Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Sketsa, Kreatifitas Anak Muda di Masa Pandemi

 Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Sketsa, Kreatifitas Anak Muda di Masa Pandemi

Kreatif dan sangat menarik. Sebanyak 47 peserta yang terdiri dari 34 peserta lomba Ogoh-Ogoh Mini dan sebanyak 13 peserta lomba Seketsa Ogoh-ogoh meramaikan Lomba Ogoh-Ogoh Mini dan Sketsa ST. Ria Remaja Jaya Kusuma, Banjar Geladag, Denpasar. Lomba yang telah memasuki tahun kedua ini seakan menunjukan inovasi dan kreativitas anak muda tetap tumbuh walau di masa pandemic. Lomba dibuka oleh Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa ditandai dengan pemukulan Gong, Minggu 13 Pebruari 2022.

Pelaksanaan lomba tersebut merupakan rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1944 Tahun 2022 serta upaya memberikan ruang kreatifitas bagi kreator ogoh-ogoh di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dalam kesempatan tersebut turut ditampilkan kreasi ogoh-ogoh dari anak-anak Banjar Geladag Desa Adat Pedungan yang memikat pengunjung. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media pengembangan kreativitas dan wawasan pemuda, sekaligus menjadi stimulan bagi penyelenggara kegiatan serupa di kemudian hari,” ujar Ketua ST. Ria Remaja Jaya Kusuma, I Made Gita Rivaldo.

Ogoh-ogoh menjadi prosesi unik di Kota Denpasar dengan kreativitas sekaa teruna yang ada, sehingga pada situasi pandemi saat ini ST. Ria Ramaja Jaya Kusuma menggelar lomba Ogoh-ogoh mini dan sketsa ogoh-ogoh ini sebagai wadah kreatifitas para kreator ogoh-ogoh. “Kami berharap, kegiata ini mampu membangkitkan semangat berkompetisi menghadirkan berbagai inovasi dibidang karya seni ogoh-ogoh,” harapnya.

Wakil Walikota Arya Wibawa usai membuka acara memberikan mengapresiasi lomba ogoh-ogoh mini dan sketsa ogoh-ogoh yang diselenggarakan ST. Ria Remaja Jaya Kusuma, Banjar Geladag, Desa Adat Pedungan serangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1944. “Kita terus harus berinovasi, terus berkreatifitas, inovasi dan kreatifitas anak muda ini harus tetap tumbuh meski di masa pandemi, namun yang produktif dengan tetap disiplin pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Navicula Corona Concert

Melalui lomba ini diharapkan kreatifitas sekaa teruna dalam bidang karya atau sketsa ogoh-ogoh dapat tertampung dan dapat dinikmati oleh pecinta Ogoh ogoh. Terlebih hasil karya dari insan muda Denpasar dan juga seluruh Bali ini sangat menginspirasi dan telah menggunakan unsur-unsur teknologi. “Karya ogoh-ogoh saat ini sudah berkembang pesat. Sehingga tak hanya menampilkan wujud ogoh-ogoh mini, namun juga menampilkan sketsa hingga alur cerita dalam konsep ogoh-ogoh,” ucapnya.

Namun yang menjadi tantangan saat ini, dalam keterbatasan yang ada agar dapat tetap produktif, berinovasi dan berkreativitas. “Saya berharap saat ini dalam masa pandemi dapat memberikan solusi, dan wadah kreatifitas anak muda dalam berkespresi dan berharap pandemi ini segera berakhir,” ujarnya. [B/*]