1600 Penari di Festival Parade Budaya Pantai Kelecung

 1600 Penari di Festival Parade Budaya Pantai Kelecung

Berbagai kesenian tradisi mewarnai Festival Parade Budaya Pantai Kelecung sebagai upaya mempromosikan Desa Tegalmengkeb, khususnya Pantai Kelecung yang menjadi ikon destinasi pariwisata khas Tabanan. Sajian seni paling spektakuler, yakni pementasan Tari Puspanjali masal dengan melibatkan 1600 penari. Penari dari berbagai umur ini begitu enerjik, seakan menyulap Pantai Kelecung menjadi lautan penari. Meski itu dilakukan di pantai, namun para penari bergerak begitu lincah dengan pakem tari yang kuat mengikuti irama music iringannya.

Festival budaya ini juga dimeriahkan dengan parade gong dengan menampilkan berbagai jenis tabuh dan tari-tarian. Sedikitnya ada 10 sekaa gong istri dari masing-masing banjar dan dari desa lainnya di Kecamatan Selemadeg Timur. Hal tersebut menjadi suatu keunikan yang menambah nilai plus, dalam upaya pelestarian adat, seni dan budaya yang ditunjukkan oleh Desa Tegalmengkeb, Kaecamatan Selemadeg Timur. Kegiatan ini sebagai upaya mendukung peningkatan inovasi dan kreatifitas masyarakat di Tabanan guna membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Festival Parade Budaya Pantai Kelecung

Festival Parade Budaya Pantai Kelecung yang digelar selama 5 kali ini kedibuka oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M yang ditandai dengan pelepasan merpati di Banjar Dinas Kelecung Kelod, Desa Tegalmengkeb Selemadeg Timur, Sabtu 13 Agustus 2022. Tema festival kali ini “Meliang-liang di Pantai Kelecung”. Meskipun di tengah pandemic Covid-19, baginya, masyarakat Tegalmengkeb sudah mampu memberikan suguhan berupa festival budaya yang berlangsung dengan sangat baik ini. “Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang sangat positif kita laksanakan,” ujar Bupati Sanjaya.

Kabupaten Tabanan dengan beragam potensi yang dimiliki termasuk panorama yang sangat indah bedasarkan letak geografisnya serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan hebat, menjadi sebuah anugerah yang patut disyukuri. “Salah satu gagasan membuat festival Kelecung ini perlu mendapat apresiasi karena, bisa membuktikan diri. Pantai Kelecung ini juga akan tentu bisa menarik kunjungan wisata, baik dari desa sendiri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali bahkan di seluruh dunia,” imbuhnya bangga.

Baca Juga:  Nagisa Izakaya Bali Hadir dengan Hidangan Musim Dingin Jepang

Ketua Panitia Dewa Made Widarma mengucapkan terima kasih atas dukungan tiada henti yang diberikan oleh Bupati Sanjaya. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang selalu menssupport kegiatan kami, khususnya pembangunan kami di desa Tegalmengkeb. Astungkara kedepannya, Pak Bupati bisa melanjutkan program-program Pemerintah Kabupaten yang memang ditujukan ke masyarakat dan rakyat Kabupaten Tabanan,” ujar Widarma. Pembukaan Festival ditandai dengan pelepasan merpati oleh Bupati Tabanan. [B/*]