Masakan Bali juga Disukasi Wisatawan

 Masakan Bali juga Disukasi Wisatawan

Makanan Bali tak hanya menjadi primadona bagi masyaralat local, tetapi juga disukai oleh wisatawan mancanegera. Karena itu, restoran dan tempat makan, baik yang berdiri sendiri ataupun yang ada di hotel-hotel menyediakan pilihan menu masakan Bali. Sebut saja salah satu Yonne Cafe and Bar yang berada di aera Sens Hotel & Spa Ubud. “Kami menyediakan Balinese Set Menu dan Nasi Campur Ubud untuk pilihan menu masakan Bali. Menu ini menjadi salah satu best seller,” kata Food and Beverage Manager Yonne Cafe and Bar Agus Juniartha, Senin 25 juli 2022.

Di samping menyantap menu-menu dari negaranya, wisatawan asing juga memilih menu-menu Bali yang memang khas. Hanya saja, dalam mengolah menu itu disesuaikan dengan lidah wisatawan, namun tetap enak dan khas. “Terutama untuk tamu asing, menu Bali menjadi pilihannya. Karena mereka ingin mencoba, seperti apa masakan Bali itu. Banyak juga yang mencoba, bahkan tertarik mencicipi setiap datang ke Bali,” ujar Agus Juniartha.

Sementara Chef I Ketut Permana yang biasa mengolah menu-menu Bali untuk wisatawan. Untuk dapat dinikmati oleh wisatawan asing, pilihan menu ini disesuaikan lidah mereka, namun tidak menghilangkan rasa yang menjadi cirikhas masakan Bali. Dalam pengolahannya, masakan ini menggunakan base genep (bumbu lengkap ala Bali). “Namun rasanya tetap dibuat netral, sehingga siapapun bisa menikmatinya,” ucapnya.

Dalam Balinese Set Menu, berisi nasi, lawar, bebek dengan sambal matah khas Bali, sate lilit ayam, kerupuk, kuah santan dengan bumbu khas Bali, ayam sisit sambel matah, telur, udang serta kerupuk. “Semuanya kami buat sesuai cita rasa masakan Bali. Seperti lawar, sambel matah serta bebek goreng yang memang menjadi makanan khas Bali,” ungkapnya.

Baca Juga:  6 Mei, Big Fish Bar & Grill Buka Kembali

Nah, yang menarik dari menu ini adalah perpaduan bebek dengan sambal matah khas Bali. Tidak semua bisa memadukan antara bebek dan sambal matah, selain itu bebek yang tersaji juga begitu empuk. Menurut chef Permana, sebelum disajikan, bebek akan diolah seperti betutu sebelum akhirnya digoreng. Untuk menu Nasi Campur Ubud, menu yang disajikan hampir sama. “Hanya saja tidak dilengkapi bebek goreng, namun ada tambahan tempe manis,” pungkasnya senang. [B/*]