Ngurah KK Pemerkan ‘Naive Art Malukis Surga’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur
Ngurah KK pamerkan ‘Naive Art Malukis Surga’ di The 1O1 Bali Oasis Sanur/Foto: darma
KARYA seni yang disajikan hanya 7 karya, namun objek yang ada dalam karya itu seakan mengajak kita untuk malihat masa lalu, dimana alam Bali yang asri dan budaya lestari. Karya-karya itu, juga dapat menguatkan pemahaman kita, setelah membaca cerita-cerita masa lalu.
Itulah pameran seni rupa bertajuk “Naive Art Malukis Surga” merupakan karya Ngurah KK, pelukis Young Artist Style di area Lobby The 1O1 Bali Oasis Sanur. Pemeran dibuka oleh General Manager, I Nyoman Astika bersama Ngurah KK, pada Kamis 15 Januari 2026.
“Semua objek itu untuk mengingatkan anak-anak kita supaya tahu kehidupan para orang tua jaman dulu. Mereka tumbuh di jaman modern, bahkan di jaman mutakhir, sehingga penting diajak mengenal budaya leluhur mereka jaman dulu,” kata Ngurah KK.
Ngurah KK, merupakan murid dari Arie Smit sebagai pelukis Belanda yang tinggal di Ubud, Bali itu memajang 7 karya unik dan sarat pesan. Karya dengan berbagai keindahan alam dan budaya Bali itu menghiasi lobby The 1O1 Bali Oasis Sanur, dan menjadi sajian bagi wisatawan.
Ngurah KK mengatakan, dirinya telah banyak melahirkan karya seni lukis karena setiap hari selalu melukis dan melukis. Namun, pada pameran kali ini hanya memajang 7 karya tentang alam yang idenya lahir dari kehidupan di pedesaan yang asri.

Ide-ide yang dituanghkan ke dalam karya itu, merupakan ingatan dan pengalaman masa kecil, dan pengalaman hidup di desa, tempo dulu. “Saya belajar melukis mulai tahun 1960, ketika berusia 13 tahun dari peluski asal Belanda, Arie Smit,” ucapnya.
Gaya lukisannya “Naif”, aliran seni kesederhanaan dan spontanitas, namun mengandung makna yang sangat mendalam. “Ide-idenya, berdasarkan ingatan sejak kecil, kebanyakan mengangkat kenangan lama, seperti suasana area Campuhan Ubud jaman dulu,” akunya polos.
Karya lukis itu memiliki ukuran yang sangat beragam, dan ukuran karya paling besar 60 x 70 Cm, dan ada pula ukuran 120 x 40 Cm. Objek yang diangkat, seperti air terjun, orang maturan, pemandangan sungai, sawah, kampung desa dengan budaya dan lainnya.
“Anak-anak sekarang tidak banyak yang mengetahui kehidupan jaman dulu, sehingga lewat lukisan ini mereka mengetahui dan belajar budaya dari jaman dulu. Lukisan itu untuk menggugah anak-anak supaya mau mengerti, belajar dan mau menghargai yang kuno,” harapnya.
Ngurah KK yang konsisten melukis dengan gaya Young Artist Style itu, sering mengikuti pameran di luar negeri, diantaranya Roma, Italia, Jerman, Belanda, Austria, Switzerland dan banyak lagi lainnya.
Astika mengatakan, pameran ini untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada seniman lokal yang meniliki karya untuk memperkenalkan karyanya kepada masyarakat luas. Sanur merupakan destinasi dunia yang sering dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.
“Pameran ini, memajang karya-karya pelukis “Young Artist Style” Ngurah KK untuk mengajak semua orang untuk melihat kebelakang kembali, Desa Penestanan Ubud yang terkenal dengan seni lukis,” ucap Astika.
Karya-karya Ngurah KK ini, sebuah gaya yang merekam kebudayaan dan alam Bali tempo dulu, dengan warna polos dan penuh warna kreativ. “Ini wujud komitmen kami untuk memdukung seni budaya lokal sekaligus memberi pengalaman terutama kepada para tamu,” ucapnya.
Pameran ini, untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Bali kepada wisatawan. Pameran ini juga wujud untuk menguatkan pariwisata Bali berlandaskan budaya. Makan, pameran Naive Art Malukis Surga ini berlangsung hingga 10 Maret 2026. [B/darma]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali