Yoga, Workshop, Healing Arts dan Pertunjukan Musik, Meriahkan BaliSpirit Festival 2026 di Hari Kedua

 Yoga, Workshop, Healing Arts dan Pertunjukan Musik, Meriahkan BaliSpirit Festival 2026 di Hari Kedua

Berbagai kegiatan di BaliSpirit Festival 2026/Foto: dok. BaliSpirit Festival

PESONA BaliSpirit Festival memang tak pernah pudar. Sejak 2008, festival ini menjadi sebuah perayaan dan pesta bagi orang-orang yang berfokus pada pencarian makna hidup, ketenangan batin, serta hubungan lebih dalam dengan diri sendiri, sesama, alam semesta dan Sang Pencipta.

Setiap pelaksanaannya, orang-orang yang terlibat dating dari berbagai belahan dunia yang secara khusus ke Pulau Dewata untuk merasakan aura dari kegiatannya. Mereka yang hadir lebih banyak untuk menjernihkan hati, membersihkan jiwa, dan memperbaiki akal dari penyakit hati.

Lihatlah pada pelakasanaan BaliSpirit Festival 2026 yang berlangsung di The Yoga Barn Ubud, Gianyar, khususnya memasuki hari kedua, Jumat 17 April 2026. Kegiatannya, menghadirkan program penuh yang mencakup yoga, workshop, healing arts, serta pertunjukan musik.

Orang yang datang dari berbagai daerah bahkan berbagai negara menyatu, seakan tak ada perbedaan diantara mereka. Setiap program acara yang diikuti mereka larut dalam suasana kegiatan yang menyanangkan.

“Jujur, saya ingin mengikuti semua acara yang ada. Semuanya baik dan bermanfaat, dan itu memang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya” kata Esty, seorang pecinta kegiuatan spiritual dari Surabaya.

Sejak pagi, berbagai sesi berfokus pada kesadaran diri dan koneksi batin diselenggarakan di sejumlah venue. Program seperti Pranayama – The Yogic Breathwork oleh Ananda Dhandapani dan Art of Lightness bersama Ferry Sidabalok menjadi bagian dari rangkaian pembuka aktivitas hari kedua.

Kelas yoga dan praktik somatik turut mendominasi agenda siang, di antaranya Kundalini Tantra Yoga oleh Ketut Arsana dan Cellular Awakening – Fluid Flow bersama Meghan Currie.

Berbagai kegiatan di BaliSpirit Festival 2026/Foto: dok. BaliSpirit Festival

Selain itu, sesi berbasis spiritualitas seperti 108 OM Chanting serta rangkaian doa di World Peace Garden—termasuk Peace Prayer for Families dan Community Universal Prayer for Peace—diselenggarakan sebagai bagian dari program refleksi kolektif.

Baca Juga:  “Fertility Yoga” Mewujudkan The Nusa Dua sebagai Wellness Tourism Destination.

Workshop interaktif juga menjadi bagian dari program siang, meliputi Body Percussion Workshop, AcroYoga Playground, serta Raw Chocolate Workshop & Cacao Song Circle.

Sementara itu, sesi pengembangan diri seperti Victimhood to Personal Power – The 4 Stages of Transformation oleh Mike Chang dan Fierce Grace: Meeting the Dark Feminine in a World in Transition menghadirkan diskusi mengenai transformasi personal.

Di Media Center, diselenggarakan sesi Living Lightly, Living Happily bersama Bude Novi serta Live Jamming oleh Siti Naturaleza sebagai bagian dari program pendukung

Berbagai praktik healing seperti breathwork, sound healing, dan yoga nidra juga berlangsung sepanjang hari untuk melengkapi rangkaian kegiatan.

Program Musik Malam

Pada malam hari, festival menghadirkan pertunjukan musik dari sejumlah musisi internasional dan lokal. Simrit tampil dengan konsep sacred music, diikuti oleh The Hanuman Project yang memadukan unsur mantra dan musik modern.

Penampilan juga berlangsung di beberapa panggung lain seperti Tea Temple, dengan artis antara lain Arie Dixon, Tihane, CulCha Collective, serta DJ O.N.E. dan Thursdays Club yang menutup rangkaian acara malam.

Pada hari sebelumnya, perayaan global yang memadukan yoga, musik, tari, dan healing arts, berakar pada filosofi Tri Hita Karana (harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas) itu juga menjadi pilihan bagi setiap pengunjung.

Community Day

Sejak dibuka secara resmi oleh Deputi Pengembangan Penyelenggara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Vinsensius Jemadu, di The Yoga Barn pada Rabu, 15 April 2026 itu, BaliSpirit Festival 2026 semakin yang memancarkan auranya.

Di hari pertama itu, Kamis 16 April 2026, seluruh venue festival dibuka untuk umum, sehingga membuat pengunjung senang karena berkesempatan terlibat. Pada hari itu, program Community Day menjadi sangat istimewa karena menghadirkan rangkaian program inspiratif.

Baca Juga:  Menari Janger, Muda-mudi Jimbaran Bercerita Tradisi Siat Yeh

Program tersebut mencerminkan semangat inklusivitas, kesadaran, dan kebersamaan dalam harmoni budaya Bali. “Ini keberuntungan bagi kami dapat menyaksikan festival yang dapat membangun kesadaran akan kesehatan, kesejahteraan, dan spiritualitas,” kata Luzy, pengunjung.

Program BaliSpirit Festival siang hari diawali dengan World Peace Meditation di Peace Garden, sebuah meditasi lintas agama, etnis, ras, dan budaya yang mengajak masyarakat dunia untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi perdamaian global.

Di Studio Made, Zia Kusumawardini membawakan sesi The Astrology of Place, yang mengeksplorasi keterhubungan seseorang dengan suatu tempat melalui astrologi.

Sementara itu, Gurnimit Singh memimpin sesi Throat Chakra Activation, sebuah latihan untuk mengaktifkan cakra tenggorokan guna meningkatkan ekspresi diri dan komunikasi.

Sebagai bagian dari penguatan posisi Bali sebagai destinasi wellness dunia, digelar International Wellness Conference bertajuk “Peran Kearifan Lokal dalam Memperkuat Branding Bali sebagai Destinasi Wellness Unggulan Dunia.”

Konferensi ini merupakan kolaborasi antara BaliSpirit Festival 2026 dan Politeknik Pariwisata Bali. Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, yakni Vinsensius Jemadu – Deputi Bidang Penyelenggaraan Kegiatan (Events), dan Ilona Anisa Ristiani (Universitas Padjadjaran).

Narasumber lain, adalah Luh Yusni Wiarti (Politeknik Pariwisata Bali), Wayan Mustika (Dokter, Praktisi Kesehatan, dan Penulis) dan I Nyoman Darma Putra, Profesor Kajian Budaya dari Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana sebagai moderator.

Kemeriahan siang hari dilengkapi dengan Live Model Drawing oleh Bangun Tidur Art di Media Center, yang menghadirkan pengalaman seni visual secara langsung.

Lalu, untuk program Musik Malam, festival diramaikan oleh pertunjukan musik internasional. Panggung Tea Temple dibuka oleh Hartwell dari Amerika Serikat, diikuti oleh Joydah Mae dari Selandia Baru di panggung The Groove. Lalu ditutup penampilan DJ Blase dari Auckland. [B/darma]

Related post