November 28, 2021
Agenda

“Megandu” Sambut HUT Museum Subak Tahun 2020

Pernah menyaksikan atau terlibat dalam permainan tradisional Megandu? Bergabung dan ikutlah dalam kegiatan permainan tradisional yang digelar Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan yang bakal digelar di areal persawahan Museum Subak akhir Agustus 2020. Kegiatan budaya agraris itu akan mengangkat permainan tradisional “Megandu” yang memang merupakan permainan asli dari Daerah Lumbung Beras ini. “Kegiatan budaya dalam rangka menyambut Hari Ulang tahun (HUT) Museum Subak itu bakal digelar akhir Agustus 2020,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Drs. I Gusti Ngurah Supanji., M.Si di Museum Subak, Rabu 5 Agustus 2020.



Kegiatan ini akan menjadi manarik, sebab pengunjung khususnya anak-anak tak hanya dapat menonton, tetapi juga bisa terlibat dalam permainan itu. “Selain sebagai salah satu cara untuk mensosialisasikan kegiatan museum, acara ini juga untuk mengangkat kembali permainan tardisional anak-anak khas Kabuapaten Tabanan, khususnya dibidang agraris. Kami juga bermasksud melaksanakan berbagai kegiatan budaya di Kabupaten Tabanan dengan menampilkan narasumber, sehingga dapat memperkenalkan kepada lingkungan setempat, dimana museum ini berada di Banjar Dinas Sanggulan dengan suasana agraris,” ucapnya.

Kadis Supanji mengatkan, Dinas Kebudayaan berusaha menggali permainan Megandu dalam rangka untuk mendaftarkan permainan itu sebagai warisan budaya tak benda. Untuk tahap awal, dalam undang-undang kebudayaan, permainan ini dimasukan ke dalam Pokok-pokok Pemikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Tabanan. “Megandu ini merupakan permainan tradisional kearipan lokal, pasti mampu menarik minat generasi muda. Kami berharap bisa cepat mendaftarkan, sehingga jangan sampai kearipan lokal di Tabanan ini diakui daerah lain,” paparnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Subak, Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani mengatakan, ada banyak kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Museum Subak tahun 2020. Ada kajian koleksi ketungan bersama pakar dari Listibia dan akademisi. Ketungan itu dikaji, lalu diseminarkan lalu ditulis dan dijadikan buku, sehingga mempunyai satu data yang detail tentang koleksi Museum Subak. Selain itu, juga melaksanakan permainan tradisional yang berkaitan dengan subak yang akan menampilkan permainan tradisional Megandu yang terkait dengan subak, disamping juga permainan lain.



Permainan Megandu akan dibuatkan film, sehingga memiliki koleksi yang detail, mulai dari proses membuat peralatan permainan itu sendiri sampai melakukan permainan itu sendiri. Untuk tahun ini hanya ada satu untuk kajian koleksinya. Hal itu berbeda pada tahun sebelumnya yang mengkali tiga koleksi. “Kami juga menggelar seminar focus pada permainan Megandu. Setelah itu, juga akan dibuatkan buku, sehingga khusus untuk permainan tradisional Megandu punya bukunya, juga ada filmnya yang terbitkan oleh Dinas Kebudayan Kabupaten Tabanan,” paparnya.

Terkait dengan menyambut HUT, Museum Subak juga melaksanakan kegiatan Museum Keliling. Sebelumnya, melaksamkan museum go to school, namun karena sekarang sekolah tutup maka lebih banyak melakukan dalam jaringan (daring). Kegiatan ini akan keliling kesemua kecamatan. Sasarannya adalah sekaa teruna yang ada di kecamatan, sehingga mereka kembali mengenang dan mengenal subak. Berikutnya belajar bersama di Musum Subak dengan mengundang sekaa teruna berdasarkan kategorinya. Misalnya, untuk belajar membuat kisa atau membuat topi dari kelangsah.

Kegiatan launnya, ada lomba kerjasama dengan penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Tabanan, seperti lomba kaligrafi, mesatwa, ngewacem aksata Bali yang semnuanya sesuai dengan subak. Kegiatan ini untuk menggaungkan pentingnya Museum Subak. “Semua itu dalam rangka peringataa HUT Museum Subak, sekaligus untuk memperkenalkan kegiatan budaya agraris yang ada di Museum Subak,” tutupnya. [B/*]

Related Posts