November 28, 2021
Kreasi

Tim Kesenian Kaltim Berpartisipasi di Ajang FSBJ III

Di tengah kreativitas para seniman modern di Pulau Dewata, Tim Kesenian Kalimantan Timur (Kaltim) berpartisipasi dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) III. Tim yang didukung sekitar 80 peserta itu menampilkan kesenian khas Kaltim di Gedung Kersirarnawa, Taman Budaya Denpasar Provinsi Bali, Senin 25 Oktober 2021. Tim kesenian menghadirkan garapan seni kolaborasi “Sehari bersama Kaltim”. Pentas seni selama dua jam (10.00-12.00 Wita) itu tak hanya menyajikan hiburan segar, tetapi memberikan warna terhadap ajang seni tahunan milik Pemerintah Provinsi Bali.

Tim kesenian Kaltim yang didukung pemain-pemain terbaik itu, dala satu penyajian menampilkan tiga jenis kesenian, yaitu fashion, music dan tari. “Kami menyajikan kesenian tradisional yang dikemas baru, dan dibuat kontemporer tetapi masih memiliki muatan-muatan tradisional. Garapan seni ini kami sesuaikan dengan festival ini, yaitu “jani” atau kekinian itu. Dalam garapan ini, kami tak boleh lepas dari tardisionalnya, tetapi gaya tampilnya yang beda atau dikreasikan,” kata Ketua Dewan Kesenian Kaltim, Haji Karmin didampingi Kasi Kebudayaan Provinsi Kaltim, Lusy.

Kegiatan kesenian Provinsi Kaltim ini didukung oleh kabupaten dan kota di Kaltim, diantaranya Kabupaten Penajam Pasir Utara, Kabupaten Pasir, Kabupaten Brow, Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Madya Balikpapan dan Provinsi Kaltim. Seluruh kabupaten kota dan provinsi itu berkolaborasai untuk membuat karya baru, namun masih berpijak pada kesenian tradisi Kaltim yang ada. “Kali ini, kami menampilkan para juara yang biasa tampil dalam acara-acara festival di Kaltim dengan sekitar 80 pendukung. Kaltim mencoba mengkolaborasi semua kabupaten dan kota, karena kita menyatu seni budaya. Mau tidak mau, Kaltim harus siap, karena akan menjadi Ibu Kota Negara,” paparnya.

Tim Kesenian Kaltim

Ajang ini juga sebagai persiapan yang terus-menerus menggali seni budaya yang tak hanya ada di Kaltim, tetapi juga di daerah-daerah di Nusantara. Itu karena Kaltim akan menjadio Ibu Kota Negara. Termasuk kehadiarannya di ajang FSBJ ini, tim kesenian itu untuk menggali sesuai yang unik untuk bisa dikembangkan di Kaltim. Karena itu, Tim kesenian Kaltim biasa tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). “Nah, sekarang ini ikut yang “jani”-nya masa kininya, modern dan kontemporernya,” ujarnya.

Haji Karmin mengaku, banyak yang bisa dilihat di Bali dan dipetik untuk dikembangkan di Kaltim. Bali itu sebuah pulau yang hidup, kesenian tradisional jalan, kontemporer juga jalan yang diseaikan dengan jaman. “Terus terang saja, kami baru saja dari nusantara melakukan kegiatan berkaitan dengan budaya, karena kita harus memahami semua itu. Bali cukup bagus menjadi rekomendasi buat kita, karena sifatnya interansional. Semua suku ada di Bali. Bali bukan unik, tetapi budaya, adat, agama bisa dipadukan, sehingga kami berharap bisa diterapkan di Kaltim. Bali betul-betul kota pariwisata bukan hanya di Indonesia, tetapi dunia. Inilah kita banyak pelajari berkaiatan dengan Ibu Kota Negara,” paparnya.

Sementara Lusy mengatakan, di Kalitim masih ada tradisi, namun untuk kontemporer juga masih bisa. Anak-anak muda masih mempertahankan tradisi, tetapi kalau diminta kontemporter itu bisa. Di Kaltim banyak ada sejarah dan budayanya itu banyak sekali. Kalau dibidang pendidikan menerapkan pada bideang pelestarian, beda dengan pariwisata untuk ekonomi kreatif. Program seni modern juga ada di Kaltim maka ada duta budaya, wisata dan duta genre. “Kaltim itu sama dengan Bali yang sama-sama memilikin sejarah, pura-pura itu dan Kaltim kerajaan tertua di Indonesia. Hanya saja, di Bali terus-menerus berjalan, sementara di Kaltim hanya Senin Kemis,” tutupnya. [B/*]

Related Posts