January 23, 2022
Agenda

Siapkan 80 Karya, Gusti Buda Gelar Pameran Tunggal di Lv8 Resort Hotel

Perupa I Gusti Ngurah Putu Buda bakal menggelar pameran tunggal di Lv8 Resort Hotel Berawa (Koridor Lantai 4). Pameran akan dibuka pada 27 Januari 2020 yang akan berlangsung hingga 25 Juni 2020. Untuk pameran kali ini, perupa asal Br. Batusari, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung itu menyajikan 80 lukisan buah karya dari tahun 2003 sampai 2019. “Ya, saya akan menggelar pameran tungal Lv8 Resort Hotel Berawa,” kata Gusti Ngurah Putu Buda, beberapa waktu lalu.

Dalam dunia seni rupa, Gusti Buda demikian sapaan akrabnya adalah seorang perupa dengan gaya lukisan abstrak. Hasil karyanya pernah bom di luar negeri, ketika berpameran di Hongkong dan Singapura. Dari aktivitas kreatifnya itu, ia pernah dianugrahi penghargaan pernah Fillip Morris Word dan meraih 10 besar Serpenguad Pelukis Hongkong. “Penghargaan ini sebagai campuk untuk lebih bersemngat dalam menghasilkan karya seni,” ucap ayah tiga putra ini.

Suami dari I Gusti Ayu Wiratni memang seorang perupa kususnya dalam bidang seni lukis. Ia pernah belajar seni patung, tetapi tidak fokus dan kurang menarik. Pernah mencoba menekunni seni peran, bahkan sudah membuat beberapa video pendek dan iklan, juga tidak berlanjut. Ia hanya konsenstrasi pada seni lukis. “Saya merasa lebih nyaman dan dapat menujukkan jati diri dibidang seni lukis. Jujur, ini bukan kebetulan. Lewat seni ini merasa lebih gampang berinteraksi dengan orang lain. Terutama untuk kegiatan sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Dulu, orang tuanya menyarankan ia untuk melanjutkan di Sekolah Teknik Menengah (STM) memilih jurusan elektronik. Hal itu, karena ia terkena polio, sehingga pendidikan itu dianggap paling pas. Namun, ia tetap memilih seni rupa, sehingga setelah tamat SMP melanjutkan ke Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). “Seni lukis itu awalnya hobi, tetapi kini sudah menjadi tanggung jawab hidup yang harus di perjuangkan. Dulu, saya tidak memiliki cita cita yang jelas,” ucapnya.

Dalam proses pembelajaran, Gusti Buda mengalami kendala, sehingga hijrah ke Yogyakarta untuk menggali ilmu seni rupa. Di sana, ia mendapat tawaran mengikuti pameran tunggal di luar negeri, ke Hongkong sebanyak dua kali, ]ke Singapore sebanyak 3 kali serta ke Dubai, Chicago, dan Inggris hanya sekali. Ia juga beberapa kali mengikuti pameran di Jawa. “Saya pertama kali menggelar pameran tunggal di Art Center Denpasar. Saat itu mengangkat judul “Blantara Beton”. Selanjutnya dibeberapa gallery di Bali,” kenangnya.

Selain melukis, ia juga hobi bermain musik, sehingga sempat menjadi bintang iklan. Ia juga memiliki usaha kuliner yang ikut mengadu nasib di jalur Objek Wisata Sangeh. Sambil berjualan, ia juga menghidupkan kembali membuat suling yang diukir. “Jenis permainan musik tradisional ini bisa dijadikan souvenir di objek wisata alam di Sangeh,” harapnya. (AD/Ar)

Related Posts