Warga Desa Adat Suwat Gelar Ritual Siyat Yeh
Ritual Siyat Yeh
Senang dan riang gembira. Seluruh warga Desa Adat Suwat, Gianyar berkumpul di simpang empat desa dengan membawa gayung. Mereka duduk khusuk, walau dalam suasana berdesak-desakan. Ketika gamelan mulai ditabuh, warga desa itu langsung beraksi, saling siram dan saling semprot. Diantara mereka tidak mengenal kawan, semuanya menjadi lawan yang harus dilempari air. Warga laki-laki, dewasa, gadis-gadis dan ibu rumah tangga ikut dalam ajang itu.
Itulah suasana ritual Siyat Yeh (Perang Air) yang digelar ratusan warga Desa Adat Suwat, Gianyar, mengawali tahun baru, 1 Januari 2020 lalu. Menariknya, wisatawan mancanegara juga ikut barbaur bahkan ikut berperang. Setelah beberapa menit diberi aba-aba mulai, perang semakin seru. Wisatawan asing yang awalnya hanya menonton menjadi tergoda, sehingga akhirnya terpancing ikut berbaur.
Kegiatan ritual tahunan ini diawali dengan prosesi ruwatan. Seluruh warga berkumpul dan mengikuti prosesi ruwatan. Warga yang hadir kemudian dipercikkan air suci oleh seorang pinandhita. Kemudian, persembahan tarian unik yang pada bagian akhirnya berisi adegan pemanahan air suci dalam kendi. “Siyat yeh ini semakin menjadi daya tarik. Tamu saya, yang awalnya menonton akhirnya terlibat. Mereka ingin merasakan kegembiraan bersama warga lokal,” kata Marsana, travel agent yang beroperasi di Kuta.
Tradisi Siat Yeh ini tak hanya hiburan belaka, tetapi menjadi kegiatan ritual, memohon kerahayuan diri dan jagat, dunia. “Ritual Siyat Yeh ini, warga desa meruwat diri untuk melangkah di tahun baru 2020. Juga memohon agar mata air sakral di Desa Suwat terus menyembul sepanjang tahun dan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan,” harap Bendesa Adat Suwat, Ngakan Sudibya.
Ngakan Sudibya mengatakan, dalam ritual ini memang mewajibkan keterlibatan seluruh warga dari berbagai umur. “Ritual ini untuk membangkitkan rasa tanggung jawab bersama, dimana tahun lalu sejumlah areal persawahan sempat kekeringan lantaran kesadaran terhadap lingkungan mulai menurun. Belum lagi, masalah plastik yang juga mengancam desa setempat,” ungkapnya.
Sebelum pelaksanaan Siyat Yeh itu, jelas Ngakan Sudibya mengawali dengan kegiatan treking. Prajuru, panitia, dan warga Desa Suwat menyisir alur jalan persawahan melewati terasering. Peserta treking wajib memungut sampah, terutamanya sampah plastik. Orang yang paling banyak mengumpulkan sampah, mendapat hadiah. Setelah itu, dilanjutkan dengan penanaman 50 jenis pohon, sebagai sarana keperluan upacara.
Prajuru, panitia, dan warga kemudian melaksankan ritual mendak tirta ke beji (sumber air bersih dan suci) yang berlokasi di alur sungai atau Tukad Melangge. Tirta ini sebagai persiapan untuk Siyat Yeh keesokan harinya. Pada saat itu, diisi dengan permainan tradisional di tengah sawah, diantaranya tarik tambang, menangkap bebek, mengusung kendi dan permainan lainnya. (Bya).

Balihbalihan merupakan website yang membahas seputar informasi pariwisata dan seni budaya di Bali
1 Comment
Mom sex with her sonSexy naked teen free nudeGay friendly hotel phoenix scottsdaleCheating wife fucks
behind his backSwollen painful breastFree soft core porn videos amateurNude pics big
brother 12 xnxx Daphne rosen slutSeattle lee’s asianLegal
teen emma watson tgpAverage size skinless chicken breastsBig cock fuck my wifeWatch full episodes of sex and the
cityOver the counter topical penis enhancementBrianna anal redtubesFree firebush nude
https://xnxxcn.com Sex + with + two + womenNaked nude
sleepingFree tgp plump mistressStop breast engorgementPictures f sex womenFree
to play online sex gamesRobyn douglass hustler pictures xnxx Fat amateur galleryCreamy sex tubesEros ramazzotti parla
con me youtubeSilk scarf fetishErotic fitness womenGrannies
licking assResponsibilities of a adult educatorBleech pornBoo boo lick
edible candy bandagesSex virgins be the firstOz spankPee is for pleasure movieSammie rhodes lesbian groupsex on stairsEphedrasil
hardcore reviews