikan kegelisahannya terhadap ancaman virus corona. Pesan moral tembang ini mengharap corona segera berlalu dan ketenteraman dapat direguk kembali. Dalam teater Arja yang berkisah dengan sekar alit, pupuh pucung memang biasanya digunakan untuk berdiolog atau bernarasi sebagai ilustrasi suasana kejiwaan yang damai.

Masih ramai dijumpai sejumlah video di You Tube dengan topik corona melalui ungkapan tembang. Ada yang hadir dalam kemampuan menembang yang bersahaja dan terdapat pula penembang sekar alit yang piawai. Demikian pula pengambilan dan kualitas visualnya, ada yang apik dan banyak yang ala kadarnya. Hal ini juga tampak pada video dalam ungkapan lagu modern pop dan dangdut. Namun demikian, semua ungguhan video itu mengundang haru dan rasa kebersamaan, senasib dalam melawan wabah Covid-19. Bahkan dalam kesedihan ini, kita diajak melipur lara, agar tak larut digerogoti paranoid akut yang menggerus ketenteraman hati. [B]

Kadek Suartaya

Pemerhati seni budaya, staf pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tinggal di Sukawati, Gianyar.
E-mail: ksuartaya@gmail.com

Related post

28 Comments

  • Hey there, You’ve performed a great job. I’ll definitely digg it and individually recommend to my friends. I am sure they’ll be benefited from this web site.

  • Currently it seems like Drupal is the top blogging platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  • This post does a great job of presenting the topic in a easy-to-understand but still valuable way, because the organization, phrasing, and overall tone make it comfortable to follow while also encouraging a constructive and positive conversation in the comments section.
    anal sex porn pills buy amoxicillin

  • Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  • Excellent post. Keep posting such kind of info on your page. Im really impressed by your blog.

  • Hey there, You have performed an excellent job. I’ll certainly digg it and for my part suggest to my friends. I’m sure they will be benefited from this web site.

  • Excellent pieces. Keep writing such kind of information on your site. Im really impressed by your blog.

  • At this time it appears like Expression Engine is the preferred blogging platform out there right now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?

  • Wow that was unusual. I just wrote an really long comment but after I clicked submit my comment didn’t show up. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyways, just wanted to say wonderful blog!

  • Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  • At this time it sounds like Drupal is the best blogging platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  • An independent starting point for cryptocurrency reading, with no promise of returns and no claim of official affiliation.

  • Explore why wallet backups and recovery procedures are important topics in cryptocurrency education.

  • A cryptocurrency reference collection for further reading, independent of Bitcoin.com and any wallet or exchange provider.

  • Explore the role of authentication, backups and source verification in discussions about digital asset security.

  • Explore the meaning of common digital asset terms without assuming that every cryptocurrency follows the same design.

  • Explore why wallet backups and recovery procedures are important topics in cryptocurrency education.

  • An independent collection of reading references on blockchain structure, transaction history and the limits of simplified analogies.

  • Cryptocurrency news is easier to assess when reporting, analysis and advertising are treated as different kinds of information.

  • Begin cryptocurrency research by identifying the subject, defining unfamiliar terms and checking the scope of each explanation.

  • Technical explanations are easier to evaluate when they state their assumptions and provide enough context for the reader.

  • Headlines are only a starting point. Cryptocurrency research benefits from reading the underlying announcement or technical explanation.

  • This reading theme concerns Bitcoin fundamentals and digital asset terminology. Individual sources should be evaluated on their own merits.

  • Follow digital asset discussions with a habit of checking sources and distinguishing confirmed information from speculation.

  • An educational reading theme about transaction processing, including the questions behind confirmation times and fee selection.

  • Explore the vocabulary of blockchain systems, from transactions and blocks to validation and network consensus.

  • Transaction fees are easier to discuss when the network, transaction type and current conditions are clearly identified.

  • The writing style in this post feels very natural and approachable, since the ideas are explained in a clear and organized way that keeps readers interested while also encouraging thoughtful interaction in the comments.

    https://sholom-aleichem.kiev.ua/sklo-stalo-idealno-a-svitlo-zipsuvalosia-de.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *