January 23, 2022
Agenda

Difasilitasi Disbud Bali, 50 Komunitas Siapkan Pentas Virtual

Di masa pandemi virus corona, seniman tak bisa berkarya seni? Ah, jangan pesimis dulu. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui Bidang Kesenian akan memfasilitasi 50 kelompok seni, sanggar atau yayasan untuk menampilkan karya seni berupa seni pertunjukan, seni rupa, seni pedalangan, seni sastra atau teater dalam bentuk panggung virtual. “Kegiatan ini memfasilitasi para kreator, seniman, dan pekerja seni yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk tetap kreatif berkarya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan “Kun” Adnyana didampingi Kabid Kesenian Ni Wayan Sulastriani, Selasa 12 Mei 2020.



Kegiatan tersebut sekaligus ikut serta menanggulangi penyebaran Covid-19, melalui social dan physical distancing, bekerja, belajar dan berkarya dari rumah. “Disbud Bali memiliki program Pemajuan Kesenian dengan Kegiatan Peragaan dan Pementasan Seni Budaya. Nah, sehubungan dengan pandemi Covid-19 kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan dalam format peragaan dan pementasan yang disaksikan secara langsung oleh penonton. Atas arahan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster peragaan dan pementasan dimaksud kemudian dilaksanakan melalui bentuk media virtual, seperti memanfaatan beragam kanal media social. Sementara penggarapan dan pentasnya tetap dari rumah atau studio masing-masing, “jelas Dr. Kun Adnyana.



Pejabat yang juga akademisi bidang seni ini menambahkan, kegiatan ini digelar untuk tetap menjaga semangat kreatif para seniman juga pekerja seni di tengah pandemi Covid-19. Ada banyak kelompok, sekaa, sanggar, atau yayasan seni yang terhenti aktivitasnya karena pandemi Covid-19 ini. “Untuk itu, kami memfasilitasi kegiatan berkesenian tetap berjalan. Termasuk di dalamnya agar peragaan dan pementasan kesenian yang dimunculkan mengandung tema refleksi atau renungan pandemi Covid-19, menawarkan optimisme, solidaritas sosial, serta menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa, sekaligus memiliki dimensi estetika, edukasi, dan juga hiburan yang sehat,” terangnya.

Konsep penyajian karya virtual, setiap kelompok seni menampilkan 1 peragaan atau pementasan berdurasi 30 – 45 menit. Berupa rekaman utuh format video dan disimpan dalam bentuk digital (flashdisk, DVD, serta file digital lainnya), dokumen foto-foto peragaan dan pementasan kesenian. Setiap peragaan atau pementasan dibuat dalam format rekaman, video, tayangan berdurasi 3 menit, selanjutnya diunggah ke media social masing-masing dengan mencantumkan hastag#peragaandanpementasansenibudayaDisbudProvBali2020,#PemprovBaliPeduliDampakCovid-19, #SenimanBaliTetapBerkreasi,#NangunSatKerthiLokaBali.

Setiap peragaan merupakan pagelaran mini dengan ketentuan jumlah personal kurang dari 24 orang, dan mendapat pembiayaan sebesar Rp. 10.000.000 . “Saat rapat dengan dinas yang menangani urusan kebudayaan kabupaten dan kota pada, Senin 11 Mei 2020 lalu, telah disepakati setiap kabupaten dan kota mendapat jatah 4 kelompok atau sanggar untuk diajukan tampil dalam peragaan atau pementasan virtual dimaksud. Masing-masing kabupaten dan kota sangat senang, karena merasa turut berkontribusi untuk menghidupkan semangat kreatif seniman di tengah nihilnya kegiatan seni akibat Covid-19 ini, ” tandasnya.

Kabid Kesenian Sulastriani menambahkan, batas waktu mengajukan nama kelompok hingga 18 Mei 2020. Disbud memberikan kesempatan satu minggu, bagi kabupaten dan kota untuk menyetorkan nama kelompok atau sanggar. “Dalam mewujudkan peragaan atau pementasan virtual ini, agar dilaksanakan melalui proses saling merespon antar kreator, baik secara mandiri maupun kolaborasi kemudian dipadukan dalam 1 (satu) sajian berbentuk virtual. Dengan catatan, disiplin menjalankan protocol penanggulangan Covid-19 yaitu creator memperagakan atau berkreasi dari rumah, studio, dan kediaman masing-masing,” bebernya. [B/*]

Related Posts