Jembrana Creative Festival 2026, Ruang Ekspresi dan Kolaborasi 6.000 Pengunjung

 Jembrana Creative Festival 2026, Ruang Ekspresi dan Kolaborasi 6.000 Pengunjung

Kemeriahan Jembrana Creative Festival 2026/Foto: ita

TAMAN Pecangakan, Kota Negara di Kabupaten Jembrana, dipadati sekitar 6.000 pengunjung pada hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026, Sabtu 31 Oktober 2026. Sejak gerbang dibuka pukul 12.00 WITA hingga malam hari, masyarakat dari berbagai kalangan berdatangan untuk menikmati pertunjukan musik, workshop, pasar kreatif, hingga aneka kuliner lokal.

JCF 2026 yang mengusung tema “Reimagine the Playground” menghadirkan ruang perjumpaan bagi anak muda, keluarga, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif. Festival ini tidak hanya menjadi tempat menikmati hiburan, tetapi juga ruang untuk berbagi gagasan, menampilkan karya, serta membangun kolaborasi antarkomunitas.

Festival diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana, Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif memang digarap bersama komunitas kreatif setempat dengan semangat co-create atau berkreasi bersama.

Mengapresiasi kreativitas komunitas lokal

Suasana festival semakin semarak ketika rangkaian pembukaan berlangsung di Main Stage pada malam hari. Pertunjukan tata cahaya mengawali acara, dilanjutkan penampilan tari dari Peradah Jembrana bersama Nawadewata Production.

Salah satu momen penting dalam pembukaan tersebut adalah penyerahan piagam apresiasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Jembrana kepada 24 komunitas dan pelaku kreatif yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

Ke-24 penerima apresiasi tersebut meliputi West Club Creative Syndicate, Handmad, Melvant, Divinity Company, Negara Creative Lab, Jarvist, Rumah Baca Loloan, Bali Tech Startup, Banjar Smart Hub, Grahita Design, Rumah Plastik Mandiri, Woodsteal Studio, Sunaren, Komunitas Fotografi Jembrana, Jembrana Modifikasi, StandupIndo Jembrana, Saylust, Komunitas e-Sport Jembrana, Jembrana Drum Community, Ironman Gowes, Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya, Komunitas Bartender Jembrana, Taman Teduh, dan Reka Art.

Pada kesempatan yang sama, delapan pelaku kreatif juga menerima penghargaan Jembrana Creative Awards (JCA) 2026. Penghargaan ini diberikan berdasarkan empat pilar, yaitu produk dan inovasi komoditas; seni, pertunjukan, dan media; ruang dan komunitas; serta Grand Awards.

Ani Gallery meraih penghargaan Best Artisan Product, sedangkan Buana Sari menerima Best Local Commodity Innovation. Pada bidang seni dan media, Kadapat memperoleh Best Music & Movement Project, sementara Visit West Bali meraih Best Digital Content & Visual Storytelling.

Penghargaan Best Placemaking & Community Space diberikan kepada Ireng Kopi, sedangkan Sanggar Pradnyaswari menerima Impactful Creative Movement.

Para penerima Jembrana Creative Awards 2026/Foto: ita

Adapun penghargaan Jembrana Creative Leader diberikan kepada Wayan Udiana atau Nanoq da Kansas dari Yayasan Kertas Budaya Indonesia. Sementara itu, Rama Usmantara, inisiator Banjar Smart Hub, menerima Jembrana Creative Excellence Award.

Rangkaian malam pertama kemudian ditutup dengan penampilan Navicula. Selama sekitar satu jam, grup musik tersebut menghibur pengunjung sekaligus menjadi penutup perayaan hari pertama JCF 2026.

Musik, tradisi, dan ruang berbagi gagasan

Sebelum pembukaan resmi berlangsung, Main Stage telah diramaikan penampilan musisi asal Jembrana dan Bali sejak pukul 14.00 WITA. Sejumlah penampil yang hadir antara lain The Parama, Red Bean, Okiq Kakkoi, Rah Winata ft. Kadek Cantika, The Luminous, Greaze, Birama, Bara Api, Kabyah & Gung Gen, serta Bramasta.

Menjelang petang, Tika Pagraky tampil menghibur pengunjung. Suasana semakin hangat ketika duo ayah-anak asal Jembrana, Mr. Rayen & Omang Verly, mengajak penonton bernyanyi bersama.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, JCF 2026 juga menyediakan ruang bagi pertukaran pengetahuan dan eksplorasi tradisi. Di Community Stage, pengunjung dapat mengikuti talkshow Music Publicity bersama Rudolf Dethu dan Dani Supriatna.

Sementara itu, semangat merawat tradisi dihadirkan melalui workshop tapel bertajuk Reimagining Tradition: Nyikut Rupa bersama Gung De Rama dan Sunaren. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal proses kreatif dalam pembuatan tapel sebagai bagian dari ekspresi seni dan budaya Bali.

Workshop dilanjutkan dengan sesi pembuatan tapel secara langsung bersama peserta STT hingga malam hari. Panggung komunitas tersebut juga diramaikan penampilan StandupIndo Jembrana.

Pasar kreatif hingga eksplorasi kuliner lokal

Semangat kreativitas JCF 2026 juga terlihat melalui kehadiran Creative Market & Hub. Area ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk fesyen, kerajinan, karya seni, serta berbagai merek lokal yang tumbuh di Jembrana.

Pengalaman menjelajahi kreativitas daerah semakin lengkap melalui Taste of Jembrana yang menghadirkan aneka kuliner khas setempat. Kehadiran area ini sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Jembrana tidak hanya tercermin melalui seni pertunjukan dan kerajinan, tetapi juga melalui tradisi kulinernya.

Festival ini turut memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha kreatif melalui booth HKI/IP Corner. Pengunjung dapat memperoleh layanan konsultasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual yang merupakan hasil kerja sama Disparbud dan BRIDA Jembrana.

Sementara itu, area Red Zone 18+ menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari demo memasak Taman Teduh x Kabyah dengan sajian masak asap dan lawar kelungah, The Art of Mixology bersama Komunitas Bartender Jembrana, hingga penampilan DJ Arpani yang menghidupkan suasana sampai malam.

Berlanjut dengan beragam kegiatan pada hari kedua

Jembrana Creative Festival 2026 berlanjut pada Minggu 1 November 2026, mulai pukul 12.00 WITA di Taman Pecangakan, Negara. Seperti hari pertama, masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian festival secara gratis.

Pada hari kedua, pengunjung akan disuguhkan Negaroa Speaks yang menghadirkan kreator konten lokal bersama Bupati Jembrana. Berbagai kegiatan lainnya meliputi Workshop Cyanotype dan Drum Clinic.

Rangkaian festival juga dimeriahkan penampilan Made Gimbal, Jangar, serta kolaborasi Lolot x Bagus Wirata.

Melalui perpaduan seni, musik, tradisi, kuliner, dan kreativitas komunitas, JCF 2026 menjadi ruang perjumpaan berbagai ekspresi lokal. Semangat kolaborasi yang diusung festival ini sekaligus memperlihatkan potensi komunitas dan pelaku kreatif Jembrana dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin dinamis. [ita]

Related post