January 23, 2022
Agenda

Pawai PKB 2020 Tampilkan Tari Legong Sad Kertih

Peed Agung atau Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42 akan dilaksanakan pada 13 Juni 2020. Prosesi seni yang melibatkan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo. “Pawai PKB akan menampilkan Legong Sad Kertih, merupakan garapan baru hasil rekonstruksi maestro tari Ni Ketut Arini,” kata Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang juga Koordinator Tim Kurator PKB 2020 Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, Selasa 11 Pebruari 2020.

Legong Sad Kertih itu akan mengawali rangkaian Pawai atau Peed Agung PKB 2020 dan menggantikan garapan Ketug Gumi dari ISI Denpasar yang selama ini telah rutin mengawali rangkaian pawai. “Untuk Pawai PKB tahun ini, tidak lagi menampilkan kesenian terlalu berat dan besar, namun mencoba memakai Legong yang gerakannya melankolis dan gerak-gerak legong yang lincah sesuai tema PKB yakni Atma Kertih, Penyucian Jiwa Paripurna,” papar Prof Arya yang saat itu memimpin rapat pemantapan materi pawai, parade, dan lomba PKB 2020 di Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali.

Dari Legong Sad Kertih itu, jelas Prof Arya penonton dapat menyaksikan sejumlah gerakan-gerakan tari Legong yang mungkin tidak biasa dijumpai dalam tari Legong saat ini. Karena memang dalam Legong Sad Kertih merupakan hasil rekonstruksi sejumlah tari Legong klasik. “Pawai PKB tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan bantuan dana pelaksanaan Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) 2020 kepada semua kabupaten/kota di Bali,” imbuhnya.

Bantuan dana ini, jelas pria asal Pupuan Tabanan itu, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas garapan yang akan ditampilkan. “Masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp225 juta. “Dari hasil evaluasi, peserta pawai PKB selama ini cenderung asal ikut saja. “Alasan mereka mengapa memberikan tampilan yang kurang bagus karena tidak ada atau minim biaya,” jelas pria asal Kabupaten Tabanan itu.

Namun, untuk memperoleh bantuan dana pawai dalam PKB ke-42 ini, harus mengikuti penilaian proposal atas penciptaan karya seni untuk tiga kategori garapan yang dilombakan, yakni Kategori Garapan Lambang Daerah (Identitas Daerah), Kategori Koreografi Kolaborasi Bertemakan Atma Kerthi, dan Kategori Koreografi Tematik (hasil eksplorasi budaya khas kabupaten/kota).

Guru besar seni karawitan itu lalu menegaskan, yang memiliki konsep garapan terbaik ditiap kabupaten/kota akan mendapatkan dana bantuan pawai dari Pemerintah Provinsi Bali. Untuk Kategori Garapan Lambang Daerah akan mendapatkan hadiah Rp50 juta, Koreografi Kolaborasi Bertemakan Atma Kerthi (Rp100 juta) dan Kategori Koreografi Tematik masing-masing diberikan uang Rp75 juta.

Kepala Bidang Kesenian dan Tenaga Kebudayaan Disbud Bali Ni Wayan Sulastriani yang mendampingi Prof. Arya itu menambahkan, akan ada tim dari Disbud Provinsi Bali yang akan menilai sejumlah proposal garapan disetiap kabupaten/kota. Penilaian itu, untuk menentukan yang terbaik dan berhak memperoleh uang untuk garapan Pawai Pesta Kesenian Bali,” ucapnya.

Sulastriani berharap dengan diberikan dana dari Pemerintah Provinsi Bali senilai lebih dari Rp2 miliar itu, maka sajian yang ditampilkan dalam Pawai PKB atau yang tahun ini dinamakan Peed Agung bisa lebih mantap. “Kriteria pawai harus benar-benar ditepati oleh para penggarap karena di sana banyak mengandung unsur-unsur kreativitas dan penciptaan,” ujarnya dalam rapat yang dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dari sembilan kabupaten/kota di Bali itu. (B/AR/AD)

Related Posts