Pentas Drama Gong, Perbekel dan Lurah di Gianyar Sangat Lucu

 Pentas Drama Gong, Perbekel dan Lurah di Gianyar Sangat Lucu

Perbekel dan Lurah di Gianyar bangkitkan seni drama gong/ist

Penuh tawa dan senyum penonton ketika menyaksikan pementasan Drama Gong berjudul “Manik Pancar Bumi” di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Selasa 11 April 2023. Bagaimana tidak, para penari yang tampil mampu membuat suasana malam itu berbeda. Serius, kocak dan sarat pesan.

Mereka piawai beracting dan lugas dalam dialog. Tingkah lucu para pemain di atas stage seakan membius warga yang menyaksikannya. Tak sedikit penonton mengelu-elukan memberi semangat ketika para pucuk pimpinan desa itu menunjukkan aksinya di atas panggung.

Sajian drama gong dari perbekel dan lurah se-Kabupaten Gianyar untuk memeriahkan di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gianyar ke-252. Meski memiliki kesibukan dalam urusan pemerintahan desa, pembinaan kemasyarakatan, namun para perbekel dan lurah ini begitu piawai dalam dunia panggung.

Pertunjukan yang sangat ciamik ini, terlaksana berkat sentuhan tangan dingin dari para seniman kawakan di bidang pertunjukan drama gong, seperti Jro Dasaran Suyadnya, Anak Agung Kartika, Nyoman Suteja, dan Ni Wayan Sriyani. Selain itu, juga didukung penuh oleh Dinas PMD dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang menyaksikan pementasan itu juga tak mampu menyembunyikan tawa saking lucunya. Termasuk pula Anggota DPR RI dapil Gianyar I Nyoman Parta, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Dewa Gede Alit Mudiarta, serta Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Baca Juga:  Menulis Aksara Bali di Ruang Publik Gunakan "Pasang Jajar Palas". Lebih Cepat Melihat dan Lebih Mudah Membacanya

Pementasan drama gong perbekel ini merupakan gagasan ide dari Bupati Gianyar Made Mahayastra guna membangkitkan kembali seni pertunjukan yang dulu jaya pada pada era 1970-an. “Karena itu, kami mengumpulkan para pimpinan desa untuk duduk bersama membahas hal tersebut,” kata Ketua Forum Perbekel se-Kabupaten Gianyar, I Nyoman Payu.

Pada pertemuan tersebut membahas pembentukan, menentukan pemain dan penabuh hingga jadwal latihan. Selain itu, pertunjukan ini dipilih guna pelestarian pertunjukan drama gong yang sangat melegenda di kalangan masyarakat. “Drama gong pertunjukan yang sederhana dan sangat merakyat,” papar Perbekel Desa Petak Kaja tersebut.

Dialognya sangat mudah dipahami, sehingga lebih gampang bilamana ingin menyampaikan kritikan positif atau pesan moral maupun motivasi. Cerita yang diangkat “Manik Pancar Bumi” menggambarkan sebagai orang Bali yang tidak bisa lepas dari agama dan budaya.

Manik merupakan panca datu yang ditanam saat melaksanakan yadnya besar guna mensejahterakan masyarakat. “Manik Pancar Bumi sendiri bisa diartikan sebagai sebuah perencanaan pembangunan yang menyentuh semua kepentingan masyarakat, sesuai dengan misi utama Pemerintah Kabupaten Gianyar di bawah kepemimpinan Bapak Agus Mahayastra menuju Gianyar Aman,” paparnya. [B/*]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post