January 22, 2022
Agenda

“Dunia Esok Hari” Pameran Online Karya Mahasiswa Selama Pandemi

Gurat Institute (GI) melalui Gurat Art Project, lembaga independen yang bergerak dalam bidang seni dan budaya menyikapi kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melalui aktivitas bersenirupa. Program yang ditawarkan, berupa platfom pameran bersama yang menyasar dunia pendidikan seni rupa, yakni para mahasiswa seni rupa dan juga mahasiswa lintas disiplin yang memiki kreativitas dalam bidang seni rupa. “Kami menamai program ini “GI_Arscademia”. Mahasiswa tentu saja terdampak pandemi ini, sehingga harus belajar dan berpraktik seni rupa di rumah masing-masing,” kata Kurator, I Made Susanta Dwitanaya, Senin, 4 Mei 3030.

Susanta demikian biasa ia disapa mengatakan, GI_Arscademia adalah program pameran bersama dengan platform online yang mengundang para mahasiswa seni rupa lintas kampus di Indonesia untuk berpameran bersama, baik dengan platform online selama pandemi maupun pameran konvensional pasca pandemi. GI_Arscademia seri pertama ini mengangkat tema “Dunia Esok Hari”. “Tema ini sebuah ajakan untuk para generasi muda, mahasiswa seni rupa untuk membangun visi yang optimistik, dalam memproyeksikan kehidupan dan dunia yang pasti lebih baik dan penuh harapan di tengah bayang-bayang berbagai krisis yang melanda dunia, sebagai dampak pandemi berkepanjangan ini,” terang pria asal Tampaksiring ini.

Dalam kondisi ini, sebuah kreativitas sangat penting untuk digerakkan. Bukan dalam rangka terlena dalam mimpi dan imajinasi kosong, serta kehilangan kewaspadaan di tengah pandemi. “Jika kita cermati lebih jauh dalam kondisi pandemi yang menyerang umat manusia ini, seni dapat menjadi saluran untuk menyuarakan hal-hal positif. Bahkan optimisme untuk mengobati batin kita yang resah. Tak hanya soal pandemi, tapi soal berbagai berita dan informasi serta spekulasi yang simpang siur, hoax tentang berbagai hal di sekitar pandemi, yang memancing kita untuk berdebat dalam kepanikan mengubur fakta fakta yang tengah terjadi,” paparnya.

Singkat kata, seni dapat menjadi katarsis dan filterisasi personal menghindarkan diri dari serbuan informasi yang menyerang tanpa henti membuat orang berpaling dari akal sehat, dan sebuah optimisme dan motivasi untuk kita bersama sama bahu-membahu menghadapi pandemi ini. Setidaknya medium seni dapat menjembatani upaya-upaya tersebut. “Persyaratannya, untuk Peserta para mahasiswa seni rupa lintas kampus se-nusantara. Karya seni rupa itu, dapat 2 Dimensi, 3 Dimensi, Intermedia, dan media baru, yang pasti karya itu hasil refleksi personal atas tema ; Dunia Esok Hari,” ucapnya.

Masing-masing peserta boleh mengajukan lebih dari satu karya sebagai bahan seleksi yang dikirim berupa image dan dapat juga berupa motion image. Foto Karya paling lambat diterima pada tanggal 30 Juni 2020 melalui via email ke: gi.arscademia@gmail.com yang dilengkapi caption: nama peserta, kampus, judul dan keterangan karya serta harga karya, serta CV personal. Pameran akan dilaksanakan secara online melalui instagram @guratartproject mulai tanggal 10 Juli 2020. “Jika ada karya yang terjual dalam pameran ini maka 20 % (persen) dari hasil penjualan karya akan disumbangkan bagi warga masyarakat yang membutuhkan dan terdampak pandemi,” imbuhnya .

Susanta mengatakan, setelah pandemi berakhir dan penjarakan sosial tak lagi diterapkan, maka Gurat Institute akan mengupayakan adanya pameran di sebuah ruang seni di Bali. Karya-karya yang masuk akan diseleksi dan dipilih 5 karya terbaik untuk mendapatkan Art Award. Kami berharap, project ini juga diniatkan dapat membuka sebuah forum kerjasama mahasiswa seni rupa lintas kampus yang bersifat berkelanjutan,” harapnya. [B/*]

Related Posts