Barongsai Tebar Pesona di Grand Istana Rama Hotel

 Barongsai Tebar Pesona di Grand Istana Rama Hotel

Barongsai tebar pesona di Grand Istana Rama Hotel Kuta/Foto: ist

TARIAN barongsai mempesona wisatawan di pusat pariwisata Kuta. Barong ini menari menyapa setiap wisatawan di Grand Istana Rama Hotel Kuta sajikan barongsai pada perayaan Imlek, 17 Pebruari 2026.

Ketika disambut hangat para tamu, gerak barongsai itu semakin menjadi. Barong berwarna putih dengan siluet merah menari enerjik di depan pintu masuk hotel. Tamu yang melintas terhenti, menyaksikan barong.

Terkadang melakukan gerak akrobatik yang tak bosan untuk dilirik. Matanya selalu berkedip, daun telingnya naik, dan mulutnya terbuka selalu siap menelan angpao. Ketika barong itu menggelengkan kepalanya, wisatawan pun ikut, lalu memberi angpao.

Itulah kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek di 69 Bar & Resto Kuta Bali yang berada di Grand Istana Rama Hotel itu, Selasa 17 Pebruari 2026. Malam itu, tak hanya dimeriahkan barongsai, ada pula live DJ, Fire Dance, band, dance bernuansa Cina, dan aksi bartender.

“Merayakan Imlek sudah menjadi signature event tahunan Grand Istana Rama Hotel. Ini sebagai gambaran 69 Bar & Resto Kuta Bali yang selalu siap menuju sesuatu yang baru agar lebih fresh,” kata Manager Food & Beverage Grand Istana Rama Hotel, Putu Robby Rudita.

Sebuah barongsai itu menari diantara kerumunan wisatawan. Barongsai, lalu menyapa setiap tamu yang sedang menikmati menu special di Warung Cuci Mata. Meski bukan wisatawan asal Cina, namun mereka tetap merespon setiap gerak dari dua penari barong itu.

Dengan gerak tari yang khas, barongsai itu pun kemudian menyapa tamu yang sedang menikmati suasana malam di 69 Bar & Resto Kuta Bali. Di sinipun tak kalah menariknya. Barongsai menari kegirangan seakan diajak komunikasi oleh wisatawan melalui gerak anggota tubuhnya.

Baca Juga:  IHGMA Bali Petakan Trend Pariwisata Bali 2024

“Perayaan Imlek tahun 2026 ini, kami mengangkat tema “Fire Horse Beats”, Kuda Api. Nah, seperti kuda api itulah kami ingin tampil beda saat perayaan Imlek di 69 Bar & Resto yang menunjukan energisitas Kuta yang selalu energik,” sebut Putu Robby – sapaan akrabnya.

Putu Robby mengaku, konsep perayaan Imlek malam ini adalah modern yang mengedepankan kreativitas dari tim dengan tetap menjaga sentuhan tradisional. Karena itu, menu special di barbeque buffet menyajikan Peking Duck sebagai lambang rejeki dan kesejahteraan.

“Peking duck ini memang disajikan pada event tahun baru lalu yang benar-benar mendapat rebutan dari para tamu. Kami ingin menyajikan kembali pada kesempatan makan yang indah ini. Benar saja, ini masih menjadi atensi dari tamu yang memang luar biasa,” ucapnya bersyukur.

Selain Peking Duck, dissert yang menyajikan kue keranjang sebagai simbol kesejahteraan dan rasa kekeluargaan dan persatuan, seperti namanya. Menu dissert ini mendapat respon dari para tamu. “Saat menikmati menu itu, kami sajikan entertainment bernuansa Chinese,” ujarnya.

Untuk Barongsai itu, Grand Istana Rama Hotel secara khusus mengundang tim kesenian dari kampus Universitas Udayana. Ini untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda yang memiliki keterampilan. “Kami memang men-support pemuda-pemudi Bali khususnya,” imbuhnya.

Suasana 69 Bar & Resto malam itu, memang lebih ramai. Antusias para tamu cukup tinggi. Bahkan kedatangan tamu dari komunitas Tionghoa di daerah Kuta. Termasuk tamu dari hotel sebelah, dan villa di sekitar Kuta yang mampir untuk menikmati dissert malam di resto ini.

“Even ini, kami lakukan saecara konsisten memberi pengaruh positif terhadap kunjungan tamu dan branding untuk 69 Bar & Resto yang semakin dikenal masyarakat. Branding ini untuk menjadi fun, bukan untuk mabuk-mabukan,” sebutnya.

Baca Juga:  Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Makan Malam di Seaduction Rooftop Bar & Resto

Putu Robby menambahkan, jika dilihat dari segmentasi tamu yang ada di Grand Istana Rama Hotel, posisi wisatawan Cina ada pada urutan No. 6 setelah Australia, Indonesia, Kanada, Mongolia dan Jepang.

“Kami berharap, 69 Bar & Resto akan tetap seperti kuda api, bersemangat dan mencari ke arah yang lebih baik, mencari solusi apapun tantangannya, karena Pantai Kuta ini legend,” tutup Putu Robby. [B/puspa]

Related post