70 Perupa Gianyar Gelar Pemeran Lukisan di Gallery Monkey Forest Ubud
Berbagai ide dan gagasan mewarnai pameran seni rupa bertajuk Lukisan Tradisional di Gallery Monkey Forest Ubud. Pameran ini didukung sebanyak 70 orang perupa yang merupakan perwakilan dari 7 Kecamatan di Kabupaten Gianyar.
Pameran yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Gianyar I Wayan Adi Parbawa mewakili Bupati Gianyar, ditandai dengan penandatanganan kanvas oleh Kadisbud bersama Curators, Kamis 2 April 2026.
Pameran yang menyajikan karya-karya terbaik itu, tak hanya memberikan sajian seni untuk diapresiasi, tetapi juga mengedukasi, baik dari segi ide karya, goresan dan termasuk pemilihan warna. Maka tak heran, pameran ini juga menarik perhatian para wisatawan yang sedang jalan-jalan di Ubud.
Pemeran Lukisan Tradisional dalam ajang Pekan Budaya Gianyar serangkaian HUT Kota Gianyar yang ke-255 itu diawali dengan seleksi. Tahapan seleksi ini dilakukan dengan cukup ketat untuk bisa dipamerkan, sehingga peserta dari setiap kecamatan jumlahnya berbeda mengacu pada hasil seleksi yang dilakukan oleh Curators.
“Sebelumnya tercatat sebanyak 92 pelukis telah mendaftar untuk mengikuti pameran ini. Namun setelah melalui proses seleksi, hanya 70 peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk ambil bagian dalam pameran tersebut,” kata Curators Prof. DR. I Wayan Suardana
Prof. Suardana yang juga panitia pelaksana menyampaikan, pameran lukisan tersebut mengambil tema “Gianyar Bhuwana Sumedhya Nityan Rahayu” yang memiliki arti Gianyar berkembang, dalam kesejahteraan dan kelestarian.
Pemeran tersebut merepresentasikan perkembangan seni lukis Gianyar bukanlah perjalanan menuju sesuatu yang baru dengan meninggalkan yang lama, melainkan sebuah proses merawat, menjaga, mengolah, dan meneruskan.
“Konsep seni lukis tidak hanya direpresentasikan sebagai objek visual, tetapi sebagai arsip hidup yang merekam perjalanan masyarakat Gianyar dalam menjaga keseimbangan antara perubahan dan kontinuitas,” terangnya.
Dalam sambutan Bupati Gianyar yang dibacakan oleh Kadisbud Adi Parbawa menyampaikan, dari keseluruhan program yang telah berjalan di Kabupaten Gianyar, tentu pembangunan di bidang kebudayaan tetap menjadi prioritas sesuai Visi Misi Bupati Gianyar, salah satunya adalah pelestarian seni, adat dan budaya.
Pameran lukisan tradisional bukan sekadar ajang menampilkan karya seni, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya leluhur yang sarat dengan nilai-nilai filosofis, spiritual, dan estetika khas Bali, khususnya Gianyar sebagai pusat seni dan budaya.
Kegiatan pameran lukisan tradisional tersebut merupakan pameran lukisan pertama yang diselenggarakan oleh Pemkab Gianyar. Tentu saja kegiatan tersebut banyak memerlukan dukungan dari para seniman lukis.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memberikan ruang bagi para seniman untuk berkarya dan berekspresi, tetapi juga mengedukasi generasi muda agar semakin mencintai dan bangga terhadap seni tradisional,” jelas Kadisbud Adi Parbawa.
Adi Parbawa berharap pameran tersebut dapat menjadi inspirasi, mempererat hubungan antar seniman, serta membuka peluang ekonomi kreatif yang lebih luas bagi masyarakat. Pemkab Gianyar akan terus berkomitmen mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. [B]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali