December 1, 2020
Destinasi

SPB Borneo Beri Kesempatan Generasi Muda Kalbar Belajar Pariwisata

Masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) utamanya para remaja lulusan SMU/SMK dan sederajat tidak perlu jauh-jauh datang ke Bali, Bandung, Makasar ataupun Jakarta untuk belajar pariwisata. Cukup datang ke, Pontianak karena Ibukota Kalimantan Barat (Kalbar) itu telah memiliki tempat belajar pariwisata, yakni Sekolah Pariwisata Bali (SPB) Borneo. SPB Borneo ini terletak di Jalan Arteri Supadio, Komplek Ruko Mitra Graha no.3-4, Kec. Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. SPB Borneo resmi dibuka dan beroperasi pada Minggu, 23 Pebruari 2020.

Pembukaan SPB Borneo tergolong istimewa karena dirangkaikan dengan pelaksanaan event Borneo Tourism Festival 2020. Event ini berlangsung selama 2 hari (22-23 Februari). Kegiatan itu dimeriahkan dengan lomba English Speech Contest, seminar, Cooking Challenge tingkat SMA/K, PKK/Umum, dan PHRI, serta Pelantikan Pengurus Indonesian Chef Association (ICA) BPD Kalimantan Barat. Acara dilanjutkan dengan Meet and Great dengan Chef Juna, Chef Henry Bloem, dan Chef Tedun. Acara yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak dirangkaikan dengan dinner dan entertainment.

Pada hari kedua, digelar Grand Opening SPB Borneo bertempat di SPB Borneo, Minggu (23/2). Pada saat itu juga diisi penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan dihadiri pula Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kalbar, sejumlah General Manager Hotel, anggota ICA, Manajemen IPB Internasional, dan sejumlah undangan lainnya. “Berdirinya SPB Borneo ini sekaligus merupakan pionir Kampus Perhotelan di Kalbar. Kami harapkan dapat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang kepariwisataan yang unggul untuk memajukan pariwisata di Kalbar,” kata Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. I Gede Nyoman Astina, M.Pd,CHA,CHF yang membawahi SPB dan STPBI Bali.

Astina mengatakan, SPB Borneo merupakan adaptasi dari sekolah Perhotelan Bali. Mulai dari proses pembelajaran, pelatihan, penempatan magang, penyaluran tenaga kerja, dan lainnya yang semuanya merujuk pada STB Bali. Sejalan dengan itu SPB Borneo juga mengambil konsep 1 stop learning yang artinya semua kebutuhan mahasiswa ada di SPB Borneo. “Berdirinya SPB Borneo ini dapat mencetak tenaga kerja dibidang perhotelan di Kalbar yang makin berkembang pariwisatanya. Artinya kebutuhan tenaga kerja pariwisata pasti makin meningkat. SPB Borneo memastikan akan mengambil peran menciptakan dan menyediakan tenaga kerja professional bagi kebutuhan pengembangan pariwisata di Kalbar,” ungkapnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menjelaskan, sejak beberapa tahun lalu pihaknya berharap ada institusi dibidang perhotelan dan pariwisata yang berdiri di Kalbar. “Saya bersyukur karena pada akhirnya SPB Borneo hadir. Saya mengapresiasinya dan menaruh harapan pada lembaga ini untuk kemajuan kepariwisataan di Kalbar. Kami berharap peserta didik di SPB Borneo juga dapat mengolah hasil pangan daerah agar lebih bernilai ekonomis. Karena kalbar juga kaya akan hasil pangan seperti ikan air tawar,” harapnya.

Direktur SPB Borneo, I Gusti Agung N. Winda, BBA,MBA, CHT juga menuturkan, SPB Borneo memiliki 50 orang mahasiswa untuk tahun ajaran 2020/2021. Program studi yang dibuka adalah Program Basic Level 1 tahun & Program Middle level 2 tahun dibidang Housekeeping, Food Production serta Food and Beverage Service. Selain itu ada Program 1 tahun Cruiseline (kapal pesiar), ada program untuk Waiter, Bartending, Cook dan Hotel Steward. “Keunggulan SPB Borneo adalah Program Magang dan penempatan kerja ke Bali, Malaysia, Singapore, Thailand, dan juga sejumlah Kapal Pesiar terkenal,” bebernya.

Selain itu, SPB Borneo juga merupakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bidang pariwisata dan perhotelan yang memiliki sarana dan prasarana pelatihan yang bertaraf international. Pelatih SPB Borneo berasal dari praktisi pariwisata dan perhotelan yang telah memiliki profesionalisme dan pengalaman kerja dibidangnya masing-masing. Proses pembelajaran terdiri dari kelas teori dan praktik yang dilaksanakan di LPK dan industry. “Hasil pelatihan, siap kerja karena sudah memiliki sertifikat professional melalui Pelatihan atau Praktek Kerja Nyata serta Sertifikat Kompetensi Kerja,” imbunya seraya mengatakan, SPB Borneo beroperasi di Kalbar berada dibawah Yayasan Santi luhur, dengan Ketua Yayasannya Ibu Santi, S.E. (B/*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *