January 23, 2022
Tradisi

“Ngripta Prasi” Wimbakara Meriahkan Bulan Bahasa Bali 2021

Anak-anak muda setingkat SMA dan mahasiswa mengikuti kegiatan “Ngripta Prasi” sebuah acara Wimbakara (Lomba) dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2021. Ngripta Prasi (menulis aksara dan menggambar diatas daun lontar) itu berlangsung di bawah Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Sabtu ,14 Februari 2021. Wimbakara yang menjadi program Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan ini diikuti sebanyak 19 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni menggunakan masker, menjaga jarak yang diawasi langsung pihak panitia.

Ngripta Prasi

Bawah gedung Ksirarnawa memang lebih meriah pagi itu. Anak-anak muda dengan menganakan busana adat Bali duduk bersila bagi anak laki-laki dan bersimpuh bagi peserta perempuan. Didepannya, ada dulang sebagai alas, pengrupak (piasu kecil) untuk nyurat (menulis) dan kemiri untuk memperjelas aksara dan gambar. Jaraknya berjauhan, bukan karena agara dapat nempa (meniru) melainkan karena harus menerapkan prokes. Selama waktu 3 jam, para peserta menuilis aksara serta melengkapi dengan gambar.

I Made Susanta Dwitanaya selaku dewan juru mengatakan, lomba prasi pada Bulan Bahasa Bali tahun 2021 ini sungguh menarik. Antusiasme para peserta yang semuanya adalah para anak muda, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum. Hal ini menunjukkan sebuah angin segar bagi pelestarian dan pengembangan seni prasi yang merupakan warisan kosa rupa Bali. “Saya berharap kedepan, semoga lomba prasi ini bisa jadi event yang berkelanjutan dari tahun ke tahun,” harap Dwitanaya asal Gianyar tamatan studi S2 Undiksha ini.

Ngripta Prasi

Seksi lomba, I Gusti Ngurah Wiriawan mengatakan, Ngripta Prasi ini merupakan lomba menggambar suatu hurup atau naskah dalam lontar, dengan istilah sekarang komik berbahasa Bali. Itu artinya, para leluhur masyarakat Bali sudah dari dulu memiliki kebiasaan membuat komik dalam bentuk prasi. Ngripta Prasi itu merupakan kegiatan membuat cerita dongeng, pewayangan atau cerita tentang alam diatas daun lontar.

Ngripta Prasi

Ngripta Prasi saat ini mengambil tema Wana Kerthi, sesuai dengan tema Bulan Bahasa Bali. Tujuannya untuk menumbuhkan kecintaan untuk menyusun atau membuat komik di dalam daun lontar. Hal itu menunjukan bahwa Bali tidak kalah, karena jauh sebelumnya Bali sudah memiliki komik berbahasa Bali. “Sebelumnya, program Bulan Bahasa Bali telah menggelar workshop, sehingga kali ini dilanjutkan dengan kegiatan lomba. Respon anak-anak muda cukup baik, sehingga peserta workshop ataupun lomba cukup banyak. Jika dulu hanya diikuti 5 sampai 7 peserta, sekarang ada penambahan yakni diikuti 19,” jelasnya.

Hal ini membuktikan masyarakat memiliki keinginan untuk melestarikan prasi. “Dengan penambahan jumlah peserta ini membuktikan kalau masyarakar memiliki keinginan untuk melestarikan prasi. Ini sebagai evaluasi untuk ke depannya. Melihat peningkatan peserta tahun ini, tradisi Ngrepta Prasi tidak akan punah, bahkan optimis akan tetap lestari,” ucap Wiriawan. [B/*]

Related Posts