Dari Barong hingga Kuliner, Merayakan Keberagaman Budaya Bali di Uluwatu

 Dari Barong hingga Kuliner, Merayakan Keberagaman Budaya Bali di Uluwatu

Lobi Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa merayakan kekayaan budaya dan kreativitas Bali/Foto: dar

LOBI Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa menjadi panggung pertunjukan seni budaya Bali pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Barong Show yang biasanya dapat disaksikan di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park kali ini ditampilkan dalam kemasan kolosal dan modern, dengan memadukan berbagai jenis barong dalam satu panggung.

Pertunjukan tersebut mengombinasikan tradisi lokal dengan iringan gamelan kontemporer, koreografi teatrikal, komedi interaktif, serta efek visual yang megah. Pertunjukan tak hanya atraktif, tetapi juga interaktif yang melibatkan para tamu dalam memainkan kulkul kecil sebagai bentuk music iringan secara langsung.

Di luar panggung, tepatnya di area lobi, berjejer stan yang menyajikan beragam hidangan menggugah selera. Sambil menyaksikan berbagai pertunjukan, para tamu dapat menikmati aneka makanan yang dikemas dalam suasana pasar senggol. Cerita tidak hanya hadir melalui hidangan yang disajikan, tetapi juga terbangun dari interaksi antartamu. Berbagai percakapan mengalir, mulai dari budaya, kuliner, hingga destinasi wisata.

Itulah suasana Renaissance Day of Discovery 2026 yang digelar Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa. Perayaan ini menghadirkan ritual minuman kreatif, kolaborasi kuliner lokal, eksplorasi karya para perajin, serta pengalaman budaya yang memperkaya wawasan tentang Bali. Berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, festival ini mengusung semangat eksplorasi budaya dan lingkungan sekitar melalui penjelajahan kuliner, kolaborasi kreatif, serta pengalaman budaya Bali.

“Bali merupakan destinasi yang menyimpan begitu banyak kisah luar biasa, mulai dari warisan seni dan tradisi kulinernya hingga masyarakat yang terus membentuk kreativitas pulau ini. Melalui Renaissance Day of Discovery, kami ingin menghadirkan kesempatan yang bermakna bagi para tamu untuk terhubung dengan destinasi ini melalui pengalaman yang melampaui ekspektasi,” kata General Manager Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, I Wayan Raksa.

Renaissance Day of Discovery 2026 mengusung tema “Layers of Discovery”. Perayaan ini mengajak para tamu mengenal lebih dekat kisah, tradisi, dan talenta kreatif yang menjadikan Bali sebagai destinasi dengan karakter khas. Program ini juga menyoroti koleksi ritual minuman terbaru Evenings at Renaissance, yang dikembangkan bersama bartender Indonesia peraih penghargaan, Demitria “Demi” Dana Paramita, pendiri HATS Bar Jakarta sekaligus Beverage Rituals Ambassador Renaissance Hotels.

Terinspirasi dari bahan-bahan lokal, tradisi budaya, serta interpretasi kreatif terhadap cita rasa yang familier, koleksi ini menjadikan peralihan dari siang menuju malam sebagai kesempatan untuk menemukan hal baru dan membangun koneksi yang bermakna.

“Dengan mempertemukan talenta lokal, pengalaman budaya, dan layanan perhotelan kontemporer, kami merayakan keunikan Bali sekaligus menciptakan momen penemuan yang berkesan,” ujar Raksa.

Lobi Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa merayakan kekayaan budaya dan kreativitas Bali/Foto: dar

Raksa menjelaskan, perayaan Renaissance Day of Discovery 2026 dimulai pada 31 Oktober dengan rangkaian acara malam yang mengangkat semangat Evenings at Renaissance. Salah satu sorotan utamanya adalah Punch Bowl Ritual bersama Demi, yang mempertemukan para tamu melalui pengalaman menikmati minuman secara bersama-sama.

Ritual ini mencerminkan pendekatan koleksi tersebut dalam mengolah bahan-bahan dan tradisi yang familier menjadi interpretasi kontemporer dari budaya lokal. Malam kemudian berlanjut dengan Pasar Senggol, sebuah pengalaman bersantap bernuansa pasar malam yang merayakan kekayaan kuliner Indonesia, dilengkapi dengan beragam cita rasa Asia dan internasional.

Melalui kolaborasi dengan mitra kuliner di lingkungan sekitar, yaitu Avli, Yuki, dan Café La Pasion, acara ini mempertemukan beragam perspektif kuliner sekaligus menyoroti kekayaan pilihan bersantap di kawasan tersebut. Para tamu diajak menjelajahi aneka cita rasa dan mengenal lebih dekat hubungan antara resor dan komunitas kuliner di sekitarnya.

Director of Beverage Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, Satria Gamita, mengatakan bahwa makanan dan minuman memiliki kemampuan istimewa untuk mempertemukan orang-orang sekaligus menceritakan karakter suatu destinasi.

Mulai dari semarak dan keberagaman Pasar Senggol hingga Punch Bowl Ritual bersama Demi, setiap pengalaman dirancang secara cermat untuk mengajak para tamu mengeksplorasi cita rasa yang familier melalui perspektif baru.

“Kami sengaja menghadirkan kolaborasi dengan mitra kuliner di lingkungan sekitar serta merayakan tradisi kuliner lokal. Hal ini memungkinkan kami menghadirkan pengalaman yang bukan sekadar tentang bersantap, tetapi juga tentang koneksi, kreativitas, dan penemuan,” papar Satria Gamita.

Pada Minggu, 1 November 2026, rangkaian acara berlanjut melalui The Artisan Table, sebuah kolaborasi kreatif yang melibatkan Komang Tri Jewelry, Clay Craft Pottery Studio, dan Brew Me Tea.

Menggabungkan keterampilan pembuatan perhiasan, kerajinan keramik, dan apresiasi terhadap teh, acara ini memperkenalkan satu set perlengkapan teh yang dirancang secara khusus untuk merayakan kreativitas dan keterampilan desain yang terinspirasi dari kekayaan lokal.

Melalui cerita yang dibagikan para kolaborator, para tamu diajak mengenal bagaimana berbagai disiplin kreatif dapat berpadu untuk menghasilkan karya dengan karakter tersendiri. Kolaborasi ini menyoroti nilai kerajinan lokal serta kisah di balik objek, material, dan tradisi yang membentuk ritual sehari-hari.

Hari tersebut juga menandai diperkenalkannya Silk Road, minuman berbasis teh yang dikembangkan bersama Demi sebagai bagian dari koleksi Evenings at Renaissance. Memadukan cita rasa aromatik dengan semangat pertukaran budaya, minuman ini merayakan hubungan tak terduga yang tercipta melalui perpaduan bahan-bahan dan tradisi.

Para tamu juga berkesempatan mengenal budaya Bali melalui kelas tari tradisional bersama seniman GWK dan kelas musik Sasando. Kedua aktivitas ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari gerak tari tradisional, mengenal warisan musik, serta memahami kisah budaya yang melatarbelakangi kesenian tersebut.

Menjelang senja, area infinity pool deck resor menjadi latar pertunjukan sunset ritual yang memadukan musik, gerak, dan keindahan alam Bali dalam suasana yang mengundang refleksi dan koneksi. Secara keseluruhan, rangkaian aktivitas ini menghadirkan beragam perspektif mengenai identitas budaya Bali, mulai dari karya para perajin kontemporer hingga tradisi yang terus dilestarikan melalui musik dan tari.

“Visi kami untuk Renaissance Day of Discovery adalah menghadirkan tema ‘Layers of Discovery’ melalui pengalaman yang mengajak para tamu melihat lebih jauh dari apa yang tampak di permukaan,” ujar Assistant Director of Marketing & Communications Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa, Maria Passa Parinduri.

“Mulai dari kolaborasi dengan perajin lokal dan mitra kuliner di lingkungan sekitar hingga menampilkan seni pertunjukan Bali dan memperkenalkan ritual minuman terbaru, setiap elemen dirancang untuk mengungkap kisah berbeda tentang destinasi ini. Kami bangga dapat mempertemukan berbagai talenta kreatif dan menawarkan cara baru bagi para tamu untuk terhubung dengan budaya, masyarakat, dan karakter khas Bali,” lanjut Maria.

Melalui Renaissance Day of Discovery 2026, Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa merayakan beragam lapisan kekayaan Bali dengan mempertemukan cita rasa lokal, kreativitas para perajin, tradisi budaya, dan layanan perhotelan kontemporer.

Perayaan selama dua hari ini mencerminkan semangat Renaissance Hotels dalam mendorong rasa ingin tahu, membangun koneksi yang bermakna, serta menginspirasi para tamu untuk menemukan hal-hal tak terduga di setiap destinasi. [dar]

Related post