ARMA Fest 2026 Hadirkan Lomba Baleganjur Ngarap, Tradisi yang Dikemas Kreatif
Lomba Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026/Foto: ist
KREATIVITAS dalam lomba baleganjur ngarap terus berkembang. Tidak hanya dari sisi gending dan komposisi, tetapi juga teknik permainan hingga busana sebagai pendukung. Belakangan, lomba baleganjur ngarap semakin diminati kalangan anak muda karena menghadirkan kreativitas musikal yang lebih dinamis.
Hal tersebut terlihat dalam Lomba Baleganjur Ngarap yang menjadi bagian dari ARMA Fest 2026 di Open Stage Museum ARMA, Ubud, Sabtu, 19 September 2026. Berbeda dengan pertunjukan baleganjur yang umumnya dimainkan dengan posisi duduk di atas panggung, lomba ini menghadirkan prosesi ngarap yang dilakukan sambil berjalan menuju open stage.
Pada hari pertama pelaksanaan ARMA Fest, ada empat sekaa tampil mengadu kreativitas dan kepiawaian memainkan gamelan baleganjur. Mereka adalah Sekaa Baleganjur Putra Kencana, Nata Suara, Sekaa Gong Puspa Sari, dan Sekaa Gong Bina Yowana Santhi.
Para peserta ini didominasi anak-anak muda terlihat jelas di setiap penampilan. Masing-masing sekaa tampil penuh energi dan memiliki karakter tersendiri. Mereka tidak sekadar memainkan tabuh berdasarkan pakem, tetapi meracik kreativitas baru melalui permainan ritme, koreografi, ekspresi wajah, hingga penjiwaan yang kuat.
Di atas panggung, para penabuh tampak bersemangat menjaga tempo dan dinamika permainan. Pukulan kendang, ceng-ceng, dan kajar dimainkan dengan presisi di tengah tekanan waktu dan perhatian juri. Sorak penonton yang memadati arena semakin membakar semangat para peserta, membuat suasana perlombaan berlangsung meriah dan kompetitif.
“Lomba Baleganjur Ngarap ini tidak hanya menampilkan peserta di atas panggung, tetapi menjalankan prosesi ngarap hingga menuju open stage. Ini salah satu yang menjadi pembeda dari festival lainnya,” kata Ketua Panitia ARMA Fest 2026, I Made Sutama, Sutama dalam keterangan sebelum lomba berlangsung.
Lomba yang belakangan semakin diminati generasi muda itu, tidak hanya mengandalkan kemampuan memainkan gending dan menyusun komposisi, tetapi juga menggabungkan teknik permainan, koreografi, ekspresi, hingga busana sebagai bagian dari pertunjukan. Baleganjur ngarap menawarkan bentuk kreativitas musikal yang lebih dinamis, tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Berbeda dengan pertunjukan baleganjur yang umumnya dimainkan dalam posisi duduk di atas panggung, konsep ngarap dalam festival ini menghadirkan prosesi yang dilakukan sambil berjalan menuju open stage. Perubahan format tersebut membuat pertunjukan terasa lebih atraktif dan dekat dengan penonton.
“Konsep yang berisi berjalan tersebut menjadi salah satu pembeda Lomba Baleganjur Ngarap tahun ini. Ada proses benar benar ngarap. Ini konsep sekaligus memberikan pengalaman kepada penonton, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat tradisi baleganjur dan proses kreatif dalam ngarap,” imbuhnya.
Menurutnya, konsep tersebut sekaligus memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada penonton, khususnya generasi muda, mengenai tradisi baleganjur dan proses ngarap. ARMA Fest 2026 melibatkan sembilan sekaa baleganjur dari berbagai wilayah di Bali. Pada hari pertama, Sabtu 19 September, sebanyak empat peserta tampil, sedangkan lima peserta lainnya dijadwalkan mengikuti lomba pada Minggu 20 September.
Selain lomba baleganjur ngarap, ARMA Fest 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya, seperti workshop megendang, pameran seni rupa, serta pertunjukan yang melibatkan anak-anak, pelajar, pemuda, dan seniman dewasa. “Seniman dan penampilnya ada anak-anak, pemuda, dan dewasa. Ada seniman lukis, ada workshop yang pesertanya siswa SD dan siswa SMP. Mereka belajar melukis dan megendang, bermain gendang Bali. Jadi kami adakan pembelajaran di sini,” ujar Sutama.
Sutama mengatakan ARMA Fest juga menjadi bagian dari upaya Museum ARMA untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Bali, khususnya generasi muda. Selama sekitar 30 tahun keberadaan Museum ARMA, pengunjung yang datang masih didominasi wisatawan asing. “Sejak 30 tahun ARMA Museum didirikan, pengunjung selalu warga asing. Warga kita sendiri masih sangat jarang. Jadi, supaya mereka mengenal museum ini,” ujarnya.
Ia berharap ARMA Fest dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat lokal untuk mengenal lebih dekat Museum ARMA, koleksi seni, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang berlangsung di dalamnya.
Sementara itu, GM ARMA Museum & Resort, Made Suhartana mengatakan, penyelenggaraan ARMA Fest merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi budaya Bali sekaligus membuka ruang interaksi masyarakat dengan seni dan budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan turut meningkatkan nilai dan kualitas pariwisata Bali, terutama melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya. “Melestarikan tradisi budaya Bali, masyarakat berinteraksi, tertarik dengan seni dan budaya. Harapan ke depan meningkat nilai pariwisata, kualitas pariwisata,” ujarnya.
ARMA Fest 2026 juga menghadirkan pameran lukisan gaya Keliki sebagai salah satu rangkaian kegiatan. Pameran tersebut memberikan ruang bagi seniman lokal Desa Keliki untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Ketua Yayasan ARMA, Agung Yudi, mengatakan keberadaan ARMA tidak terlepas dari kontribusi berbagai kalangan, terutama seniman dan budayawan. “ARMA tidak hanya milik satu orang. ARMA juga besar oleh banyak kalangan, seniman, budayawan, bisa berdiri sampai sekarang usia 30 tahun ini,” ucapnya.
Menurutnya, tantangan ARMA ke depan adalah menjaga marwah seni dan budaya Bali sekaligus tetap mampu mengikuti perkembangan zaman.
ARMA Fest 2026 mengangkat tema “Living Tradition” sebagai upaya menjaga seni dan budaya tetap hidup sekaligus relevan dengan perkembangan zaman. Festival ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bagi budayawan, seniman, komunitas, dan generasi muda untuk bertemu, berinteraksi, serta berkreasi.
Secara keseluruhan, ARMA Fest 2026 melibatkan hampir 1.000 seniman dari berbagai komunitas dan latar belakang seni. Lomba baleganjur ngarap berlangsung selama dua hari hingga Minggu, 20 September 2026. [dar]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali