January 23, 2021
Kreasi

Kisah Barong Swari Mengusir Wabah

Ketika gamelan mulai ditabuh, seorang dalang memainkan Kayonan dengan indah dan enerjik. Kayonan yang juga sebagai lambang gunung itu memaparkan kisah yang akan disajikan dalam pementasan seni ini. Paduan seni tari, tabuh dan pedalangan hampir seimbang, sehingga membuatan pementasan itu menjadi sangat menarik. Kisah dari Barong Swari pun disajikan kepada penonton. Itulah Penampilan seniman Denpasar pada pelaksanaan Denpasar Festival (Denfest) ke-13 dalam mata acara Denpasar “Mebarung”. Sekaa kesenian ini mengangkat kisah Barong Swari dan disiarkan melalui channel youtube kreativi Denpasar, Kami 24 Desember 2020.

Seniman Denpasar yang terlibat dalam pementasan Mebarung ini, seperti Dalang Agung Wisnawa, penari bondres yang dibawakan I Made Sartika, penari Walu Nateng Dirah (I Made Rai Sunarta), penari Rarung (Putu Ambara dan Aditya Pramana), Lenda Lendi (Ni Kadek Nadia Oktaviani dan Ni Kadek Indah Juniati), penari Telek (Putu Ayu Widya), penari Jauk (Ketut Pande Wiradharma), penari Barong (Putu Ananta Khrsna Maharana), penari Topeng Sidakarya (Made Rai Sunarta) serta dengan iringan gambelan dari Sanggar Genta Wisesa.

Kisah Barong Swari Mengusir Wabah

Penampilan seniman Denpasar ini menyajikan kisah Dewa Siwa menguji kesetiaan dari Dewi Uma. Dewa Siwa meminta ibu Dewa Ganesha itu untuk turun ke bumi mencari susu. Permintaan tersebut dengan segera dilaksanakan Dewi Uma. Ia akhirnya menemukan seorang penggembala sapi yang tiada lain adalah suaminya yang sedang menyamar. Dewi Uma meminta sedikit susu sapi, namun pengembala menberikan syarat jika mengunginkan susu sapi ini harus mau melayani, layaknya suami istri. Saking pentingnya susu itu bagi suaminya, Dewi Uma mau melakukan perbuatan terlarang itu.

Dewi Uma kembali untuk menyerahkan susu kepada suaminya. Siwa bertanya dari mana susu itu diperoleh dan gimana caranya. Karena panik, Uma berbohong. Siwa pun memanggil anaknya, Dewa Ganesha, untuk melakukan tenung guna mengetahui dari mana susu itu berasal. Mendengar penghianatan yang dilakukan Dewi Uma, Dewa Siwa marah dan mengutuk istrinya menjadi Dewi Durga. Selanjutnya, Durga diturunkan ke bumi serta menebar berbagai wabah penyakit yang disebut gering.

Untuk mengatasi wabah tersebut manusia melakukan memanjatkan permohonan. Siwa mengutus Dewa Tri Murti turun ke dunia menuntun manusia melenyapkan wabah hingga penderitaan dan kesedihan. Dewa Brahma turun menjadi Topeng Bang. Dewa Wisnu turun menjadi Topeng Telek. Sedangkan Dewa Iswara turun menjadi Barong.

Kisah Barong Swari Mengusir Wabah

Agung Wisnawa koordinator dari sanggar Genta Wisesa menyampaikan, penampilan Denpasar Mebarung dengan mengangkat kisah Barong Swari sebagai cerminan bersama, untuk selalu mulat sarira mawas diri memohon petunjuk kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dan manifestasinya memberikan tuntunan, dan selalu waspada serta terhindar dari wabah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar, Badan Kreatif Denpasar yang terus memberikan dukungan untuk bangkit bersama dalam masa pandemi ini. Mesti dalam masa pandemi dan keterbatasan ruang ekspresi insan seni menjadi hal penting. Seperti dalam tema Denfest tahun ini kreativitas meretas batas,” ungkapnya. [B/*]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *