Ni Wayan Murdi, Pemeran Mantri Manis Sejak Tahun 80-an Berpulang.

 Ni Wayan Murdi, Pemeran Mantri Manis Sejak Tahun 80-an Berpulang.

Ni Wayan Murdi, pemeran Mantri Manis dalam dramatari arja

Pecinta kesenian Dramatari Arja, khususnya di tahun 80-an pasti tahu Ni Wayan Murdi, pemeran Mantri Manis yang memiliki suara yang sangat manis itu. Berbagai jenis tembang dinyanyikan begitu khas, maka tak heran penonton ataupun pendengar radio teresona dibuatnya. Selain menjadi bintang panggung, Murdi juga pemain dramatari arja Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar yang disiarkan setiap minggu. Meski tak pernah bertemu dengannya secara langsung, pendengar radio yang khususnya ada di pedesaan mengenal suara Murdi dengan jelas.

Kini suara dan tembang-tembang manis itu, hanya menjadi kenangan saja, karena seniman Ni Wayan Murdi telah berpulang. “Kakak saya meninggal di Rumah Sakit Wangaya, Sabtu 5 November 2022 lalu, sekitar pukul 03.30, karena menderita sakit sesak dan faktor umur. Jenazah almarhum masih dititipkan di Rumah Sakit Wangaya karena di desa adat masih ada upacara,” kata Jro Wayan Butuantara adik Murdi yang juga Bendesa Adat Sumerta, Denpasar.

Berpulangnya penari Dramatari Arja Ni Wayan Murdi, maka Bali kembali kehilangan satu seniman terbaiknya. Murdi berpulang pada usia 78 tahun. Sosok Murdi dikenang sebagai seniman yang konsisten dalam dunia peran seni arja. “Power vocal benar-benar dijaga betul oleh kakak saya. Di zama itu belum ada microphone, namun suara kakak benar-benar kuat dan jelas, sehingga disegani oleh generasi penerusnya juga masyarakat luas,” ucapnya.

Ni Wayan Murdi merupakan seniman yang dilahirkan dari seorang ayah yang juga seniman topeng bernama I Nyoman Pugra (almarhum). Sejak tahun 80-an, Murdi melakoni dunia seni tari hingga akhir ayatnya. Atas kegigihan, Murdi dalam menekuni dunia Arja, ia pernah menerima pernghargaan dari pemerintah, diantaranya ada Penghargaa Dharma Kusuma dari Pemerintah Daerah Provinsi Bali, dan ada beberapa penghargaan lainya. “Kakak saya tidak menikah sepanjang hidupnya. Kakak menjadi anak angkat. Sementara, saya sebenarnya adik misan,“ terang Jro Butuantara.

Baca Juga:  ‘Raksadhanu’ Dramatari Arja dari Komunitas Napak Tuju

Sosok seniman Dramatari Arja kelahiran tahun 1945 ini, namanya begitu melambung di era 80-an. Kepiawaiannya memerankan peran Mantri Manis tak tertandingi. Masyarakat penggemar seni klasik ini selalu menunggu aksi pentasnya. Berkat kemampuannya sebagai penari Dramatari Arja, Murdi mendapat tawaran bergabung dengan Seka Arja Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar. Peran Mantri Manis begitu melekat pada dirinya, sehingga sempat diangkat menjadi pegawai negeri di radio milik pemerintah itu.

Wanita ramah dan murah senyum ini sempat beberapa kali mengadakan lawatan seni di sejumlah negara, di Eropa seperti Perancis, Belanda dan Italia. Bagi Murdi menekuni kesenian arja bukan semata-mata materi materi. Baginya, ada kepuasan batin ketika kesenian arja disukai masyarakat. Selamat jalan Ni Wayan Murdi.

Jro Butuantara mengatakan, almarhum akan dilakukan pengabenan pada Jumat 12 November mendatang, di Setra Adat Sumerta, Denpasar Timur. Jenazah akan diambil dari RS Wangaya pada Jumat 11 November dibawa pulang ke rumah, Jl. Kenyeri, No. 72, Banjar Tegal Kualon, Desa Adat Sumerta, Dinas Sumerta Kaja. [B/*]