“Ubud Folkfest” Musisi dan Seniman Dunia Tampil di Ubud

 “Ubud Folkfest” Musisi dan Seniman Dunia Tampil di Ubud

Kreatif dan sangat menarik. Beragam acara seni, mulai dari live music, live art, kelas seni, pasar seni, pameran seni, kids club and workshop, pertunjukkan kebudayaan, hingga vinyl record store menghiasi “Ubud Folkfest” di Biji World, Ubud. Ini membuktikan Ubud memang menjadi salah satu wilayah di Bali yang paling aktif menyelenggarakan festival, mulai dari musik, spiritualitas, kesenian sampai kebudayaan. “Ubud Folkfest ini untuk merayakan kembalinya geliat musik, seni, dan budaya di Bali khususnya di Ubud yang bisa menjadi hub global antara musisi dan seniman,” kata pemilik Biji World dan co-founder Ubud Folkfest, Ida Bagus Oka Genijaya.

Acara yang menyajikan giliran musik, seni dan kebudayaan ini memang dirancang untuk merayakan kembalinya geliat musik, seni, dan budaya di Bali khususnya di Ubud yang bisa menjadi hub global antara musisi dan seniman. Rangkaian acara seni ini memang menarik dan wajib didatangi dan nikmati bersama-sama. “Seni budaya bukan hanya pemikiran, tapi harus dilaksanakan. Sudah saatnya kita membuka jalan kembali untuk orang-orang berkreasi setelah pandemi. Biji World ingin ‘menanam untuk besok’ untuk seni dan budaya,” ungkap Genijaya ramah.

Ubud Folkfest

Co-founder Ubud Folkfest lain, Rizal Hadi mengatakan, tujuan dari Ubud Folkfest ini untuk memberikan platform kepada seniman baik di dalam negeri maupun internasional dalam rangka merayakan keragaman musik, seni dan budaya di Ubud, Bali. “Kami mengakui kekuatan yang dimiliki festival untuk menyatukan orang-orang di bawah kepentingan bersama. Dengan menyediakan serangkaian acara berkualitas tinggi, kami memfasilitasi koneksi bermakna yang berpusat di sekitar praktik dan pertunjukan kreatif; antara penonton, pelaku dan seniman,” ungkapnya serius.

Penampilan musik dan kebudayaan di Ubud Folkfest itu, diantaranya Robi Navicula, Jalan Tengah, Galiju, Anda Perdana, Unb’roken, Excira, The Munchies, Robokids, Kai Mata, Adam Alydrus, Miyoshi Masato, Athron, Nick Wallaki, The Neo & Yude Experience, Celtic Room Bali, Brown Sugar, Agustuan Supriatna, I Made Subandi, Orasare, Kerta Art, Aris Satvitri, Biji Seni Budaya, Yadi Tarawangsa, Jumatan, Wiwanto Purnawan, Westside Spinn3rz, Ubuddub, Ho Mystica, JNS, Macula, dan Alana Yana.

Baca Juga:  “Adi Sewaka Nugraha” Untuk Enam Pengabdi Seni di Bali

Ubud Folkfest

Sementara untuk kelas seni dan pameran seni dilakukan oleh Ida Bagus Oka Genijaya, Fajar Kadafi, Djunaidi Kenyut, Bunny Bone, Ni Putu Eni Astiarini, I Gusti Made Wisatawan, Linkan Palenewen, Nyiman Wijaya, Bade Bayak, Andri Nur Oesman, Black Hand Gang, Kuncir Sathya Viku, Beta, Imacullata, Emy Triani, dan Geed Saputra. “Untuk informasi terkait jadwal penampilan setiap harinya dapat ditemukan di Instagram @ubudfolkfest dan tiket bisa dibeli di ubudfolkfest.com,” pungkas Genijaya. [B/*]