Guru Seni Budaya Buleleng Ikuti Pelatihan Penciptaan Tari Berbasis Audio Visual dari ISI Bali

 Guru Seni Budaya Buleleng Ikuti Pelatihan Penciptaan Tari Berbasis Audio Visual dari ISI Bali

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ISI Bali melaksanakan pelatihan penciptaan tari berbasis audio visual bagi bagi guru Seni Budaya SMA/SMK di Kabupaten Buleleng/Foto: dok.PKM ISI Bali

DOSEN Institut Seni Indonesia (ISI) Bali menggelar Pelatihan Penciptaan Tari Berbasis Audio Visual bagi guru Seni Budaya SMA/SMK di Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ISI Bali ini berlangsung selama hampir dua bulan, dari 30 Mei hingga 26 Juli 2026, dan diikuti oleh 25 guru Seni Budaya.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru dibidang seni tari guna mendukung pengembangan kreativitas siswa di sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali keterampilan penciptaan tari berbasis koreografi modern yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital.

“Melalui program ini, guru diharapkan mampu menciptakan karya tari yang inovatif sekaligus adaptif terhadap perkembangan media pembelajaran visual,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Ni Made Haryati, S.Sn.,M.Sn yang juga menjadi narasumber bidang penciptaan tari, Minggu, 26 Juli 2026.

Dalam pelaksanaannya, Made Haryati didampingi Tudhy Putri Apyutea Kandiraras dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan serta Agus Ngurah Arya Putraka, yang menyampaikan materi mengenai pemanfaatan media audio visual dalam mendokumentasikan proses maupun hasil karya seni.

Menurut Made Haryati, perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Karena itu, para guru Seni Budaya didorong untuk mengintegrasikan media audio visual ke dalam proses penciptaan koreografi.

“Kami sangat bangga melihat komitmen dan antusiasme dari 25 peserta yang mengikuti pelatihan ini,” kata Made Haryati penuh semangat.

Pelatihan dipusatkan di Gedung Serba Guna SMA Negeri 4 Singaraja dan berlangsung dalam suasana akrab serta penuh semangat. Selama enam kali pertemuan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga aktif menuangkan ide dan kreativitas dalam proses penciptaan karya tari. Diskusi yang interaktif melalui sesi tanya jawab dan saling memberi masukan turut memperkaya proses pembelajaran.

Meski dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, para peserta mampu menguasai materi yang diberikan. Mereka memahami metode penciptaan tari berbasis stimulasi audio visual, teknik komposisi tari, serta pemanfaatan media digital untuk mendukung dokumentasi dan presentasi karya.

Puncak pelatihan ditandai dengan lahirnya karya-karya tari hasil kolaborasi peserta. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas hasil diseminasi karya dari dua kelompok peserta yang dipresentasikan secara langsung pada pertemuan penutup,” ujar Made Haryati.

Ia menilai, karya-karya tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya kompetensi, kreativitas, dan kolaborasi antarguru Seni Budaya dari berbagai latar belakang seni di Kabupaten Buleleng.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SMA Negeri 4 Singaraja atas dukungan fasilitas tempat, serta kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga. Semoga hasil pelatihan ini dapat segera diimplementasikan di sekolah masing-masing demi memajukan pendidikan seni budaya dan memperkuat pendidikan karakter siswa di Kabupaten Buleleng,” harapnya.

Menariknya, program ini tidak berhenti pada pelatihan saja. ISI Bali berencana melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan membentuk komunitas praktisi guru Seni Budaya Kabupaten Buleleng sebagai wadah berbagi pengalaman dan kreativitas.

Hasil karya peserta juga akan didokumentasikan dalam bentuk video dan buku panduan pembelajaran. Selain itu, direncanakan penyelenggaraan festival atau gelar karya tahunan sebagai ruang apresiasi terhadap kreativitas para guru.

“Kami berharap hasil pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru Seni Budaya, memperkaya proses pembelajaran di sekolah, serta mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kabupaten Buleleng. Kami juga berharap para guru mampu terus menciptakan karya tari yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” harap Made Haryati. [dar]

Related post