Menciptakan Warisan Melalui Vodka Martini melalui Smirnoff Bartender Competition 2026
Panitia Smirnoff Bartender Competition/Foto: ist
WAWAN Kurniawan memperkenalkan ajang kompetisi bartender bergengsi bertajuk Smirnoff Bartender Competition: “The Martini Legacy 2026” di Bali. Ajang bergengsi ini tentu dapat menggaerahkan industri hospitality dan dunia mixology Indonesia.
Sebagai Brand Ambassador Smirnoff, Wawan Kurniawan memilih Bali sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project), karena reputasinya sebagai pusat hiburan kelas dunia yang selalu menghadirkan tren baru.
“Pemilihan Bali didasari oleh ekosistem party dan hiburan yang sangat dinamis. Kehadiran talenta-talenta berbakat di Pulau Dewata menjadi magnet utama mengapa kompetisi ini dimulai dari sini,” kata Wawan Kurniawan.
Meski berpusat di Bali, ajang ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh bartender profesional di seluruh penjuru Indonesia yang ingin menunjukkan kebolehannya. “Melalui kompetisi banterder ini, kami ingin menciptakan warisan melalui Vodka Martini,” ucapnya.
Karena itu, fokus utama dari kompetisi tahun ini adalah menciptakan spesifikasi tantangan pada minuman Martini. Para peserta diberikan berkreasi untuk menciptakan menu baru yang memiliki rasa dan sajian yang berbeda, tetapi tetap menggunakan Vodka Martini.
“Jika sebelumnya kompetisi sering kali bersifat umum, kali ini Smirnoff ingin mendorong terciptanya sebuah warisan (legacy) dari tangan-tangan kreatif talenta lokal. “Kami berharap, karya bartender Indonesia ini dapat dikenal luas hingga ke mancanegara,” ucapnya serius.
Langkah Smirnoff kali ini tergolong unik, dan berbeda dari kompetisi pada umumnya. Diageo Indonesia melakukan peluncuran brand tepat sebelum rangkaian kompetisi dimulai. Ini menegaskan posisi Smirnoff sebagai “The One and Only” yang berani mendobrak pakem konvensional di industri minuman.
Alasan pemilihan Martini sangat mendasar, yakni karena sejarah panjang yang mengaitkan minuman klasik ini dengan vodka martini. Smirnoff sendiri dikenal sebagai vodka yang sangat fleksibel.
Karakteristiknya memungkinkan koktail klasik bertransformasi menjadi minuman modern yang inovatif. Selain itu, Smirnoff sangat mudah dipadukan untuk berbagai kreasi, bahkan bagi para pemula sekalipun.
Syarat dan Ketentuan Kepesertaan
Ajang The Martini Legacy 2026 menetapkan standar profesional bagi para pesertanya. Berikut adalah poin-poin persyaratan yang wajib dipenuhi, seperti peserta merupakan bartender profesional yang aktif bekerja di sebuah outlet.
Peserta wajib berusia minimal 21 tahun saat kompetisi berlangsung. Pendaftaran bersifat individu (satu orang satu entri). Namun, jika satu outlet memiliki lima bartender, seluruhnya diperbolehkan mendaftar.
Karyawan atau peserta dari lingkup Diageo tidak diperkenankan untuk ikut serta. Rangkaian acara dimulai dengan peluncuran resmi sekaligus pembukaan pendaftaran pada 4 Mei 2026. Batas akhir pengiriman karya atau submission ditetapkan hingga 22 Mei 2026.
Setelah proses kurasi, panitia akan mengumumkan 20 peserta terbaik pada 23 Mei 2026 untuk melaju ke babak final. Menariknya, 20 finalis ini akan mendapatkan fasilitas promosi khusus dari Smirnoff untuk mendukung eksistensi mereka di outlet tempat mereka bekerja.
Puncak acara berupa kompetisi langsung (live competition) akan digelar pada 13 Juni 2026. “Untuk kualifikasi awal, peserta diwajibkan mengumpulkan resep dengan gaya Martini Style,” imbuh Wawan Kurniawan.
Peserta boleh menggunakan bahan buatan sendiri (home-made ingredients). Selain resep, aspek bercerita (storytelling) menjadi poin krusial. Peserta harus mengunggah foto produk Smirnoff bersama bartender di media sosial dengan menyertakan tagar resmi Diageo Indonesia dan Smirnoff ID.
Panitia hanya mewajibkan unggahan foto, tanpa perlu membuat video. Dewan juri menetapkan sistem penilaian total 100 poin yang terbagi ke dalam lima kategori utama, masing-masing memiliki bobot 20 poin.
Lima kategori utama itu adalah originalitas dan kreativitas, identitas Martini (Martini Identity), konsep bercerita (storytelling concept), presentasi visual, dan keselarasan merek (Brand Alignment).
Dalam tantangan pembuatan koktail, peserta wajib menggunakan minimal 45 ml Smirnoff. Resep yang dibuat harus mengusung salah satu elemen dasar alam, yaitu: Fire (Api), Water (Air), atau Wood (Kayu).
Peserta diberikan kebebasan penuh dalam berkreasi dengan bahan home-made tanpa batasan, asalkan tetap berfokus pada salah satu elemen tersebut. Detail mengenai teknik, aroma, tekstur, dan presentasi akan menjadi poin pembeda yang sangat diperhatikan.
Pada babak final yang dilakukan secara langsung, sistem penilaian akan berbeda dan dijelaskan lebih lanjut saat sesi technical meeting. Secara teknis, peserta diberikan waktu 6 menit untuk persiapan (prepare) dan 2 menit untuk proses pembuatan koktail di hadapan juri.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para pemenang, Smirnoff menyiapkan total hadiah jutaan rupiah. Lebih dari sekadar hadiah materi, para pemenang memiliki peluang besar untuk terlibat dalam agenda masa depan Smirnoff, seperti acara khusus atau kegiatan bar take over.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi para bartender untuk memperluas jaringan dan memperkuat karier profesional mereka di industri mixology internasional,” papar Wawan Kurniawan mengakhiri pembicaraannya. [B]

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali