Anak-anak Sanggar Darmawangsa Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

 Anak-anak Sanggar Darmawangsa Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Anak-anak Sanggar Darmawangsa Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Penari cilik ini tampil enerjik. Meski sudah biasa ngayah menari, namun dalam urusan teknik, komposisi, kesesuaian kostum hingga ekspresi mesti tetap menjadi perhatian seorang penari. Karena itu, puluhan penari cilik tampil dihadapan dewan juri untuk memastikan kesempurnaan tari yang dilakukan. “Kami menggelar ujian kenaikan tingkat bagi anak-anak Sanggar Darmawangsa. Ujian ini sebagai evaluasi daya serap siswa dalam pembelajaran seni tari,” kata Ida Bagus Yudistira, S.Sn., S.Pd, disela-sela menguji para siswanya di Wantilan Pura Dalem, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu 4 Januari 2020.

Untuk tahun ini, sanggar tari yang berdiri sejak 2001 itu menguji sebanyak 75 penari cilik. Mereka mengikuti ujian sesuai kelas seni tari yang dipelajari selama satu tahun. Kelas seni tari itu terdiri dari yaitu Tingkat Dasar yang mengujikan Tari Condong dan Tari Puspanjali, Tingkat Madya adalah Tari Margapati dan Tari Tenun, serta Tingkat Terampil yang mengujikan Tari Jaran Teji. Selain pengelola sanggar, sebagai dewan penguji juga menghadirkan para seniman dan guru tari yang sudah berpengalaman.

Para peserta ujian yang dinyatakan lulus, akan mengikuti kelas tari pada tingkat berikutnya. Mereka, juga mendapatkan penghargaan dan tropi sebagai tanda lulus. “Anak-anak yang berprestasi juga mendapat kesempatan tampil dalam ajang seni bergengsi, seperti Pesta kesenian Bali (PKB) baik ditingkat kabupaten ataupun Provinsi Bali. Memang, setiap ajang PKB anak-anak Sanggar Darmawangsa sering didapuk sebagai penari PKB, baik sebagai penari kreasi, dolanan ataupun pragmentari,” papar Guru Seni Budaya SD Saraswati 4 Denpasar itu.

Bukti keseriusannya dalam mengelola sanggar seni, ayah tiga putra ini telah berhasil mendidik para siswanya untuk menjadi penari yang handal. Bahkan, beberapa anak-anaknya telah berhasil sebagai guru, bahkan dosen. “Kami sangat bangga, anak-anak dari Sanggar Darmawangsa telah mampu mandiri, bahkan berhasil menjadi pengajar berbagi ilmu kepada adik-adiknya. Jujur, kami mengajar seni tari, bukan membuat mereka sebagai seniman, tetapi sebagai orang yang lebih baik. Kalau nanti ada yang menjadi dokter, maka harapannya menjadi dokter yang baik, guru yang baik, atau insinyur yang baik,” harapnya. (Ar)

Baca Juga:  Gending-gending Pelegongan Maestro Lotring Mengumandang di PKB Ke-44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *