October 29, 2020
Destinasi

Yuk.. Berwisata ke Karang Impian Beach Swing & Camping Ground

Ingin tempat wisata yang beda?

Sekali waktu berkunjunglah ke Karang Impian Beach Swing & Camping Ground di Kabupaten Jembrana. Daya Tarik Wisata (DTW) ini tak hanya memberikan suasana aman dan nyaman, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman berwisata yang indah dan tak terlupakan sepanjang jaman. Jenis dan bentuknya mungkin saja sama dengan atraksi wisata di dearah lain, tetapi suasana dan panorama yang ditawarkan pasti berbeda. Maka jangan heran, kalau Karang Impian Beach Swing & Camping Ground selalu saja menjadi pilihan wisatawan untuk berwisata.


Karang Impian Beach Swing & Camping Ground


Karang Impian Beach Swing & Camping Ground terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Jika kesana, lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan Raya Denpasar – Gilimanuk dan dapat dijangkau dengan transportasi darat. Kalau dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, jaraknya sekitar 127,7 Km atau berkendara dengan jarak tempuh sekitar 3 jam 13 menit. Jika dari Pelabuhan Gilimanuk berkendara sekitar 17 menit dengan jarak tempuh sekitar 13,1 Km. “Karang Impian Beach Swing & Camping Ground ini berdiri atas dasar inisiatif dari Pokdarwis Passih, Sumbersari-Melaya,” kata Ketua Pokdarwis Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi SSTP.

Ayunan yang letaknya tepat diatas tebing pantai benar-benar menantang pengunjung untuk mencoba. Karena, pada saat berayunan pengunjung dapat menimati keindahan Pantai Karang Impian yang sangat indah. Fasilitasnya berupa dua Ayunan Extreme Dewasa, du Ayunan Semi extreme untuk anak-anak, Camping Ground untuk kapasitas 6 – 8 tenda (pertenda 2 orang). Selain itu, juga terdapat fasilitas 2 unit toilet, 1 unit mini bar. Spot selfie sangat menarik, dan areal bermain anak yang aman. “Kami akan segera membuka resto bar yang menjual makanan khas jembrana seperti lontong serapah, tipat cantok, dan lainnya,” ucapnya.


Karang Impian Beach Swing & Camping Ground


Destinasi ini mulai digarap awal Agustus 2019, namun sempat tidak beroparasi saat Virus Corona mewabah di Pulau Dewata. Setelah memasuki New Normal dan mengikuti verifikasi tatanan kehidupan era baru, maka mulai buka 1 Juni 2020. “Respon masyarakat sangat positif, karena di warung kami optimalkan jual produk lokal, sehingga respon itu terus ada peningkatan. Kami juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung,” ucapnya.

Pengunjung dan pegawai wajib memakai masker. Dua pintu masuk, masing-masing disiapkan tempat mencuci tangan dan hand sanitizer. Pengunjung termasuk para pegawai yang masuk wajib mengikuti pengecekan suhu tubu dengan thermo gun. “Kami juga menyiapkan masker berbayar bila ada pengunjung tanpa masker. Jika ada pengunjung yang suhu tubuhnya tinggi langtsung dirujuk ke rumah sakit. Kalau pegawai, maka disuruh istirahat di rumahy,” tutup Mira serius. [B/*]

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *