October 29, 2020
Agenda

“Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi” Tema Festival Seni Bali Jani II

Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II akan tetap digelar di tengah pandemi Covid-19

Festival Seni Bali Jani akan digelar pada 31 Oktober-7 November 2020 yang disajikan secara virtual di kanal youtube Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali. “Penyelenggaran FSBJ II guna tetap menjaga ‘roh’ kesenian Bali berikut elan kreatif para seniman dan pekerja seni lintas bidang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan ‘Kun’ Adnyana, S.Sn., M.Sn.

Festival kali ini mengusung tagar utama #BaliArtsVirtual, yang seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, dan gabungan pergelaran langsung (luring) dengan virtual (luring), dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan. Format festival ini diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan kreatif atas pengolahan virtual sebagai konsep (merujuk upaya elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik dan tematik), serta wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media baru (digital) dalam proses dan penyajiannya).


Festival Seni Bali Jani

Pentas Festival Seni Bali Jani Tahun Lalu.


FSBJ digelar pertama kali pada tahun 2019. Ini merupakan kegiatan apresiasi budaya untuk pemajuan kesenian modern, kontemporer dan kesenian yang bersifat inovatif. “Penyelenggaraan kedua kalinya, pada tahun 2020 ini merupakan implementasi dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali,” terangnya.

Format penyelenggaraan festival secara virtual ini, merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali. Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali, yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta menghikmati sajian tersebut. “Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang Covid-19,” ujarnya.

Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan terlaksana dengan baik, diharapkan menumbuhkan solidaritas masyarakat agar peduli pada sesama. “Sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik sosial. Seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran, “ ujar Kun yang dikenal juga sebagai perupa yang kerap berpameran di dalam dan luar negeri.

Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi

FSBJ II mengusung tajuk utama “Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi”, bermakna semesta kreativitas terkini dalam “mencandikan” jiwa, spirit, taksu, atau ide-ide cemerlang. Festival Seni Bali Jani II bukan hanya merespon secara kreatif dan inovatif situasi pandemi Covid-19, namun berpijak pula pada konsep utama yakni Eksplorasi, Eksperimentasi, Lintas Batas, Kontekstual dan Kolaborasi.

Festival Seni Bali Jani merupakan jawaban atas mimpi-mimpi dan harapan komunitas seni modern, kontemporer, dan karya inovatif seniman seluruh Bali. “Diharapkan festival ini dapat membuka ruang seluas-luasnya untuk ragam kreativitas dan ekspresi seni baru yang modern maupun kontemporer melalui eksperimentasi berbagai medium atau media, namun tetap berbasis atau mengeksplorasi tradisi atau nilai lokal Bali, “tambahnya.

Kabid Kesenian Disbud Provinsi Bali Wayan Sulastriani, M.Si memaparkan, sebagaimana tahun sebelumnya, serangkaian festival diselenggarkan beragam kegiatan, antara lain :

  • Pawimba (Lomba)
  • Adilango (Pergelaran)
  • Megarupa (Pameran)
  • Timbang Rasa (serasehan)
  • Beranda Pustaka (Bursa Buku)
  • Penghargaan Bali Jani Nugraha.

Sebagai tim kurator festival yakni Prof. I Gede Arya Sugiartha,dan I Wayan Balawan, Dip.Mus. SementaratimjuriPenghargaan Bali JaniNugrahaadalah Dr. KadekSuartaya, I GedeNalaAntara., M.Hum, dan Made Adnyana Ole.

Ada 8 ragam Pawimba (Lomba) yang dihadirkan pada festival kali ini, yakni :

  • Video TikTok Bali Jani (tingkat umum)
  • Musikalisasi Puisi (tingkat umum)
  • Teater Modern (tingkat SMA/SMK)
  • Seni Lukis (tingkat SMP/SLB)
  • Naskah Drama (tingkat umum)
  • Vlog Kuliner Bali Jani (tingkat umum)
  • Artikel Jurnalistik (tingkat umum)
  • dan Karya Cipta Fotografi (tingkat umum).

Sementaraitu, Adilango (Pergelaran) akan menampilkan 26 Komunitas Seni Modern dan/atau Kontemporer. Pameran Bali Megarupa yang berlokasi di Museum ARMA, Ubud, Bali, berlangsung sedari 28 Oktober-10 November 2020. Eksibisi yang melibatkan seniman-seniman muda terpilih hasil seleksi open call dan undangan ini akan dihadirkan dalam format daring dan luring. Tidak kurang dari 35 perupa menampilkan karya berupa mural, video art, seni lukis, serta patung dan karya tiga dimensi lainnya. Akan digelar pula Timbang Rasa (sarasehan) secara daring 7 Tema, dan Pameran Beranda Pustaka (Bursa Buku) secara langsung dan virtual.


Festival Seni Bali Jani

Pentas Festival Seni Bali Jani Tahun Lalu.


Seluruh masyarakat diajak untuk menyaksikan rangkaian program Festival Seni Bali Jani 2020 melalui kanal youtube Disbud Prov Bali dari tanggal 31 0ktober – 7 November 2020. “Dengan kebersamaan seluruh masyarakat, kami berkeyakinan Festival ini benar-benar menjadi ruang berbagi di tengah situasi pandemi Covid-19”, ujar Sulastriani, [B/*]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *