Sampoerna Academy Hadir di Ubud Writers & Readers Festival 2022. Beri Inspirasi Pembentukan Kreativitas Anak melalui Literasi

 Sampoerna Academy Hadir di Ubud Writers & Readers Festival 2022. Beri Inspirasi Pembentukan Kreativitas Anak melalui Literasi

Book Reading & Story Workshop with Sampoerna Academy di Ubud Writers & Readers Festival 2022

Anak-anak ini bagai dalang wayang kulit yang lihai dalam memaparkan kisah. Suaranya lugas, terkadang kecil, lembut dan tiba-tiba keras menggelegar bagai suara raksasa. Gerak tubuhnya seakan memperkuat setiap makna dari apa yang ingin disampaikannya. Apalagi, dibarengi dengan ekspresi yang kuat menandakan, bahwa anak-anak ini memang sudah biasa melakukan semua itu. Hal itu dibuktikan ketika ada beberapa pertanyaan yang tertuhju padanya, mereka menjawab dengan tenang, santai namun penuh isi. Anak-anak ini sunguh menginspirasi!

Itulah Cassia Florentine Basuki, Charlie Wijaya Zhang, dan Victoria Elizabeth Frenco merupakan murid Sampoerna Academy dan Penulis Buku Elidi & The Ancestor’s Garden yang hadir dalam hajatan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2022, Sabtu 29 Oktober 2022. “Pelopor STEAM dan sekolah interkultural Sampoerna Academy menginspirasi lahirnya generasi muda kreatif dan inovatif dengan menghadirkan karya murid dalam sesi Children Program : Book Reading & Story Workshop with Sampoerna Academy di Ubud Writers & Readers Festival 2022,” kata Head of English Dept. Sampoerna Academy, Adelina Holmes.

Acara ini, jelas Adelina Holmes dilaksanakan seiring dengan komitmen Sampoerna Academy dalam menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus menunjukkan dan mengembangkan kreativitas melalui Literasi. “Kali ini menghadirkan Children Program berupa Read Aloud Session dan Story Mountains Workshop. Sampoerna Academy mengapresiasi sekaligus merayakan kreativitas murid-murid kami yang telah merilis buku fisik Elidi and The Ancestor’s Garden. Kami juga berharap murid-murid kami bisa menginsiprasi lebih banyak lagi anak-anak dan generasi muda untuk bisa berkarya melalui literasi,” jelasnya senang.

UWRF 2022, festival literasi internasional yang dilangsungkan pada 27 – 30 Oktober 2022 ini mengambil tema “Memayu Hayuning Bawana”. Tema ini berasal dari sebuah filosofi Jawa kuno yang berarti prinsip-prinsip yang digunakan untuk merawat, melindungi, dan memperindah alam semesta. Kemudian filosofi ini diterjemahkan oleh UWRF menjadi “Uniting Humanity” untuk memperkuat hubungan manusia sebagai individu dan kolektif di dunia. “Tema ini berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan, juga hadir sangat kental dalam Elidi and The Ancestor’s Garden, buku anak bergenre dongeng petualangan yang dirilis dalam tiga bahasa, Inggris, Indonesia, dan Mandarin ini,” papar Adelina Holmes.

Baca Juga:  Penglipuran Village Festival Ke-8 Sajikan Lomba dan Parade Kearifan Lokal

Cassia Florentine Basuki, Charlie Wijaya Zhang, dan Victoria Elizabeth Frenco mengaku senang bisa tampil di ajang literasi internasional ini. “Kami mencoba mengangkat beberapa nilai-nilai yang sangat dekat dengan kehidupan, misalnya saling menghormati, tanggung jawab, hingga persahabatan sejati. Banyak sekali pengalaman menarik saat membuat karya ini, salah satunya adalah bagaimana kami tetap dapat berkolaborasi meskipun semua komunikasi dilakukan secara daring karena situasi pandemi, tapi ternyata we made it, dan kami sangat senang sekaligus bangga,” ungkap mereka kompak.

Sampoerna Academy
Book Reading & Story Workshop with Sampoerna Academy di Ubud Writers & Readers Festival 2022

Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics (STEAM) sebuah pendidikan yang terbaik dihadirkan Sampoerna Academy yang berfokus pada pengembangan kompetensi Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character (5C). Elidi and The Ancestor’s Garden merupakan salah satu bukti penerapan STEAM dan kompetensi 5C yang diterapkan oleh Sampoerna Academy. “Demikian pula pada Story Mountains Workshop yang dihadirkan Sampoerna Academy pada UWRF 2022 yang tak lepas dari penerapan STEAM untuk mengembangkan kompetensi 5C,” ucap Adelina Holmes kembali menjelaskan.

Pihaknya mengaku bangga bisa mendapatkan kesempatan istimewa dan dapat berpartisipasi di dalam festival internasional seperti ini. Acara ini dapat dijadikan wadah bagi anak-anak untuk menumbuhkan semangat dan passion mereka untuk terus berkarya. “Selain itu, mereka juga bisa bertemu dan berdiskusi dengan para penggiat literasi dari berbagai negara, sehingga dapat membuka wawasan yang lebih global,” tutup Adelina.

Sampoerna Academy merupakan lembaga pendidikan formal yang menyediakan lingkungan belajar yang aman, penuh perhatian, dan pembelajaran kolaboratif berkualitas tinggi dan memenuhi ekspektasi global untuk prestasi siswa dan pengembangan karakter. Dasar pendidikannya berpusat pada siswa dengan penekanan kuat pada STEAM yang diterapkan di Amerika, untuk memberikan ruang bagi siswa menjadi warga dunia yang dewasa, percaya diri dengan tujuan hidup yang kuat. “Tujuan akhir kami adalah mempersiapkan siswa untuk pendidikan tersier dan membuat mereka siap bekerja serta siap di dunia nyata,” sebutnya.

Baca Juga:  Kelompok Makanti Puisi Gelar Lomba Menulis dan Membaca Puisi. Guru Menulis Puisi untuk Mengasah Pikiran

Sampoerna Academy memiliki filosofi pengajaran yang memotivasi siswa untuk bertanya, bereksplorasi, berinovasi dan berkomunikasi, serta memberikan keterampilan penting yang dibutuhkan untuk kepemimpinan baik di Indonesia maupun di luar negeri. “Kami mempersiapkan siswa untuk bersaing dan berhasil di setiap tahap kehidupan. Dengan munculnya era informasi yang tersedia di ujung jari, tugas kita sebagai sekolah adalah mengajarkan siswa “untuk belajar bagaimana cara belajar,” pungkas Adelina Holmes. [B/*]

Balih

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi seni budaya di Bali

Related post