January 23, 2022
Agenda

I Made Oka Astawa Pamerkan 57 Karya di Lv8 Resort Hotel, Canggu Bali

Sempat nengok pameran seni di Lv8 Resort Hotel, Canggu Bali? Adalah perupa I Made Oka Astawa yang menggelar pameran tunggal, tepatnya di Lobby, Restoran, Koridor Lantai 1 hotel tersebut. Pameran derngan tema “Land of Paradise” telah berlangsung dari, 1 Oktober 2019, dan akan berakhir hingga 1 Maret 2020. “Saya memajang sebanyak 57 karya untuk pameran kali ini. Temanya, seputaran alam ecologi yang meliputi unsur-unsur alam, seperti tanah, air, api, dan udara,” kata Oka Astawa, disela-sela acara pemeran itu.

Dalam karya seni rupanya itu, perupa asal Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan ini lebih fokus mengangkat tema sawah, pertanian dan petani. Karya seninya itu lebih banyak mengkritik tentang keberadaan sawah kini. “Seni merupakan media yang sangat halus untuk menyampaikan sebuah kritik. Tapi, bisa sangat menohok bagi penghayatnya. Lukisan mempunyai unsur artistik dan estetik yang bisa membuat penghayatnya menyelami dan masuk kedalam pesan yang ingin disampaikan dalam lukisan. Kritik melalui seni adalah kritik terhadap jiwa,” sebutnya.

Seniman kelahiran Tabanan, 6 Juni 1989 itu mengatakan, karya seni rupa yang dipamerkan di Lv8 Resort Hotel itu hanya sebagian dari jumlah karya yang dikoleksinya. Beberapa karya lukisan masih tersisa yang kini menjadi hiasan studio miliknya. Hampir seluruh karyanya itu beraliran abstrak ekspresionis. “Jujur, gaya abstrak ekspresionis ini membuat saya lebih bebas dalam berimajinasi dengan goresan dan warna. Aliran ini juga bisa multitafsir bagi para penghayatnya, sehingga menjadi menarik untuk menafsirkannya,” ucapnya senang.

Pameran kali ini, memang bukan yang pertama bagi Oka Astawa. Sebelumnya, ia biasa menggelar pameran di dalam negeri dan berapa kali di luar negeri. Diantaranya, “A Cup of Warmth”, Joshua Distric, Bali (2019), “Art Gri(eve) Culture” Studio Kalahan Yogyakarta (2018), “Human and Nature Relationship” Bloo Art Space Bali dan “Palemahan” Santriyan Gallery Sanur (2017), “Ecoko Green Project #2” Bloo Art Space Bali dan “Ecoko Green Project #1” Lingkara Photo Art Gallery Bali (2016) dan di beberapa tempat di Yogyakarta. “Saya memang hobi melukis sejak kecil,” ucapnya.

Pria single ini mengaku, sejak kecil memang sudah bercita-cita menjadi pelukis. Ia merasa, dengan melukis bisa bebas, tidak ada aturan yang mengikat. Saat menjadi siswa SD, ia sudah senang dengan melukis. Seni dan olahraga adalah dua pelajaran yang memang disenangi. Karena itu, ia biasa dipercaya mewakili sekolah untuk mengikuti lomba melukis. “Seni itu bisa membuat saya merdeka mengekpresikan apa saja, tidak ada aturan dan tidak ada yang menyalahkan. Lukisan adalah anak batin yagg tiada duanya,” imbuhnya.

Oka Astawa mengaku, masa kecilnya suka berbain di sawah sambil menemani ayahnya menggarap lahan sawah. Masa-masa kecil lebih banyak bermain di alam terbuka bersama teman-teman, seperti serunya bermain di sungai, sawah dan tegalan. Pengalaman unik mencari belut di sawah tidak akan pernah terlupakan. Pengalaman masa kecil itu, terkadang menjadi inspirasi di dalam menungkan ide-ide ke dalam karya seni. “Melukis adalah mengekpresikan perasaan, menyalurkan emosi, memotivasi jiwa, melatih kepekaan dan imajinasi, sebagai media repleksi diri, dan yang paling penting untuk memerdekakan jiwa,” tutupnya. (Ar/AD)

Related Posts