May 17, 2022
Kreasi

Sebelum ke PKB XLIV, Dua Sekaa Gong Kebyar Bangli Pentas Uji Coba

Panggung Utama Alun-Alun Kota Bangli dijejali pengunjung, Rabu 11 Mei 2022 Malam. Maklum, pada saat itu dua sekaa gong yang berbeda usia itu tampil menawan dihadapan penontan. Mereka tampak piawai dalam memainkan gamelan, demikian pula lihai dalam menari. Itu menunjukan kedua sekaa gong kebyar Duta Kabupaten Bangli itu sangat siap tampil dalam Parade Gong Kebyar Anak-Anak dan Gong Kebyar Dewasa pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022.

Untuk PKB kali ini, Gong Kebyar Anak-Anak dari Sanggar Tabuh dan Tari Sakura Dewata Banjar Metra Kaja, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku yang dipercaya untuk tampil sebagai duta Kabupaten Bangli. Sementara Gong Kebyar Dewasa dipercayakan kepada Sekaa Gong Asta Yowana Swara Desa Adat Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli. Malam itu, kedua duta Kabupaten Bangli itu tampil mebarung.

Sanggar Tabuh dan Tari Sakura Dewata menampilkan Tabuh Pepanggulan Kreasi “Wingkang Ranu”, selanjutnya Tari Kreasi “Nyet Nyat”, dan Dolanan “Mesau-Sauan”. Sementara Sekaa Gong Asta Yowana Swara yang menampilkan Tabuh Pepanggulan Kreasi “Bonang Nyampuh”, Tari Kreasi “Bunga Pucuk Bang”, dan Pragmentari “Agrabhawana”.

Sekaa Gong Kebyar Bangli

Persembahan kedua Duta Kabupaten Bangli itu mendapatkan respon luar biasa dari seluruh undangan dan penonton yang hadir. Kreativitas, semangat, dan penampilan para seniman tabuh dan tari itu sungguh mempesona. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ny. Sariasih Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Dia didampingi Ny. Suciati Diar yang hadir menyaksikan pementasan uji coba itu tertegun dan bangga.

Menyaksikan penampilan para diuta itu, penata fragmentari Yudi Laksana mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan juga fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli. Ke depan, diharapkan Bangli semakin menjadi kabupaten kreatif yang merangkul kreator muda dengan segala potensinya. “Sesuai dengan tema HUT ke-818 Kota Bangli tahun ini yaitu The Origin of Bangli, maka apa yang menjadi original Bangli harus dipertahankan, dan tentu harus dikembangkan. Karena sesuatu yang hidup adalah dia yang berkembang,” ucapnya. [B/*]

Related Posts