Cancel Preloader

Konservasi Lontar Ida Pedanda Putra Pemaron Sidemen

 Konservasi Lontar Ida Pedanda Putra Pemaron Sidemen

Ratusan cakep lontar milik Ida Pedanda Putra Pemaron Sidemen dari Gria Gede Sidemen, Banjar Darmayasa, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung berhasil diidentifikasi dan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang berkolaborasi dengan Tim Penyuluh Bahasa Bali. Semua lontar masih dalam keadaan bagus, sehingga hampir tak menemukan kendala dalam mengkonservasinya. “Semua lontar terawat dengan baik,” kata Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Badung Gede Merta saat dikonfirmasi, Rabu (23/2).

Kegiatan bertajuk Festival Konservasi Lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali IV itu, Tim melakukan pendataan jenis lontar yang ada. Dari ratusan lontar itu, lebih banyak lontar yang menulis naskah tentang puja (Mantra Astawa seperti Lontar Puja Tawur, Puja Pitra, Arga Patra). Ada pula jenis Lontar Wariga terdiri dari Sundari Bang, Sundari Terus, Sundari Gading, Guruning Sasih. Sementara Lontar Kekawin seperti Arjuna Wiwaha, Hari Sraya dan lainnya. Sedangkan Lontar Parwa ada Adi Parwa, Tutur Kuncara Karna, dan Kalpasastra Indik Pasesayutan.

Konservasi Lontar
Semua lontar-lontar itu masih bisa dibaca karena perawatannya sudah sangat baik. Karena itu, Tim Penyuluh hanya membersihkan debu, kemudian membuat aksara menjadi lebih jelas dengan menggunakan sebuah alat khusus. “Lontar-lontar yang ada memang sering dibaca oleh pemiliknya. Bahkan sering dijadikan referensi kegiatan keagamaan di gria, sehingga kondisi lontar masih bagus dan masih jelas bisa dibaca. Memang ada beberapa kondisi lontar agak rusak karena faktor usia,” ungkapnya.

Festival Konservasi Lontar serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali ini, Tim Penyuluh melakukan perawatan di rumah warga yang telah melakukan pendataan sebelumnya. “Tim Penyuluh Bahasa Bali melakukan penyelamatan lontar-lontar milik masyarakat melalui perawatan atau konservasi, disamping melakukan pendataan. Disamping itu, juga memberikan edukasi terkait cara menjaga dan merawat lontar,” paparnya. Pungkas Merta. [B/*]

Baca Juga:  Menulis Aksara Bali di Ruang Public dengan “Pasang Jajar Palas”