January 23, 2022
Destinasi

Hidden Canyon Beji Guwang, Ukiran Dinding Sungai Proses Alami Ratusan Tahun

Jika suka dengan yang unik dan menarik, berwisatalah ke Hidden Canyon Beji Guwang, yang beralamat di Jalan Sahadewa, Banjar Wangbung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Daerah Tujuan Wisata (DTW) tergolong baru ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah, alami (tanpa buatan), mempesona sekaligus menantang. Para pengunjung bisa memanjat tebing, melompat, dan menelusuri derasnya sungai sambil menikmati keindahan tebing berukir secara alami itu.

Ukiran tebing itu sangat baik sebagai latar belakang foto bersama teman, keluarga dan bersama pasangan. Jika suka ber-selfie ria, disinilah tempat paling asyik dan cantik. Selain menyajikan ukurin dinding sungai yang klasik, sinar matahari yang memancar dicelah-celah lobang sungai itu membuat foto menjadi sangat mempesona. Tentu saja menarik, sebab, ukiran itu diperkirakan dari proses aliran air sungai yang mungkin terjadi ratusan, bahkan ribuan tahun silam itu memang memikat.

Panorama alam sekitar desa itu juga menawan. Di setiap langkah saat menyusuri sungai atau tebing, akan diiringi merdunya alunan suara burung-burung liar, segarnya gemericik arus sungai yang semua itu menjadi aktivitas asyik di objek wisata asri ini. Setiap pengunjung yang datang, diberikan pelayana maksimal termasuk pemandu wisata. Pengunjung mendapatkan handuk, locker, air mineral dan tax service hanya dengan membayar tiket sebesar Rp 100.000. Harga tiket itu berlaku untuk semua orang, baik itu wisatawan domestik, anak-anak, dewasa, maupun wisatawan mancanegara. “Ttiket itu berlaku sejak 10 Maret 2021 lalu,” kata Manejer, I Nyoman Ariawan Mastina, Rabu 5 Januari 2022.

Hidden Canyon Beji Guwang

Sistem management memang tergolong baru, sehingga fasilitasnya yang ada menjadi sangat lengkap, bersih dan sesuai standar. Wajar saja pengunjung merasa aman dan nyaman untuk beraktivitas wisata. Apalagi didampingi pemandu wisata mulai dari melewati sungai, tebing, dan persawahan sepanjang 3,5 Km untuk jalur trekking. DTW yang mengandalkan wisata alam ini memang cocok bagi para pecinta tantangan. Sebut saja pada saat trekking, pengunjung diajak naik turun tebing, berendam menelusuri sungai, hingga tiba pada titik-titik peristirahatan.

Trekking yang ditawarkan itu memiliki tiga titik peristirahatan, Canyon 1, Canyon 2, dan Canyon 3. Di masing-masing titik peristirahatan itu menyuguhkan pemandangan tebing yang indah. Nah, disini pengunjung bisa berfoto di Canyon 1, karena tempatnya sejuk, dan merupakan tempat paling bagus. Pengunjung merasa senang berwisata disini. Bahkan, beberapa traveler sangat menikmati. Mereka membiarkan diri dalam keadaan basah beristirahat setelah menuntaskan trekking.

Menjelang tahun baru 2022, Hidden Canyon Beji Guwang Trekking Adventure menjadi pilihan wisatawan, utamnya domestik. Setelah adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah kunjungan menjadi lebih ramai. “Menjelang tahun baru rata-rata kunungan diatas 10 orang dalam sehari. Sedangkan diakhiri tahun 2021 kami pertama kali tempuh rekor kunjungan wisatawan hingga 51 orang. Namun, kemudian jumlah kunnjungan menurun pas tahun baru, yakni pada tanggal 1 – 2 Januari yang hanya ada kunjungan rata-rata diatas 25 orang,” sebutnya.

Hidden Canyon Beji Guwang

Aktivitas pengunjung saat itu, berupa kegiatan trekking meyusuri sungai dengan panorama alam nan asri dan alami. Tebing-tebing berukir yang terbentuk secara alami dari proses erosi aliran air dan proses alam sebagai spot-spot photo yang menarik dan bermain air di alam yang masih sangat asri. “Karena masih masa pandemi, Hidden Canyon merancang konsep merubah segmen pasar, yang sebelumnya mayoritas wisatawan asing, kini menjadi ke segmen pasar domestik. Kuota atau jumlah wisatawan domestik besar, jaraknya dekat, daya beli cukup besar, minat, dan stabilitas kunjungan yang sangat stabil. “Loyalitas wisatawan domestik juga sangat besar untuk mengunjungi Bali,” imbuhnya.

Hidden Canyon Beji Guwang, merupakan badan usaha milik Desa Guwang yang berdiri sejak 20 Oktober 2015. Adanya DTW tyersebut dipelopori oleh I Nyoman Parta yang saat ini menjadi Anggota DPR RI. Tujuannya, untuk mensejahterakan masyarakat Desa Guwang, dengan cara mempekerjakan warga asli Desa Guwang. “Kami di sini memiliki tujuan untuk membangun desa kami, dengan mempekerjakan warga asli. Kami berharap akan memberikan manfaat kepada warga kami, dan usaha wisata ini dapat diteruskan oleh generasi penerus kami,” ujar Ariawan Mastina serius. [B/*]

Related Posts