November 27, 2021
Kreasi

PKB Absen di Tahun 2020

Pesta Kesenian Bali (PKB) yang sedianya digelar 13 Juni- 11 Juli 2020 ditiadakan. Kepastian itu setelah keluarnya surat Gubernur Bali Wayan Koster tertanggal Selasa 31 Maret 2020, bernomor 430/3287/Sekret/Disbud, perihal pemberitahuan penyelenggaraan PKB XLII tahun 2020 ditiadakan. Mengingat dalam surat pemberitahuan ini disebutkan batas waktu masa darurat nasional yang berakhir 29 Mei 2020, maka segala persiapan kegiatan dipastikan tidak bisa optimal. “Benar setelah mendapat masukan Bupati/Walikota se-Bali, karena kondisi pademi Ccovid -19, PKB tahun 2020 ditiadakan, ” kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, Selasa (31/3).



Keputusan ini memang tidak mudah. Bapak Gubernur setelah berdiskusi dengan bupati/wali kota se-Bali dan Ketua DPRD sepakat untuk meniadakan PKB tahun ini. Beberapa pertimbangan untuk meniadaan PKB, karena arahan dan kebijakan Presiden RI Joko Widodo agar pemerintah dan pemerintah daerah fokus dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. “Kondisi ini mendorong seluruh negara termasuk Indonesia melakukan upaya serius dalam menanggulangi penyebaran Сovid-19 dengan menempuh berbagai kebijakan termasuk ‘social/physical distancing’ sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ucapnya.

Sempat diperbincangkan untuk mengundur PKB. Tetapi, kalau mundur, ada beberapa kegiatan budaya lainya akan terbentur waktunya. Pada Oktober ada Festival Bali Jani. Beberapa kegiatan besar lainya juga dibatalkan, misalnya pertemuan raja-raja nusantara dan rencana festival budaya dunia. “Sebagian besar masukan dari bupati dan walikota yang mengusulan, kalau dipaksakan digelar pada bulan Juli dan Juni, kebanyakan tidak siap. Hal ini terkait juga kapan status corona ini berakhir. Karena tidak ada kepastian itu, upaya persiapan pun tidak bisa optimal. Untuk itu masukan para bupati dan walikota sepakat PKB tahun ini ditiadakan,” jelasnya.

Untuk PKB tahun 2021, lanjut Kun Adnyana akan tetap mengusung tema PKB ke 42, yaitu “Atma Kerti, Penyucian Jiwa Paripurna” dengan kegiatan yaitu pawai, lomba, lokakarya, parade, pagelaran, pameran dan anugerah pengabdi seni. “Sesuai aturan, karena ada pembatalan PKB tahun ini, apabila ada kegiatan yang sudah terlaksana terkait persiapan, tetap di biayai. Akan tetapi, bagi pembiayaan yang sifatnya dibayarkan setelah penampilan, belum bisa dicairkan,” tutupnya. (B/*)

Related Posts