Nyoman Sujana Kenyem dan Art Kenyem Studio
Nyoman Sujana Kenyem dan Art Kenyem Studio/Foto: ist
SETIAP menggelar pameran, perupa I Nyoman Sujana Kenyem selalu menyajikan karya seni yang memikat. Karya-karyanya memadukan narasi tradisional Bali dengan visi artistik kontemporer, seringkali menampilkan konsep keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Selain itu, lukisannya dikenal melalui abstraksi cahaya, warna alam yang kuat, dan figur misterius. Maka tak heran, seniman ataupun pecinta selalu mengejar dimana pun ia menggelar pameran. Bahkan ada yang datang ke studionya. Mengapa?
Art Kenyem Studio, nama tempat perupa Nyoman Sujana Kenyem berkarya itu terletak di kawasan Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Jika ke sana, pandangan kita akan tertuju pada beragam lukisan yang bertema tentang alam.
Art Kenyem Studio itu memiliki dua lantai. Pada lantai 1, merupakan tempat Sujana Kenyem berkarya sehari-hari. Media lukis seperti kanvas, spandram, cat air, kuwas, palet dan lain-lain, tertata rapi di rak khusus. Di sini, memajang lukisan yang baru usai digarap.
Lukisan itu dengan berbagai ukuran yang sangat beragam, tetapi tema dan bentuk lukisannya tetap khas. Termasuk beberapa lukisan seri lama dan koleksi pribadi yang dipajang di dinding studio lantai bawah tersebut.
Sedangkan di lantai 2, sejumlah karya Sujana Kenyem berbagai ukuran, menghiasi dinding studio. Sebagiannya lagi ditempatkan di rak khusus dengan posisi berjejer rapi. Pemandangan alam dengan bebatuan di atasnya berdiri figur-figur manusia membentangkan kedua tangan.
Di bagain dinding lainnya, Lukisan pohon dengan pewarnaan yang elegan, lengkap dengan figur manusia membentangkan tangan. Figur-figur manusia ini menjadi ikon pada setiap karyanya. Figur-figur manusia itu terinspirasi dari daun-dauh yang jatuh dari atas pohon.
“Seperti filosofi dalam hidup saya dimana masa kecil bersama orangtua. Ketika tumbuh besar kita bisa menentukan jalan masing-masing. Begitupun daun ketika masih mudah masih bergantung dengan pohon,” kata Sujana Kenyem “makenyen” (tersenyum).
“Mulai menua dan kering, daun itu jatuh diterpa angin dan melayang. Jatuhnya pun tidak hanya sebagai sampah, tapi bisa menjadi pupuk untuk pohon-pohon lainnya. Begitulah kehidupan kita,” imbuhnya.
Seri lukisan pohon yang menyerupai bentuk wajah manusia itu terasa agak menggelitik. Figur-figur manusia yang membentangkan tangan tetap dihadirkan di dalamnya. Warna pohon-pohon ini juga beragam. Ada nuansa kuning, hijau, ungu dan warna lainnya.
Karya seri bertema pohon dengan matahari berwarna emas juga menghisai Art Kenyem Studio. Karya seri terbaru masih seputar pohon. Detail dan indah. di bagian batang bawahnya, ada lubang menganga. Dalam lubang itu terdapat pemandangan alam yang terlihat dari kejauhan.
“Pohon berlubang ini memiliki makna mendalam. Lubang pohon menggambarkan simbol perubahan dan transformasi. Dari lubang itu terlihat pemandangan alam di kejauhan. Itu sebagai representasi dari kemungkinan dan kesempatan yang ada di depan,” terang Sujana Kenyem.
Karya-karya Kenyem yang bertema pohon berlubang ini sudah banyak dikoleksi para pecinta seni. Ukuran dan warna juga beragam. Sujana Kenyem kini sedang membuat karya seri dengan ukuran cukup jumbo, 350 cm x 150 cm.
Menarik dari karyanya, dalam satu bidang kanvas, ia melukis sembilan pohon berjejer dari kiri ke kanan. Hanya satu pohon yang berada di tengah-tengah terdapat lubangnya. Sebelumnya ia juga telah banyak membuat karya selebar itu, dengan objek pohon-pohon yang berjejer.
Kekuatan karya Kenyem ada pada detail penggarapan ranting, daun, batang, dan akar pohon yang memerlukan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran Unsur estetik dan tematik karya Kenyem betul-betul menyatu sempurna dengan warna yang cerah.
Karya Sujana Kenyem lebih banyak bertema alam–landscape, hutan, pohon sesungguhnya sarat makna dan nilai edukasi. Dalam banyak kasus, pembabatan hutan dan penebangan pohon yang massif berdampak buruk pada kelestarian lingkungan dan penghuni planit bumi ini.
Efek rumah kaca dan aktivitas industri yang sarat polisi udara, menimbulkan perubahan iklim yang ekstrem. Melalui lukisan pohon, Sujana Kenyem sejatinya ingin mengingatkan masyarakat agar selalu merawat alam.
Jika alam rusak, manusia dan makhluk hidup lainnya akan kena dampaknya. Karena itu penanaman pohon penting dilakukan untuk menjaga bumi ini agar tetap memberi kenyamanan. Dengan menanam pohon berarti sudah merawat keseimbangan alam.
Karbon berlebihan akibat polusi udara akan diserap oleh pohon, kemudian dikembalikan dalam bentuk oksigen kepada umat manusia. Pun pemanasan global akan tereduksi oleh pepohonan yang rindang.
“Itulah kenapa saya sangat setia membuat karya berobjek pohon. Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan,” pungkas kelahiran Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud tahun 1972 dan lulusan STSI Denpasar, sekarang ISI Bali tahun 1998 itu. [B]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali