Pelatihan Membuat Banten Otonan di Banjar Kebonkuri Lukluk Kelurahan Kesiman

 Pelatihan Membuat Banten Otonan di Banjar Kebonkuri Lukluk Kelurahan Kesiman

Bagai sebuah kegiatan mesuka duka. Ibu-ibu yang mengenakan busana adat dan berpenampilan rapi tengah sibuk melakukan jejahitan (membuat banten dengan menggunkan janur). Di tangan kanannya lengkap dengan pisau kecil, sementara didepannya ada janur, semat (alat dari bamboo kecil untuk menempel) dan berbagai bunga yang bakal disulat menjadi sarana upacara. Raut wajah para wanita ini begitu sumringah, sambil menebar senyum mereka melakukan pekerjaan tersebut dengan senang. Menariknya, mereka menjaga jarak dan memakai masker sebagai menerapkan protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid-19.

Itulah suasana pelatihan membuat Banten Otonan di Banjar Kebonkuri Lukluk Kelurahan Kesiman, Minggu 20 Maret 2022. Pelatihan yang digelar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar itu bertujuan untuk menunjang program WHDI Kota Denpasar dalam bidang keagamaan. Kegiatan budaya Bali ini dibuka oleh Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang di dampingi Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana.

Pelatihan membuat banten otonan penting dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar bisa membuatnya sesuai dengan sastra. Selain itu, pembuatan banten otonan ini juga sangat sering diterapkan dan dilakukan oleh ibu rumah tangga. “Dengan dilaksanakan pelatihan ini, minimal para ibu ibu rumah tangga mengetahui dan bisa membuat banten otonan untuk anggota keluarga di rumah sendiri sesuai dengan sastra agama Hindu,” kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Pelatihan pembuatan banten ini dilaksanakan di semua kecamatan. Pelatihan banten diawali dari Kecamatan Denpasar Timur dan masing-masing kecamatan menyasar 2 banjar yang diikuti oleh anggota WHDI yang menjadi krama banjar setempat. “Semua itu dilakukan agar peserta dapat merasakan manfaat pelatihan langsung dan bisa diterapkan dan dimanfaatkan mulai dari lingkungan sendiri dan ke lingkungan yang lebih luas lagi,” ungkapnya. [B/*]

Baca Juga:  Para Daa “Ngewacen Aksara Bali” Lontar Geguritan Gajah Para